POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL RUMUS SLOVIN

Tatang M. Amirin; 19 April 2009; 9 Mei 2010; 24 September 2010; 5 Januari 2011

(Kutipkan dalam daftar pustaka Anda: Amirin, Tatang M. 2011. “Populasi dan sampel penelitian 4: Ukuran sampel rumus Slovin.” Tatangmanguny.wordpress.com.)

Melakukan penelitian (jenis survai) itu pasti yang terbaik adalah dengan “studi populasi,” yaitu seluruh anggota populasi (seluruh subjek penelitian) diteliti (dihimpun data darinya). Nah, agar pembaca yang “langsung” membaca tulisan ini (belum baca tulisan lainnya)  sambung dengan istilah populasi, terlebih dahulu perlu penjelasan mengenainya.

Jika kita akan meneliti karyawan sebuah perusahaan yang banyaknya 1.000 orang, maka seluruh karyawan yang seribu orang itu disebut sebagai populasi penelitian kita. Tiap-tiap karyawan dari seluruh karyawan yang seribu orang itu disebut sebagai subjek penelitian, sekaligus kita sebut sebagai anggota populasi penelitian kita. Jadi, dengan demikian, dapat disimpulkan pula bahwa populasi penelitian itu adalah keseluruhan subjek penelitian.

Ada kalanya, karena berbagai keterbatasan, kita tidak mungkin meneliti (“menanyai”  atau mengumpulkan data — bisa dengan wawancara, observasi, angket, tes dsb. — dari) seluruh anggota populasi. Jadi, kita tidak bisa melakukan studi populasi. Kita mau tidak mau harus mengambil sebagian daripada seluruh anggota populasi tersebut. Sebagian subjek penelitian yang kita teliti (“tanyai”) langsung itu kita sebut sebagai sampel. Cara-cara bagaimana mengambil sampel dari populasi penelitian disebut dengan sampling.

Pertanyaan yang sering muncul berkaitan dengan pengambilan sampel (sampling) itu adalah mengenai seberapa besar (banyak) jumlah sampel (“sample size”) yang patut diambil agar hasil penelitian yang dilakukan bisa diyakini benar. Apa makna bisa diyakini benar itu?

Pertama, karena tidak semua anggota populasi diteliti, diyakini benar itu artinya seberapa tinggi hasil penelitian dari sampel itu taraf  “kebisadipercayaannya” akan mencerminkan seluruh anggota populasi. Maksudnya, data yang dihasilkan dari sampel itu benar-benar akan relatif  sama dengan data yang diperoleh jika penelitian dilakukan terhadap seluruh anggota populasi. “Nyicipi” rasa sayur setengah sendok dari sepanci itu yakinkah akan  sama persis dengan jika “makan” seluruh sayur itu? Tentu tidak. Sebab ada kalanya tidak “galoh” (merata rasanya di seluruh bagian).

Terjadinya hasil penelitian yang tidak bisa diyakini bahwa betul-betul benar itu akan diperbesar apabila sampel yang diambil “terlampau kecil” berbanding jumlah keseluruhan anggota populasi.

Kedua, walau bagaimanapun, hasil penelitian itu tidak selalu bisa diharapkan betul-betul benar (yakin 100% benar). Karena berbagai faktor, hasil penelitian itu dapat mengandung kesalahan (error, galat/”ghalat”). Salah satu kesalahan itu terjadi karena ada yang “secara kebetulan benar.” Murid yang sebenarnya “tidak tahu” bisa saja menjawab soal ujian “cekpoin” benar, karena kebetulan memilih pilihan jawaban yang merupakan jawaban yang benar.

Kesalahan (error/galat) yang terjadi karena kebetulan itu lazim dilambangkan (direpresentasikan) dengan “taraf signifikansi.” Jelasnya, taraf seberapa besar kemungkinan terjadinya kebenaran karena kebetulan saja benar. Dalam bahasa lain seberapa besar taraf  “toleransi” akan terjadinya kesalahan karena faktor kebetulan benar.

Untuk ilmu kealaman taraf signifikansi itu disepakati para ahli (dalam berbagai literatur umumnya menyatakan sama) yang “terbaik” sebesar 0,01. Maksudnya hanya ada 0,01 atau 1% saja kesalahan karena kebetulan itu terjadi. Jadi, dengan kata lain, yakin sebesar 99% bahwa hasil penelitian itu benar. Itu artinya, karena tetap berhati-hati, tidak ada yang “patut” diyakini 100% benar.

Untuk ilmu-ilmu sosial disepakati yang “terbaik” itu sebesar 0,05 .  Maksudnya hanya ada 0,05  atau 5% saja kesalahan karena kebetulan itu terjadi. Jadi, yakin 95% bahwa hasil penelitian itu benar. Ini karena tingkat kepastian (keajegan) “orang-orang” (sosial) itu relatif tidak seajeg seperti gejala kealaman.

Dalam pengambilan sampel, kedua aspek tersebut di atas menjadi salah satu perhatian utama. Jika hasil penelitian diharapkan mencapai taraf signifikansi tinggi (taraf kesalahan karena faktor kebetulan kecil), maka jumlah sampel dituntut lebih banyak dibandingkan harapan taraf signifikansi lebih rendah (banyak kesalahan yang disebabkan ada yang “karena kebetulan benar” lebih besar).

Salah satu cara menentukan besaran sampel yang memenuhi hitungan itu adalah yang dirumuskan oleh Slovin (Steph Ellen, eHow Blog, 2010; dengan rujukan Principles and Methods of Research; Ariola et al. (eds.); 2006) sebagai berikut.

n = N/(1 + Ne^2)

n = Number of samples (jumlah sampel)
N = Total population
(jumlah seluruh anggota populasi)
e = Error tolerance
(toleransi terjadinya galat; taraf signifikansi; untuk sosial dan pendidikan lazimnya 0,05) –> (^2 = pangkat dua)

Untuk menggunakan rumus tersebut, pertama-tama tetapkan terlebih dahulu taraf keyakinan atau confidence level (…%) akan kebenaran hasil penelitian (yakin berapa persen?),  atau taraf signifikansi toleransi kesalahan (0,..) terjadi.

Misalnya kita ambil taraf keyakinan 95%, yaitu yakin bahwa 95% hasil penelitian benar, atau taraf signifikansi 0,05 (hanya akan ada 5% saja kesalahan karena “kebetulan benar” terjadi).

Nah, jika yang akan kita teliti itu sebanyak 1.000 orang karyawan, seperti dicontohkan di muka, dan taraf signifikansinya 0,05, maka besarnya sampel menurut rumus Slovin ini akan menjadi:

n = N/(1 + Ne^2)  = 1000/(1 + 1000 x 0,05 x 0,05) = 286 orang.

Cobalah gunakan rumus tersebut jika taraf keyakinan (kepercayaan) hanya 90% (taraf signifikansi 0,10)! Berapa banyak sampel harus diambil? Jawabnya:

n = N/(1 + Ne^2) = 1000/(1 + 1000 x 0,10 x 0,10) = . . . orang.

Jumlah sampel yang terambil lebih kecil daripada taraf signifikansi 0,05 (taraf keyakinan 95%), atau lebih besar?

Jawabnya: 1000/(1+10) =1000:11 = 90,9 = 91.

Nah coba pula, agar tidak keliru t.s. 0,10 (taraf kepercayaan 90%) dengan t.s. 0,01 (taraf kepercayaan 99%), hitung juga dengan populasi 1000 orang. Jadinya:

n = N/(1 + Ne^2) = 1000/(1 + 1000 x 0,01 x 0,01) = . . . orang.

Ada berapa orang sampel yang harus diambil?

Jawabnya: 1000/(1+0,1) = 1000/1,1 = 909,09 = 910

STOP!

Rumus Slovin ini tentu mempersyaratkan anggota populasi (populasi) itu diketahui jumlahnya (simbulnya N). Dalam bahasa saya disebut populasi terhingga. Jika populasi tidak diketahui jumlah anggotanya (populasi tak terhingga), maka rumus ini tak bisa digunakan. Lebih-lebih jika populasinya tak jelas (tidak diketahui keberadaannya, apalagi jumlahnya, misalnya orang yang korupsi atau nikah siri). Teknik sampling yang digunakan pun tentu tak bisa teknik yang bersifat random (“probability sampling”), harus menggunakan teknik yang sesuai (quota, purposive, snowball, accidental dsb.)

(18 Oktober 2011)

Apakah rumus Slovin bisa digunakan untuk mengambil sampel dengan taraf keyakinan selain 95% (taraf signifikansi 0,05)? Jawabannya: YA! Oleh karena itu dalam rumus Slovin disebutkan taraf signifikansinya (toleransi error atau galat) berapa. Ini uraian asli mengenainya.

Slovin’s Formula Sampling Techniques

By Stephanie Ellen, eHow Contributor
Stephanie Ellen

Stephanie Ellen teaches mathematics and statistics at the university and college level. She coauthored a statistics textbook published by Houghton-Mifflin. She has been writing professionally since 2008. Ellen holds a Bachelor of Science in health science from State University New York, a master’s degree in math education from Jacksonville University and a Master of Arts in creative writing from National University.

When it is not possible to study an entire population (such as the population of the United States), a smaller sample is taken using a random sampling technique. Slovin’s formula allows a researcher to sample the population with a desired degree of accuracy. It gives the researcher an idea of how large his sample size needs to be to ensure a reasonable accuracy of results.

  1. When to Use Slovin’s Formula

    • If a sample is taken from a population, a formula must be used to take into account confidence levels and margins of error. When taking statistical samples, sometimes a lot is known about a population, sometimes a little and sometimes nothing at all. For example, we may know that a population is normally distributed (e.g., for heights, weights or IQs), we may know that there is a bimodal distribution (as often happens with class grades in mathematics classes) or we may have no idea about how a population is going to behave (such as polling college students to get their opinions about quality of student life). Slovin’s formula is used when nothing about the behavior of a population is known at all.

    How to Use Slovin’s Formula

    • Slovin’s formula is written as:

      n = N / (1 + Ne^2)

      n = Number of samples
      N = Total population
      e = Error tolerance

      To use the formula, first figure out what you want your error of tolerance to be. For example, you may be happy with a confidence level of 95 percent (giving a margin error of 0.05), or you may require a tighter accuracy of a 98 percent confidence level (a margin of error of 0.02). Plug your population size and required margin of error into the formula. The result will be the number of samples you need to take.

      For example, suppose that you have a group of 1,000 city government employees and you want to survey them to find out which tools are best suited to their jobs. You decide that you are happy with a margin of error of 0.05. Using Slovin’s formula, you would be required to survey n = N / (1 + Ne^2) people:

      1,000 / (1 + 1000 * 0.05 * 0.05) = 286

About these ads

478 thoughts on “POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL RUMUS SLOVIN

      • pak maaf saya boleh nanya dan mohon bantuannya, saya lagi menyusun tesis saya bimbingn judul Hubungan antara Kompetensi, Motivasi dengan Kinerja Guru SMA dan uji statistikny menggunakan rumus slovin. penjelasan bapak yang saya baca sangat membantu. hanya saya ada sedikit kekurangan tidak punya buku referensi tentang rumus slovin. klo boleh maaf saya mau minta daftar pustaka tentang rumus slovin. makasih sebelumny y pak

    • selamat pagi pak, saya mahasiswa yang sedang skripsi. Mau nanya pak : saya ngambil sampel di pelayanan rawat jalan di sebuah rumah sakit dengan jumlah pasien 6842 pak, bagaiamana cara pak pehitungan sehingga dapat sampel di bawah seratus menggunakan rumus slovin ? tolong di bantu pak ya ???

      • Tampaknya akan sangat cocok untuk populasi yang relatif homogin, sehingga bisa menggunakan simple random sampling. Populasi yang homogin itu tidak mengandung strata/cluster. Tapi, filosofi dasarnya tetap berlaku, yaitu semakin dikehendaki taraf signifikansi (kemungkinan benar secara kebetulan, atau “error”/galatnya) rendah (0,05 atau 5% saja salahnya, 0,04 atau 4% saja salahnya), atau taraf kepercayaan mendekati seratus persen, ya harus makin banyak sampelnya.
        Jadi, ya gunakan saja untuk populasi-populasi yang jelas diketahui jumlahnya. Untuk populasi “tak terhingga” (sulit diketahui jumlahnya) apalagi populasi tak jelas (tidak diketahui banyaknya dan keberadaannya secara pasti), ya tidak bisa digunakan. Kita tak tahu kan berapa banyak perempuan yang sehari-hari biasa mengendarai sepeda motor “jantan” atau remaja putra yang mengenakan anting-nating di telinganya?! Itu contoh populasi tak jelas.

  1. Makasih…… banget pa, untung nemu tulisan bapak, cuma gara-gara rumus solvin ACC akripsi saya kepending… sekarang udah nemu, insyaallah besok sekripsi saya di ACC
    dech…
    semoga bapak sukses….

  2. pak, kalau rumus slovin bisa buat populasi tak hinga tidak pak?
    kalau utk populasi tak hingga sendiir gimana?

    thx banget
    mohon bantuannya

    • Tidak, karena populasinya tidak diketahui jumlahnya. Rumus Slovin mempersyaratkan populasi terhingga, ada jumlah tertentu yang diketahui = N) Jika populasi tak diketahui banyaknya, ya pakai nonrandom sampling aja, misalnya accidental atau purposive sampling.

  3. pak,mw nanya..
    Populasi sy adlh slrh auditor di kota X, Nah di kota X ada 9 KAP dg jmlh total auditor 70org,tp yg brsedia diteliti hny 5kantor dg total auditor 50. Maka yg dikatakan populasi dlm pnltian sy itu 70org ato 50org Pak? 50 itu sy jdkan smpel smua. Lo kuesioner yg kmbali hny 35 tu gmn pak? pa layak?
    mksh sblmny.

    • Kalau pembimbing Anda bilang ada populasi sasaran–seluruh yang termasuk kategori anggota populasi atau subjek (target population) dan ada “reached” (accessible) population–populasi yang benar-benar bisa dihubungi, maka target population-nya 70 orang (seluruh auditor di kota X), accessible populationnya 50. Untuk mudahnya, populasinya seluruh auditor di kota X (70) orang. Sampel diambil dari yang “bisa/mungkin dihubungi”–karena bersedia– yaitu dari 50 orang–sebanyak sesuai dengan angket yang kembali (35 orang-pakai teknik “convenience/opportunity sampling”). Populasi 70 itu sebenarnya harus studi populasi (sensus). Tapi, ya itu tadi, kan adanya cuma 35. Mau apa lagi. Coba lagi kontak semuanya sampai batas waktu tertentu. Jika tak juga dapat tambahan, ya sudah, gunakan 35 sebagai sampel. Analisis saja!

  4. pagi pak,saya mau tanya kebetulan saya sedang nyusun skripsi dan kendala ada pada rumus slovin..ketika saya ambil taraf signifikan 10% dan tingkat kepercayaan 90%,,kira2 alsan apa ya pak,yang harus saya sampaikan ketika ditanya knpa kamu memilih slovin dan tingkatnya 10%,,knpatidak 5%,,..terima kasih pak,
    di tunggu jawabannya pak,

  5. siank pa.iya saya sudah baca blog bapak sebelumnya,,saya sudah terlanjur buat 10%,n skripsi sudah masuk,,hanya menunggu sidang pak..,,kalo saya jawab 5% atau 10% sama saja gmna pak,tergantung tingkt kepercayaan dan keputusan peneliti,,kira2 bisa jadi alsan tidak pak,untuk sidang saya,terima kasih,,maf banyak tanya pak.

    • Ya jangan bilang sama saja, sebab 90% yakin benar dan 95% yakin benar itu tak sama. Jawabannya paling ya hanya mencoba lebih rendah dari taraf signifikansi 5% (taraf kepercayaan 95%), agar tak terlampau berat. Hehehe, sudah terlanjur, gimana lagi?!!!!

    • hi sist nana,

      aku juga pakai toleransi 10%, dan ditanya dosen ‘itu 10% dapat darimana?’
      sista ngasih alasan apa ke dosennya? please bagi-bagi. thanks

  6. JUMLAH POPULASI SAYA 100 KEPALA SEKOLAH DAN TARAF SIGNIFIKAN 0,05 (5%)..N BRAPA SAMPELNYA YA….

  7. Pak, saya mau tanya, kalau populasinya besar (di atas 5000) rumus apa yang bisa digunakan (yang jumlah ukuran sampelnya nanti paling kecil). Saya sudah coba pakai slovin, besar juga jadinya sampelnya. terima kasih sebelumnya.

    • Itu populasi 5000 kok banyak amat, memang populasi apaan? Ada cluster, ada stratanya (sebagai subpopulasi) enggak? Coba ambil sampel berjenjang. Cluster-cluster dan strata-stratanya diambil sampelnya dulu. Dari sampel cluster/strata itu baru dihitung dengan rumus Slovin untuk mengambil sampel yang acak sederhana (simple random sampling). Kan pasti akan menjadi kecil. Misal populasi ada di wilayah AMZ, dibagi ke dalam AMZ1, AMZ2, AMZ3, AMZ4, AMZ5. Dari lima subwilayah itu diambils ampel 50%nya (dua aja). Dari dua itu, misal AMZ3 dan AMZ5, dimbil lagi sub-subpopulasinya. JIka AMZ3 terdiri atas AMZ3a, AMZ3b, AMZc, AMZ3d, AMZ3e, AMZ3f, diambil sebagai sampel misal AMZ3a, AMZ3b dan AMZ3f. Ada berapa anggota populasi di AMZ3a? Ambil dengan rumus Slovin.

  8. Pak saya mw tanya kalo populasinya jutaan(pengunjung dlm 1 tahun),bisa tidak pk rumus ini??
    trs kalo dihitung pk rumus slovin untuk yang taraf signifikansi 10% ,berapapun jumlah populasinya itu hasilnya pasti 99,sekian.Jadi sampel yg diambil dibulatkan menjadi 100 sampel.
    Apakah memang seperti itu ya?
    trs kalau yg 5% apakah sama,kebetulan saya belum nyoba ngitung.
    Mhn dibantu!

    • Hehe. Kalau pakai 10% itu dosen suka keberatan, wong sepakatnya “ahli penelitian sosial” 5%. Nanti jadi masalah.
      Jika 1 tahun jutaan, kenapa tidak dikurangi untuk waktu sekian bulan aja, misal sebulan terakhir. Atau sampel diambil dulu dari bulan-bulan puncak kunjungan dan sepi kunjungan. Jadi, disampel bulannya dulu. Dari bulan tersampel (satu peak satu sepi), baru diambil sampel pengunjung. Yang dihitung dengan rumus Slovin subpopulasi pengunjung (bulan) itu.

      • maaf pak saya sedang menyusun skripsi, tentang mensampel bulan terakhir itu, referensinya darimana y pak?soalnya saya juga pakai itu diberi tahu saudara, tetapi beliau lupa sumbernya…hatur nuhun

    • Hehe, baca tulisan tentang signifikansi, atuh. Mari signifikansi kita artikan “hasil penelitian benar” saja, sebagai misal untuk mempermudah. Coba bayangkan kita akan membeli kambing 100 ekor. Kita cek 1 kambing sehat apa tidak. Jika satu ekor itu sehat, maka kita katakan bahwa kambing seratus ekor itu sehat. Lalu 100 kambing itu kita beli semua. Teman kita yang lain mengecek kambing yang akan dibeli itu semuanya (100 ekor). Dari 100 ekor itu diketahuinya ada 30 ekor yang sakit. Ia beli hanya 70 ekor saja, yang 30 ekor ia tak beli. Teman lainnya mengecek 25 ekor. Dari 25 ekor itu diketahui ada 5 ekor yang sakit. Jadi 5/25 atau 20% kambing sakit. Itu berarti bisa jadi dari yang 100 ekor itu akan ada 20% kambing yang pasti juga kambing sakit. Nah, mau beli, apa tidak? Kalau mau beli, kan asumsinya ada 20% yang sakit. Jadi pakai harga 80%-nya saja kalau beli. Tentyu tak kan rugi. Jika harga 100% rugi 20%.

  9. malam pak,,terima kasih untuk sharing ilmunya mengenai slovin
    akhirnya sidang skripsi saya berjalan lancar berkat share ilmu bapak,,terima kasih banyak ya pak,

  10. maaf pak mau tanya, saya rencananya mau ambil sampel di rumah sakit, kebetulan di instalasi rawat inap, bagaimana cara ambil sampel yang tepat, sedangkan pasien rawat inap hampir tiap minggu selalu berubah-ubah (keluar-masuk).

    • Maaf agak kelewat terbaca. Topiknya tentang apa sih? Kalau tentang kepuasan pelanggan, ya ambil saja “mingguan,” setiap minggu ada yang disampel, gitu, sampai beberapa minggu hingga jumlah dirasa cukup memadai untuk mendapatkan jawaban pertanyaan penelitian. Sukur kalau bisa diambil dari masa penuh pelanggan (peak season), dan masa jarang pasien. Tapi ini susah ya. Ya udah sampel mingguan saja dalam jangka bulan tertentu, misal tiga bulan. Sampel minggu menggunakan ordinal (systematic sampling).Misal (kalau dipakai angka bulan sekarang sebagai patikan, yaitu Agustus alias 8, itu berarti sambel terambil mulai dari minggu kelapan sejak ditetapkan. Lalu ambil misalnya selisih (kelipatan) dua. Jadi akan terkena minggu ke-8, ke-6, ke-4, ke-2, lalu ke-10, ke-12 dst.

  11. lanjutan:

    rumah sakit ini baru beroperasi krng lbh 3 thn, jadi pasien dlm sehari cma da belasan org.

    • Tetapkan saja dulu akan sejak berdiri, atau hanya tahun terakhir. Terakhir pun mungkin hanya bulan terakhir sejak pengambilan data, selama tiga bulan, katakan. Misal sejak 1 September 2010. Bisa pakai sampel hari (ordinal selang 3 hari, misalnya), Tanggal 9 (ikut angka bulan September), 12, 15, 18, 21 dst.

  12. Selamat malam pak, mohon pencerahan…. saya sedang nulis skripsi dan bimbingan. pas ambil sampel thd sekitar 210 populasi pake rumus slovin dapet 131, e=5%, tapi kalo pake nomogram harry king dengan tingkat eror 5% dapet prosentasi populasi yg diambil sbg sampel krg lbh 58% trus dihitung2 dapetnya sekitar 19/20 orang (sugiyono, 2006:101). itu dah cukup representatif ga pak?
    heheheh.. terus terang di kantor ber-strata dan banyakan pejabatnya, kalo nyebar angket banyak2 kuatir ndak berkenan para beliau tsb…
    makasih pak maaf banyak nanya dan agak melenceng dari judul… ditunggu segera ya pak jawabannya. dah ga kuku mau nulis lagi…. :D

    • Rumus Slovin kan sebenarnya untuk random (simple random), populasinya homogen. Lha, kalau berstrata kan sebaiknya gunakan teknik stratified sampling. Itu pun akan sangat baik jika proportional. Jadi coba cermati lagi kondisi (karakteristik populasinya. Soal representativitas, itu kan banyak pendapat. Pakai saja yang kira-kira lebih logis. 20 orang dari 200 kan 10% ya?! Cukup representatif?

  13. Selamat sore pak,,,bagaimana ya pak nentuin sampel yang populasinya belum diketahui?
    misalnya mw nyebari kuesioner kepada masyarakat X yang mana jumlah penduduknya belum saya ketahui..mohon dibantu ya pak…

    • Baca atuh tulisan tentang sampling (pengambilan sampel) selengkapnya di blog ini juga, banyaaaak sekali, bukan tentang rumus Slovin aja. Kan ada tuh yang untuk populasi tak diketahui pasti jumlahnya. Ada quota, ada accidental/opportunistic/incidental, ada purposive, ada snawball sampling.

  14. Pak, kalau mau menghitung jumlah sampel untuk jumlah populasi tidak diketahui ada rumusnya kah? Kalau tidak, atas dasar apa saya harus menyebutkan salah satu dari teknik sampling yang sudah dibahas tadi

    • Coba dibaca cermat teknik-teknik sampling yang saya tulis di blog ini. Teknik yang digunakan disesuaikan dengan karakteristik populasinya, kan! Populasi dengan karakteristik tertentu akan cocok dengan teknik tertentu pula.

      • asalamualaikum..pak. sy mneliti corelasi dua variable samplex 131 siswa dibagi 5 kls.yg sy cri pngaruh dri variable x kpd y..sy bngung pke rms p?

      • Pahami variabel yang dikorelasikan itu jenis apa: nominal, ordinal, interval. Buka tabel statistik teknik analisis yang cocok digunakan untuk korelasikan antar variabel tersebut. Di buku saya Menyusun Rencana Penelitian (RajaGrafindo Persada, Jakarta) ada dimuat. Silakan dicari di perpus (udah tak terbit lagi karena dibajak orang).

  15. pak saya mau ambil sampel di SMA jumlah populasinya 467 nah kalo pake rumus slovin dapet 83 orang dgn e = 10 %, nah pak dari 83 orang itu dibagi lagi tidak per kelas ? ato langsumg gunakam simpel random sampling? terima kasih sebelumnya.. :))

    • (1) Sebaiknya gunakan taraf signifikansi 0.05 (taraf kepercayaan 95%) bukan 0.10 (tk 90%). Itu yang lazim digunakan dalam ilmu sosial.
      (2) Pengambilan sampel dengan memperhatikan strata (kelas) tergantung apa yang akan diteliti. Ada tidak “pengaruh” kelas (tingkat, tahun masuk) dengan topik penelitian. Kalau prestasi belajar mungkin tak ada pengaruhnya, karena yang dipelajarinya kan beda-beda sesuai dengan tingkatnya. Apalgi selera makan, tak ada kaitan dengan kelas/tingkat. Tapi kalau dengan menilai sekolah “menyenangkan/memuaskan” atau tidak, yang sudah lama kan jauh lebih “banyak makan asam garam,” termasuk menilai “kepemimpinan kepala sekolah.”

  16. siang pak,pak saya mau ambil sampel di SMA jumlah populasinya 467 nah kalo pake rumus slovin dapet 83 orang dgn e = 10 %, nah pak dari 83 orang itu dibagi lagi tidak per kelas ? ato langsumg gunakam simpel random sampling? terima kasih sebelumnya.. :))

    • sista jadi pakai toleransi kesalahan 10%?
      alasannya pakai apa? aku uda terlanjur pakai 10% karena ngumpulin respondennya susah banget, total populasi 39, aku dapat 30 respon, kalau pakai 10% kan minimal responden 28 orang. gimana ini ya :3 mohon bantuannya buat alasan pakai 10% tadi

  17. saya mau tanya, bisa dapat taraf kesalahan 1%, 5% dan 10% itu dari mana?
    apakah dalam penelitian penentuan taraf kesalahan dngan cara memilih dari ke tiga taraf kesalahan tsb?
    makash bnyak

    mohon kirim ke EmalQ jga

    • Mau berapa yakin hasil penelitian tanpa kesalahan? Jika yakin 100% akan benar, tanpa kebetulan benar, ya taraf kesalahannya 0%. Itu saja. Hehehe…. Ya baca dengan cermat, kok bisa ahli sosial umumnya pakai ts 5%, ahli alam pakai 1%. Itu antar mereka sepakat saja begitu, logisnya begitu, katanya. Ada di berbagai buku Statistik dan Penelitian.

  18. ada tidak RUMUS untuk mencari taraf kesalahan baik tu 1%, 5% atwpn 10%?
    kalo ada seperti pa rumusnya ?

    Kirim jga ke emailQ

    • Nanti saya tulis deh, biar jelas “ceriteranya.” Sampai saat ini (Idul Adha) belum saya jumpai naskah aslinya, yang ada hanya berbahasa Indonesia. Coba dulu buka “nomogram harry king” gitu, nanti kan bisa baca sendiri. Maaf.

  19. Alow…pak minta solusi terkait rumus untuk menentukan sampel jika populasinya tidak ditahui??? …..

    • Tak ada. Ambil sampel yang menurut “judgment” logis memadai untuk memprediksi (memperkirakan) sifat-sifat keadaan populasi (menduga “paramater”) akan seperti sampelnya.

  20. trims kesempatan yg diberikan pak, skrg ini saya lagi nyusun tesis.
    kendala yang saya hadapi bagaimana menghitung sample dengan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 10% maksud saya menghitung dengan kalkulator.

    mohon diberikan langkah-langkahnya.
    wasalam.

    • Coba tuliskan rumus Slovin ke dalam perkalian biasa dengan mencantumkan banyaknya N (anggota populasi). Jika kesulitan menghitung sekaligus, lakukan bertahap (bagi-bagi rumus itu ke dalam bagian-bagian hitungan)!

  21. aslkm pak maaf ni saya nanya lagi
    df = N-2 artinya apa ya pa?
    2 disana menandakan apa?
    terima kasih banyak. wasalam :D

    • Saya agak ragu dengan rumus df = N-2. Yang dimaksud df = degree of freedom. Itu bahasa chi-square (kay-skwer), yang suka-suka dibaca X kuadrat. Coba telaah di situ, ya. Termasuk di buku yang menuliskan rumusnya seperti itu.
      Ni keterangan tentang df.
      If there is one independent variable, df = r – 1 where r is the number of levels of the independent variable.

      If there are two independent variables, df = (r – 1) (s – 1) where r and s are the number of levels of the first and second independent variables, respectively.

      If there are three independent variables, df = (r – 1) (s – 1) (t – 1) where r, s, and t are the number of levels of the first, second, and third independent variables, respectively.

  22. jadi df = N-2 pada artikel yg saya punya digunakan untuk menghitung r tabel dari uji validitas.
    mis, responden ada 30 org jd df = 30-2 = 28, nah angka 28 tsb dilihat di tabel nilai kritis untuk korelasi pearson dengan tingkat sig 5% dan hasilna 0.361.
    nanti sewaktu sidang, jika ditanya df = N-2 saya harus jawab apa?
    dan 2 itu menerangkan apa?
    apakah menggambarkan variabel yg di uji validitasna?
    terima kasih pak,

    • Wah, ternyata rumus uji validitas, ya. Bukan hanya uji validitas, tapi korelasi Product Moment rumusan Pearson pada umumnya. Nah angka 2 itu yang masih belum ada keterangan. Pokoknya orang pakai saja, begitu. Sedang saya lacak dulu, masih belum ada keterangan penjelas.

  23. pak mau tanya,,,
    ini disuruh menentukan sampling dan jumlah sampel untuk masing-masing populasi berikut ini,,
    A. lokasi penelitian adalah suatu desa yang memilki karakteristik heterogen dengan N= 2.525 orang
    b. lokasi penelitian adalah SMA dengan N= 624 yang terbagi dalam :
    kelas x = 210
    kelas xi = 205
    kelas xii = 209

    tlong bantu pecahkan masalah ini pak maksih

  24. assalamualaikum wr. wb

    pak saya sedang mengerjakan skripsi saya yang berjudul “karakteristik dan respon konsumen terhadap minuman teh merk X di suatu ritel”.
    bagaimana cara menghitung jumlah sampel nya? sedangkan untuk jumlah populasinya tidak diketahui.

    terimakasih
    wassalam

  25. Pak Tatang yth,
    Penjelasannya sangat mudah dimengerti. Bentuk tulisan seperti ini sangat membantu agar orang tidak takut dan menyukai analisa kuantitatif. Bapak pasti cerdas karena yang bisa menyederhanakan masalah adalah orang yang cerdas. Terima kasih banyak semoga sukses selalu.

    • Terima kasih. Cerdas sih enggak juga, sih. Cuma gitu saja, lah, karena tugasnya harus mengajari orang, ya sebisa-bisa bagaimana sajalah caranya agar komunikatif, orang paham. Jadi, ya pakai “cara ndeso,” saja, yang gampang. Pakai “cara Landa” kan susah!

  26. Pingback: Proposal Penelitian UJI KORELASI RANK KENDALL TAU UNTUK MENGETAHUI HUBUNGAN ANTARA IQ DAN PRESTASI KERJA KARYAWAN PT. SINARMAS « statisticalblog

  27. pak tatang yang terhormat…
    sy berencana meneliti tikus yg disensitisasi agar menjadi asma…
    bagaimana cara pengmbilan sampelnya??
    apakah saya bisa memakai teknik consecutive sampling??
    semua tikus sy teliti mungkin hanya sekitar 20 ekor saja

    terimakasih
    sungkem dari jawa

    • Ah, itu sih eksperimen. Tak ada sampel-sampelan. Bukan survai, kok. Bunyi aja setelah beberapa tikus disensistisasi … Tentu dengan ada pembanding tikus yang tidak disensitisasi. Baca buku eksperimen IPA, bukan penelitian sosial.
      Kok sungkem dari Jawa? Saya kan di Jawa juga, bukan di mBandung!

  28. asalamualaikum pak,
    mau minta tolong lagi nich sm bpk,

    lokasi penelitian saya di kampus, dan jumlah populasi 1300 mhsw, jml tsb didapat dari 4 angkatan: ang 2006 – 2009. dan saya sudah memakai rumus solvin,
    apakah saya harus menggunakan teknik Stratified Random Sampling, sedangkan penelitian saya tentang preferensi mahasiswa??

    dan apakah saya uji kecukupan data?
    jika iya, rumusnya apa?

    terima kasih banyak pak.

    • (1) Memang strata berpengaruh terhadap preferensi? Maksudnya adakan ada perbedaan karena anagkatan? Jika ya, ambil sampel dari tiap strata. Jika tidak, random sederhana.
      (2) Apa itu uji kecukupan data? Tidak ada. Itu konteksnya validitas alat ukur (kalau mengukur: tinggi rendah, sedikit banyak dsb.). Nah, jadi, tinggal “konsep” preferensi itu yang harus dipertegas diperjelas!
      (3) Jika kecukupan data dimaksud data dari sampel, kan sudah gunakan rumus Slovin. Kata Bapak Slovin (bukan Bapak TB), jika sampelnya sudah cukup, maka datanya ya cukup!

  29. pembimbing saya itu, mau menegaskan lagi, apakah sampel yang 95 responden itu (hasil dari perhitungan solvin) sudah bisa dikatakan cukup?
    bagaimana membuktikannya pak?

    • Coba hitung lagi deh, dari 1300 anggota populasi (= N) apa benar dengan rumus Slovin ketemunya 95? Rumusnya kan n = N/(1 + Ne^2) = n = 1300 : [1 + (1300 x 0,5 x 0,5)] = . . . (95,58 = 100). Nah, kalau sudah benar, jawab saja, itu menurut rumus Slovin. Untuk t.s. 0,5 menurut Slovin sampel sudah cukup. Menurut rumus yang lain, ada yang bilang jika populasi lebih dari 1000 sampel 10%-15%an, jadi 130 – 195. Ya tinggal pilih, teknik siapa yang akan digunakan. YRumus kedua hanya rumus kira-kira, tidak “sakelek” (zakelijk) statistik. Slovin hitungan ilmu statistik. Mangga.

  30. maaf pak koreksi sedikit,
    hitungan bapak salah, jika taraf signifikan (e) 5% berarti 0,05 dan hasil rumus solvin na n = 1300/(1+(1300×0,05×0,05) = 305,88

    itu terlalu banyak, jadi saya pake taraf sig (e) 10% hasilnya 93,
    jadinya saya harus pakai yg mana?

    • Hihi… iya ya. Salah tulis desimal persentase. Ya, biar tidak terlampau banyak, tapi tak terlampau sedikit, coba aja pakai e = 0,075, jangan terus pakai 0,10, kan dilihat dosen terlampau sedikit. Kalau t.p 92,5% = t.s. 0,075 kira-kira dapat berapa (yang sebanding dengan, alias bersekitaran, kalau misal ambil 10% sampel dari populasi = 130), supaya ada rumus statistik yang pas, gitu. Kan boleh turun dari 95% yakin (t.s. 0,05), menjadi hanya yakin 94% (t.s. 0,06), 93%, 92,5% dst. jika gunakan rumus Slovin.

  31. yang paling mendekati 10% adalah t.p 92% = t.s 0.08 n = 140!

    wahhhhh banyak jg ya pak, tapi dengan jumlah segitu pasti cukup ya pak?
    dan tdak perlu ada uji kecukupan data?
    makasih banyak ya pak, maaf bgt jadi ngerepotin n mengganggu waktu bpk. :)
    makasih bapak, bapak memang paling T.O.P BGT dah, heheh

    • Menjawab itu amal jariyah, kan?! Hehehe…. Biar dapat pahala, celengan akhirat. Nggak repot juga, kok. Malah asyik. Makasih pujiannya, hidungku jadi melembung. Hehehe…

  32. assmua’laikum..
    pak mf menggu mw tnya saya mw penelitian lokasi SMA
    saya mw mengmbil populasi ank 200 org dari 5 kelas.
    sebaik nya berapa persen yg hrus saya ambil untuk djdi kn sampel dalm quantitativ research.
    sblum nya trimakasih bpak dtggu blasan secpatnya

  33. pak saya mau tanya, kalo penelitian kuantitatif memang harus menggunakan rumus slovin atau metode lainnya. kalo penelitan kualitatif yang berupa studi kelayakan, adakah rumus dalam menentukan jumlah sampel? misal populasi 3300, berapa jumlah sampel yang diperlukan? dimana studi kelayakan data sampel yang digunakan bukanlah data utama melainkan data pendukung.
    terima kasih pak.

  34. pak saya mau nanya..
    klo dengan rumus slovin ini nanti pengambilan sampling nya secara konsekutif bisa gak??
    terimakasih pak..

    • Pengambilan sampel dengan tekbik konsekutif mirip dengan “convenience” sampling, yaitu mengambil sampel yang paling mudah terhubungi (diperoleh). Ini termasuk teknik nonrandom atau nonprobability sampling, pengambilan sampel yang tidak adil, tidak memberi kesempatan semua anggota populasi terambil sebagai sampel. Kenapa? Karena populasinya “tak terhingga,” misalnya, atau “sulit dijangkau.” Konsekuensinya, karena tidak adil (nonprobalitiy, nonrandom) hasil dari sampel tidak bisa sepenuhnya digeneralisasikan. Padahal Slovin mempersyaratkan derajat signifikansi tertentu. Jadi, jangan dicampuradukkan. Kalau populasinya jelas, ya gunakan random samping, jangan yang nonrandom. Jika tak jelas atau tak terhingga, ya gunakan teknik nonrandom dengan segala keterbatasannya.

  35. Pak, mau nanya… Subjek penelitian saya kira-kira 200 orang, dengan jumlah aitem sebelum try out 88 buah.
    Jadi, sebaiknya aitem saya itu di-try out ke berapa orang ya?
    Thanks…

    • Kalau itu sih tidak ada patokan. Try-out itu yang penting “keterbacaan” angket oleh subjek, dan sudahkah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Baik, itu artinya dimengerti oleh orang lain, benar itu tatakalimatnya mengikuti tatakebahasaan. Lainnya, yang harus dilihat itu logis tidak, bener tidak secara nalar “isi” pertanyaan, dan sudah mencakup meliput apa yang harusnya diukur. Angket mengungkap tak perlu risau tentang validitas, misalnya kalau cuma bertanya “Berapa ekor kambing yang dipunyai?”

  36. Mau nanya lagi pak.. (Maaf… Statistikku lemah)
    Analisis data itu kita buat sendiri atau berdasarkan teori. Misalnya, mengelompokkan subjek penelitian berdasarkan jenis kelamin, usia, jumlah saudara, dan lain-lain. Kalau tak ada teori, gimana?

    • Segala sesuatu yang sudah tidak perlu diuji-cek lagi sebagai yang sudah benar, namanya “asumsi” (awas, bukan duga-menduga), sebagian sudah menjadi postulat, sama juga, sesuatu yang sudah sangat pasti. Contoh postulat: semua orang punya kemampuan, tapi juga punya kelemahan. Semua orang punya alat pengamatan (indra), tetapi indra itu pun punya kelemahan. Manusia itu berjenis kelamin, berkeluarga, saudara. Itu semua postulat. Tak perlu diuji dicari teorinya. Tapi, berapa banyak rata-rata orang di kampung X punya saudara, itu faktual empirik lapangan riel. Berapa rata-rata usia hidup orang kampung XYZ, itu faktual empirik (semua orang lahir dan akan mati–itu postulatnya). Jadi: (1) kita bisa membuat kelompok-kelompok dan kelas-kelas (rieal) berdasarkan postulat yang sudah ada; (2) kita bisa membuat kelompok-kelompok “baru” dari lapangan (jika memang ada yang baru)–postulatnya tetap: ada kelompok, ada jenis, ada kelas pada makhluk penghuni dunia. Nah, jadi, buatlah kelmpok-kelompom erdasarkan data riel dengan emgnacu “postulat” yang ada, itu termudah.

  37. jadi pak klo rumus perhitungan sampel untuk teknik konsekutif atau nonprobability sampling, mending pake apa ya pak??
    saya masih bingung,,
    judul skripsi saya itu “kejadian diare akut yg disbabkan rotavirus dan komplikasi malabsorpsi KH di……”
    jd nanti saya mengambil sampel secara konsekutif, dimana ada pasien diare yg baru dirawat, maka lgsg saya masukan ke dalam penelitian saya,,

    oiya sebelum nya saya pernah nanya ke ahli statistik, kata nya bisa digunakan rumus slovin utk mencari sampel minimal penelitian saya, untuk populasi nya bisa dimasukan angka kejadian diare pada tahun lalu..

    terima kasih pak..

    • Ya, itu artinya populasinya populasi tahun lalu. Hehe. Populasi tahun ini berapa, padahal belum akan akhir tahun. Ya sudah, ambil pasien yang ada sekarang. Subjeknya kan yang diare akut karena rotavirus dan komplikasi malabsorbsi, yang akut bukan karena itu tak masuk, apalagi yang hanya diare biasa. Temukan saja yang begitu, diagnosis (analisis) dari yang ada itu, sampai kira-kira yakin apa yang dicari tertemukan. Kan itu “kasus” khas.

  38. Selamat siang pak, kbetulan sy ingin mengambil sampel di suatu pusat perbelanjaan seperti di mal. Sy rencana ingin mengambil sampel sekitar 350 org dgn asumsi 50 org per hr dlm seminggu. Menurut bpk bgm?? Apa sdh mencukupi ato msh kurang? Mengingat jumlah pengunjung mal yg sgt byk pula. Ato adakah rumus yg bs sy pakai dlm menentukan jumlah sampel tsb? Makasihhh….:)

    • Tidak ada masalah. Pakai yang convenience sampling aja. Jangan-jangan 350 terlampau banyak. Judment-nya pada apa data yang diperlukan sudah terperoleh atau masih belum. Itu saja. Jika dengan 100 orang sudah mencerminkan, 100 pun cukup.

  39. Selamat siang Pak,tulisannya sangat membantu sekali,terutama buat mahasiswa/i yg sedang stress bikin skripsi,hehehe. Ada yg ingin sy tanyakan,Pak..yang saya baca tadi bpk mengatakan bahwa standard error di dlm rumus slovin sdh “dpatenkan”kalau ilmu bidang sosial umumnya pakai 5%, ilmu alam pakai 1%, sampel sy dr populasi konsumen yg membeli dan menggunakan kendaraan bermotor (ini tmsuk pnelitian bidang sosialkah?),sy pakai rumus slovin dgn error 1%,yg hsilnya sy bulatkan mjd 100 (dr 98,72),krn kalau sy pakai yg 5% bsar sekali sampelnya (>300),kr2 menurut bpk bgmana?apakah tdk masalah atau sy harus ubah error mjd 5%? dan satu lagi,metode pemilihan sampel sy nonprobabily jns judgement sampling.setau sy judgement sampling itu bagian dr purposive sampling, purposive itu bs diterapkan untuk jns data kuantitatif atau kualitatif atau dua2nya?krn jns data sya termasuk kuantitatif..
    trima kasih atas jwbnya,Pak
    Best regards..

    • (1) Kok aku jadi bingung. Populasinya ada berapa, memang? Kenapa jadi nonprobability purposive? Whe, lha, wong rumus Slovin itu itu untuk probability (random) sampling, karena populasinya terhingga (jelas jumlahnya, bisa dihitung cacahnya). Yang tambah bingung, wong t.s. 0,01 (t.p. 99%) kok jadi lebih sedikit sampelnya dibanding yang t.s. 0,05 (t.p. 95%)? Lazimnya, logikanya, jika pingin taraf signifikansinya lebih rendah (lebih sedikit kebetulan benar) maka sampelnya harus lebih banyak. Coba deh cek lagi. (2) Kalau soal analisis ya tergantung jenis data yang akan dianalisis. Hati-hati, bukan jawaban respondennya, tapi yang dianalisisnya. Misalnya ada dua pilihan bagi responden (konsumen rumah makan, gitu), yaitu lebih suka (milih makan dengan lauk) gudeg apa suka sayur lodeh. Jawabannya gudeg atau sayur lodeh. Yang dianalisis kan bukan jawabannya (gudeg atau lodeh) itu, tapi berapa orang yang suka gudeg dan berapa orang yang suka sayur lodeh, agar sajiannya tidak lebih tidak kurang untuk masing-masing orang yang sukanya berbeda itu. Karena berkait dengan jumlah (banyaknya), maka itu dihitung-hitung. Karena dihitung-hitung, maka itu analisis kuantitatif.

    • Melakukan ananalisis terhadap banyak data yang sudah ada. Bukan data tunggal yang digali diteliti dikumpulkan sendiri (data primer). Yang dianalisis itu umumnya merupakan data sekunder, data yang sudah dihimpun orang (atau sudah terhimpun oleh satu lembaga)

  40. assalamualaikum pak…..
    langsung saja pak saya ingin bertanya mengenai populasi….
    saya ingin meneliti mengenai situs komunitas terbesar pada suatu forum yang membernya berjumlah 2,5 juta orang…
    dalam masalah ini saya kan tidak mungkin mengambil smua populasi itu kan pak. karena pasti juga sangat banyak….
    jadi saya berfikir mengapa tidak diperkecil menjadi bagian regional saja….
    akan tetapi dalam hal ini, forum komunitas ini kan tidak mencantumkan bagian regional pada membernya yang membuat saya bingung. bagaimana saya bisa tahu populasi pada regional itu y pak?
    jika saya membuat sebuah treat yang ingin menanyakan regional yang ingin saya teliti. itu bisa tidak y pak??saya takutnya tidak bisa digunakan dalam mengambil sample karena ada kesalahan dan juga mungkin tidak sah???
    bgmn y pak baiknya???
    wassalam

    • Itu artinya kedudukan populasi dan jumlahnya tak diketahui dengan pasti. Jadi, random (acak) saja berdasarkan catatan anggota populasi (member komunitas) yang diketahui. Akhirnya, karena sifat populasi seperti itu, ya kembali ke sampling tak random juga, ambil convenience atau quota sampling sampai data yang dikehendaki terhimpun memadai. Maaf baru jawab, saya ada acara di LN dan tak dapat akses internet cepat.

  41. asslmualaikum bpk,saya suka sekali baca tulisan bpk karna mudah skali dimengerti.ada yg saya ingin tnyakan dgn bpk, saya sdang meneliti dgn objek penelitiannya masyarakat bandung yg sudah pernah menonton suatu tayangan di televisi, bagaimana cara mengambil sampelnya jika kasusnya seperti ini pak?
    terima kasih..

  42. malam pa….
    pa,,saya disaran kan oleh dosen saya pake rumus SLOVIN ini..dikarenakan sampel saya diketahui yaitu sekitar 50rb lebih….
    kata bapak kan,,standar taraf signifikasinya kan 0,05% atau sebesar 5%..
    akan tetapi setelah saya hitung dah hasilnya menunjukkan jumlah sampelnya itu sebanyak 398….
    tetapi setelah memakain 10%,,hasilnya menjadi 99,88 sampel (saya bulatkan jadi 100)….
    nah kira2 boleh tidak pak saya memakai taraf sinifikasinya 10%….
    mohon dijawab pa!!!!!
    terimakasih
    selamat malam

    • Mau yakin hasil penelitian benar 95% atau 90% (benar kebetulannya hanya 5% atau kebetulan benar 10%)?Ya tinggal pilih itu saja. Dasarnya kan itu, sebab kita tidak bia yakin 100% hasil penelitian kita benar-benar benar.

  43. wah, terima kasih banyak pak…..
    saya jadinya menghitung dengan slovin saja…
    jadi populasi di generalkan saja pak….
    terima kasih pak…

  44. assalamualikum.. wr.wb.
    salam sukses untuk bapak… saya tertarik.. dengan postingan bapak.. sangat membuka wawasan saya mengenai rumus slovin….
    yang saya ingin tanyakan… Populasi 20 org yang dijadikan sampel 18 org… di kecamatan. rumus slovin ini cocok atau tidak untuk dijadikan analisis data… dengan kaitannya dengan eksplanasi asosiatif, dan teknik anilisis regresi linier.. saya mengambil judul “Penataan ruang kantor terhadap kinerja pegawai”.. apakah nyambung.. pak… klo gak nyambung mohon diberi pencerahannya. thanks sebelumnya ya pak tatang…
    wassalamualaikum. wr. wb.

    • Penataan ruang kantor itu bukan variabel (sama untuk semua, kan?). Jadi tak bisa dikorelasikan, diasosiasikan, diregresikan. Yang bisa “persepsi karyawan terhadapnya” (merasa lebih nyaman, biasa saja, lebih tidak nyaman) baru dikaitkan dengan variabel kinerja. Populasi 20 ya ambil semua. Tapi, jangan-jangan tak ada gunanya penelitian hanya terhadap 20 orang, dan sekantor lagi. Beda jika dari berbagai kantor dengan beragam tataruang kantor.

  45. terima kasih pak atas jawabannya…….
    pikiran saya lebih terbuka……
    maaf pak sebelumnya saya tambahkan sedikit dr pertanyaan saya… maksud saya 20 org itu sampel keseluruhan, tidak termasuk camat dan sekcamnya pak.. jadi 18 org… jd menggunakan sampel jenuh.. !!!! jd metode analisis data apa yang cocok untuk penelitian ini pak???? dalam penelitian ini saya menggunakan metode kuantitatif….
    Penataan ruang kantor ini saya batasi melalui sistem tata meja, sistem pencahayaan, dan sirkulasi udara terhadap kinerja pegawai di kantor camat tersebut pak.
    Sekali lagi… saya minta bantuan bapak untuk memberikan pencerahan….
    terima kasih sebelumnya pak. semoga ilmu yang bapak pelajari khususnya metetodologi penelitian. mendapat kan keberkahan… dari ALLAH S.W.T. AMIN….

    • Ada 18 gelas berisi air bening. Semua dikucuri sirop warna merah. Sekarang warna air di gelas jadi apa? Ada 18 orang karyawan. Mereka bekerja di ruang yang tataruangnya sama. Mereka bisa berbeda kinerjanya? Karyawan itu gelas air bening, sirop merah itu tataruang.
      Ada 18 gelas berisi air bening, kuning, hijau, dan biru. Semua diberi sirop warna merah. Apa warna air di gelas-gelas itu sekarang? Berbeda-beda, ya. Kenapa berbeda? Karena aslinya sudah berbeda, bukan karena sirop yang diisikan.
      Ada 18 karyawan yang punya bakat, kemampuan, kerajinan, dan ketekunan berbeda. Diberi ruang kerja yang sama. Jika mereka berbeda, bukan karena ruangnya, kan, tapi karena bakat, kemampuan, kerajinan, dan ketekunan aslinya yang berbeda. Jadi, yang bisa dikorelasikan itu jika dua-duanya variabel (beragam, tak sama). Jika siropnya beda-beda, air bening yang dikucuri juga akan beda warna. Jika siropnya sama, ya aior bening itu akan berwarna sama.
      Iyalah, jika A diberi uang seratus ribu, juga B, juga C, juga D. Apakah kekayaan (pemilikan uang) mereka akan berbeda? Adakah korelasi antara pemberian uang seratus ribu dan tinggi rendahnya kekayaan (pemilikan uang) si A, B, C , D? Ya enggaklah, kalau mereka tadinya sama-sama tidak punya uang sepeserpun. Jika si A tak punya uang, si B punya seratus ribu, si C lima puluh ribu, dan si D sejuta, jika ada perbedaan kekayaan (pemilikan uang) itu apakah karena pengaruh diberi seratus ribu? Ya, enggak lah!
      Bingung, ya?! Ya itulah kesalahan pemahaman mendasar peneliti pemula. Maka, berkali-kali saya harus menjelaskan apa itu variabel dan apa itu konstanta. Dan selalu ditegaskan bahwa yang bisa mengubah sesuatu menjadi berbeda-beda itu adalah sesuatu yang merupakan ubahan (variabel), bukan konstanta (yang tidak punya sifat beragam di dalam dirinya, contohnya sirup merah itu, ia tidak beragam, hanya satu ragam, yaitu merah).

  46. Assalamualaykum..
    Yth Pak Tatang,
    Kebetulan saya sedang mencari referensi tentang teknik sampling dari Slovin untuk Bab III saya. Saya mohon ijin ngopy tulisan bapak.
    Terimakasih.

  47. maaf bapak solusi slam knal……
    saya mau tnya trkait taraf signifikansi 1%,5% dan 10 %
    sya mempunyai jdul skripsi keuangan namun untuk laporan tersebut sya menngunakan taraf signifikansi 10 %!!!
    Nah, saya mau tanya alasan kita pke taraf signifikansi 1%, 5% dan 10% tu apa bapak solusi ???
    sejauh ini saya bsa membuat namun tk bsa memberikan alasan atas pertnyaan diatas………????
    Mhon bntuannya Bapak Solusi :'(..

    • Yakin 100% hasil penelitian kita benar-benar benar (0% yang kebetulan saja benarnya), atau hanya yakin 99% hasil penelitian kita benar sebenar-benarnya (kemungkinan ada 1% yang menjawab benar karena kebetulan saja benar., bukan karena benar), apa hanya akan yakinnya 95% benar (5% kebetulan saja benarnya), atau yakin 90% benar (10% benar karena kebetulan benar). Dasarnya apa? Ya orang-orang yang ditanyai itu benar-benar sejujur-jurunya dan ajeg tidak mencla-mencle menjawab benar! Jangan-jangan ada yang asal jawab, seperti ketika ada pengamen ecek-ecek terus kita beri uang biar pergi, beda dengan pengamen yang kita nikmati benar karena enak didengar, lalu kita beri uang banyak.

  48. pak maaf saya mau tanya saya sdng menyusun skripsi, jadi dalam rms solvin dlm perhitungan populasinya tdk boleh menggunakan stratified random sampling ya pak????
    terima kasih sebelumnya

    • Hus, stratified random sampling itu kan teknik mengambil sampel dari populasi, bukan ngitung populasi. Ya populasinya ada berapa anggota (jumlah subjek dalam populasi berapa). Untuk ambil sampelnya gunakan rumus slovin dari total anggota populasi itu (misalnya anggotanya ada 345 orang). Setelah diketahui berapa sampel akan diambil, maka “dibagi” menurut stratanya (stratified) secara proporsional (menurut jumlah anggota per populasi), yang anggota lebih banyak, akan dapat sampel lebih banyak, gitu. Misal sampelnya 10; strata 1 anggotanya 20, strata 2 20, strata 3 10. Perbandingannya 20 : 20 : 10; atau 2 : 2 : 1. Jumlah angka perbandingan 5. Jadi, tiap “satu” perbandingan itu itu sama arti dengan dua, diperoleh dari 10 (jumlah sampel seluruhnya yang akan diambil) dibagi 5 (jumlah bilangan perbandingan); alias 10 : 5 = 2. Maka dari strata 1 akan diambil 2 x 2 = 4 orang, strata 2 juga 2 x 2 =4 orang, strata 3 1 x 2 = 2 orang.

  49. Salam kenal Pak Tatang,

    Saya suka sekali dgn gaya bahasa penjelasan Bapak yang lugas dan sangat mudah dipahami oleh berbagai lapisan :-).
    Kebetulan juga saya ada pertanyaan tentang teknik kuantitatif, menggunakan kuesioner.
    1. Jumlah data yang dianalisis berdasarkan slovin itu (baik 5%-10%) adalah data valid setelah kuesioner diterima/berdasarkan kuesioner yang disebarkan?
    2. Berarti memang, apabila kita menggunakan Slovin, maka tidak perlu uji kecukupan data lagi yah Pak?
    3. Bisa tidak, kita menggunakan data dari hasil kuesioner yang disebarkan orang lain digabung dengan yang kita sebar sendiri. Selanjutnya dianalisa, dalam satu kesatuan data kumulatif?
    Terima kasih yah Pak..
    Salam

    • (1) Data orang lain namanya data sekunder. Awas, hati-hati, kalau kita pakai bisa dianggap/masuk kategori plagiat. Pakai prosedur etik ilmiah. Jadi, gunakan data kita sendiri saja. Data orang lain sebagai pembanding. Kalau gabung dengan data orang lain, metodologi pengambilan sampelnya gimana? Jangan-jangan kacau balau dengan sampel kita.
      (2) Rumus slovin kan mengenai sample size (jumlah sampel). Jadi angketnya ya angket dari sampel itu. Jika ada angket yang tak kembali, sebarkan lagi angket, sampai jumlah terpenuhi.
      (3) Data valid mah bukan setelah angket disebar dan kembali, sebelum buat angket cek validitas angket. Angket yang “jelek”isiannya bisa didrop saja, tapi cari ganti.

  50. pak saya ingin tanya pndapat bapak tentang cara pengmbilan sampel di bab 3 saya. Saya ingin mencari jumlah sampel mahasiswa pengguna e-banking di fakultas saya. yg saya tanyakan:
    1. Ngitung sampelnya itu apa pake rumusnya SLOVIN pak?
    2. Masalahnya saya itu bingung, krn sy tidak tahu jmlah pasti mahasiswa pengguna e-banking, tp saya tahu jumlah mahasiswa di fakultas saya. Nah klo gitu populasi saya bisa di sebut sudah di ketahui apa belum yah pak????
    klo blm kn berarti sy g bisa pake rumusnya SLOVIN dong. Nah terus menurut bapak cara menentukan sampel pada kasus saya ini pake metode apa yah pak??
    Maap pak bila pertanyaan sy ini membingungkan, maklum lg skripsi

    trima kasih ya pak, atas sedekah ilmunya..

    • Penelitiannya hanya pada mahasiswa e-banking? Ya populasinya seluruh mahasiswa e-banking. Tanyain aja semua mahasiswa sefakultas, sampai ketemu yang e-banking. Hehehe….susah, ya! Ya temukan mahasiswa yang e-banking, lalu langsung tanyai sesuai tujuan penelitian. Temukan sampai dirasa jumlahnya cukup untuk membuat simpulan.
      Gini aja: Tanya di kelas Anda, ada berapa dari (misal) 40 mhs yang e-banking. Ada berapa kelas di fakultas Anda? Jika di kelas Anda ada 8 dari 40, itu berarti ada 20% kan?!. Jadi, jika mahasiswa sefakultas ada 2000, maka 20% dari 2000 kan ada 400. Anggap sebanyak itulah yang e-banking. Boleh “diduga” pakai rumus Slovin. Temukan kurang lebih sebanyak itu yang akan diteliti. Tampaknya akan memadai sebagai “judgment” rasional. Tapi teknik samplingnya jadi “quota”. Gitu.

  51. Pak, mau nanya… Alasann apa yang bagus kalau mau memakai taraf kesalahan selain untuk menghemat waktu, biaya, Dan lain-lain?
    Kalau mau nyari tentang slovin itu dmna ya? Penjelasan yang jelas…..thank

    • Hehehe…. ya jangan dibawa-bawa soal biaya, waktu dan sebagainya. Itu soal keilmiahan penelitian. Kalau mau cari Slovin, ya pakai aja kata kunci Slovin, nanti kan muncul banyak sekali artikel tentangnya.

  52. asalamualaikum pak,
    pak mau tanya,, saya bingung sama proposal saya,,.. independen penelitian saya jumlah keluarga di wilayah sekecamatan,, dependennya semua warga yang ada diwilayah kecamatan itu,, jadi untuk pengambilan sampel nya bagaimana?? dan cara pengambilannya,,..thanks..

    • Saya jadi ikut bingung juga dengan proposal ananda. Yang independen itu apa, yang dependen itu apa. Itu kan berkenaan dengan variabel. Lha, variabel dalam penelitian ananda itu apa? Variabel jumlah keluarga dan variabel warga itu jadi membingungkan semua orang! Coba pelajari dan cermati lagi dengan baik! Kan tidak mungkin ada hubungan “semakin jumlah keluarga” maka akan “semakin warga”! Lain dengan “semakin banyak jumlah keluarga, semakin sedikit pemilikan tanah di daerahnya oleh tiap keluarga.”

  53. Permisi pak Tatang, literatur rumus slovin ini dari mana ya pak ? saya cari2 kok ga nemu…buat daftar pustakanya pak. terima kasih.

    • Who, saya juga lupa ngambilnya dari apa. hHnya pakai kata kunci “slovin” saja gitu, nemu yang penjelasan (Inggris)-nya enak untuk dilebihjelaskan lagi dalam bahasa Indonesia. Ntar saya lacak lagi, mudah-mudahan tertemukan.
      Sorry, setelah saya cek ulang tulisan saya itu, ternyata ada saya nukilkan dari Stephanie Ellen, eHow Contributor. Kata kunci yang bisa diapakai melacak “slovin’s formula.”

  54. Pak, saya mau tanya, pada tulisan Bapak dituliskan seperti ini:

    “Teknik sampling yang digunakan pun tentu tak bisa teknik yang bersifat random (“probability sampling”), harus menggunakan teknik yang sesuai (quota, purposive, snowball, accidental dsb.)”

    maksudnya apakah rumus slovin tidak bisa digunakan pada teknik simple random sampling?

    saya mau tanya lagi Pak, pada penelitian saya kan jumlah populasinya diketahui 136 petani. lalu saya menggunakan teknik simple random sampling e, dengan pengambilan sample menggunakan rumus slovin juga. apakah bisa?

  55. selamat malam pa…saya mau tanya…
    saya ingin meniliti d suatu perushaan,,lalu sya disuruh oleh pembimbing saya menhitung setiap divisi,,sdangkan saya mengetahui jumlah karyawannya 355..saya sudah mengetahui hasilnya dengan rumus slovin dengan taraf 5%..hasil 188,0795 ,bagaimana saya membagi tiap divisi untuk menyebar kuesionernya?????

    oia…saya jg bingungg kalo sgtu banyak,pasti banyak yg jarang isi kuesioner..bagaiman mengantisipasinnya????
    trimaksh sebelumnya..

    • (1) Bagi proporsional sebanding anggota tiap subdivisi
      (2) Ya itulah gunanya sampel banyak. angketnya jangan banyak-banyak, semakin panjang semakin enggan orang ngisi.-

  56. selamat pagi pak tatang…
    saya menayakan tentang rumus penarikan sample….
    awalnya saya menggunakan slovin untuk penarikan ribuan populasi akan tetapi setelah sidang proposal. dosen yg menguji saya bilang salah, karena slovin itu digunakan untuk penarikan sampel yang jumlah populasinya dibawah 1000 orang. nah saya jadi bingung nih pak??
    katanya dosen penguji tersebut digunakan rumus yamane untuk penarikan sampel diatas seribu. akan tetapi setelah saya hitung hasilnya hampir sama.
    saya bingung nih pak dengan yg dikatakan oleh pengujinya. oiya, adakah buku yang memberikan jawaban demikian pak??
    mohon bantuannya pak….
    terima kasih

  57. pak saya mau tanya…,
    untuk rumus slovin yg 1% kan untuk ilmu alam, 5% untuk ilmu sosial, terus yang 10% itu untuk ilmu apa ?
    terima kasih, mohon dijawab segera ya pak

    • Hehehe. Bukan begitu. Maksudnya jika ilmu kealaman karena gejala alam itu jauh lebih pasti, maka taraf keyakinannya bisa sampai 100%, tetapi agar tidak takabur, ya hanya 99% saja, alias t.s 0,01. Itu namanya maksimal, karena yakin 100% itu susah. Jadi, boleh saja IPA juga turun ke t.s. 10% (yakin 90% benar). Gitu.

  58. pak ni saya mau tanya nih,
    apakah dirumus slovin ini ada batasan untuk penentuan jumlah responden ? masalahnya saya kan menggunakan 94 responden, berarti klu dmasukkan rumus jumlah respondennya 76 orang (itu berarti kan yang t,s nya benar). saya binggung jika nanti ada pertanyaan , kenapa anda mengambil sample sbnyk 94 org , alasannya apa ya pak ?
    penjelasan yang lengkap ttg rumus slovin ini dimuat dibuku apa ya pak ? trz penggarangnya sapa ?
    terimakasih ya pak n maaf kan saya jika pertanyaannya terlalu banyak.

    • Kok mubeng berputar-putar. Jumlah anggota populasinya berapa, 94? Atau itu sampel dari sekian jumlah anggota populasi? Kalau semua anggota populasi 94 kenapa tidak diambil semua (diteliti semua, studi populasi atau sensus). Di tulisan ada tidak sumbernya? Cek!

  59. Assalamu’alaikum pak.
    Saya mau tanya pak, saya mengadakan penelitian dengan populasi mahasiswa laki-laki perokok di salah satu fakultas di universitas saya. saya mengasumsikan bahwa jenis populasinya adalah populasi tak jelas, karena memang tidak pasti berapa jumlah mahasiswa laki-laki yang merokok (sama halnya dengan contoh kasus bapak:jumlah WTS atau jumlah pencuri). untuk teknik sampling saya gunakan purposive sampling. dan teknik analisis statistik uji korelasi saya gunakan statistik non parametrik dengan rumus Spearman dengan alasan karena pemilihan sampel saya adalah non random (saya pernah membaca kalau salah satu syarat parametrik adalah pemilihan sampel secara random). Apakah metode penelitian yang seperti itu tepat pak? mohon bimbingannya. terimakasih banyak pak.

    • Populasinya bukan tak jelas, tapi tak terhingga, artinya ada jelas para perokok itu, bisa diamati dengan mata kepala, tapi data statistiknya tentu tidak (belum) ada. Ya sama saja, ngambil sampelnya tidak random. Kalau WTS kan kita tak tahu ada “ayam kampus,” ada juga mungkin “ayam sekolah'” ada juga “ayam alas” yang tidak jelas sosoknya, wong tidak terang-terangan. Kalau terang-terangan namanya “profesi.” Hehehe… Analisisnya memang harus salahs atu dari teknik-teknik nonparamterik karena tidaka random sampelnya. Pilih yang tepat sesuai dengan jenis variabelnya.

  60. Selamat malam pak…..
    Saya mau tanya, saya mau meneliti kepuasan pasien rawat inap di RSU, tetapi saya tidak bisa menentukan populasi di sana karena pasiennya banyak, tahun 2010 berjumlah 24.999 orang, bagaimana caranya untuk menentukan populasi dan jumlah sampelnya , terimakasih banyak pak…… mohon bantuannya………

    • (1) Yang mau diteliti yang sudah datang (tahun lalu), apa yang sekarang berjalan. Yang tahun-tahun lalu pasti nyari orangnya susah, apalagi dari berbagai daerah yang jauh. Yang paling enak ya dari pasien sekarang.
      (2) Kalau dari pasien sekarang, ya ambil patokan rerata per tahun ada berapa pasien, lalu ambil sampelnya berdasarkan angka tersebut (perkiraan tahun sekarang pun akan berkisar sebanyak itu).
      (3) Sampelnya ambil secara opportunistik/aksidental/insidental.

  61. pak, numpang tanya..
    saya mahasiswa dan sudah mau sidang..
    saya menggunakan rumus slovin untuk menghitung sampel..
    karena populasinya besar sekali 20.000 orang, sehingga saya memeakai taraf signifikasi 10 %
    yang saya ukur adalah persepsi seseorang.
    apa alasan paling baik ya pak untuk saya jawab jika dosen bertanya tentang traf signifikasi 10% tersebut?
    terima kasih

    • Wah, populasinya terlampau luas. Hehehe. Ya udah, karena tidak mampu mengambil sampel lebih banyak, ya karena sampelnya sedikit, tarafnya diturunkan (itu hukumnya).

      • pak, saya pakai 10% alasannya karena ngumpulin sampelnya susah,
        studi kasusnya di balai kesehatan, jumlah karyawannya 39 (dimasukkan ke rumus slovin dengan toleransi 10%, minimal sampel = 28), setiap hari tidak semua karyawan masuk, bahkan saya ngumpulin kuesioner sampai 3bulanan cuma dapet 30 sampel aja pak
        habis waktu untuk ngumpulin data dari responden aja
        apakah alasan saya diperbolehkan?

        terimakasih

  62. pak, saya sedang menyusun skripsi dengan tempat penelitian di SMA mengenai orientasi masa depan.. pembimbing saya menyarankan saya mengunakan rumus SLOVIN..
    jumlah siswa di SMA tsb ada 141 orang, dari jumlah tsb sebanyak 69 siswa memiliki orientasi mas adepan optimis dan sebanyak 72 siswa memiliki orientasi masa depan pesimis.. nah yang mau saya teliti yaitu yang 72 siswa itu…
    yg saya mau tanyakan adalah berapa jumlah N yg ada pada penelitian saya untuk mencari jumlah sampel dengan menggunakan rumus slovin? 141 atau 72?
    terima kasih pa sebelumnya

    • Topiknya membingungkan saya. Yang akan diteliti yang punya orientasi masa depan optimis saja. Kenapa? Itu Anda yang jawab. Jika yang akan diteliti yang pesimistik saja, ya subjeknya dan populasinya siswa yang pesimistiik itu saja (72), tidak (bukan) seluruh siswa (141), bukan pula yang optimistik (69).

  63. malam pak,,
    saya mau tanya tentang rumus slovin,apakah ada ketentuannya pak??kmrn saya habis sidang KTI, saya menggunakan tingkat signifikan 10% dengan jumlah populasi 74 orang dan sampel ada 42 orang,dosen saya bertanya kenapa saya menggunakan 10% padahal jumlah populasi sedikit??kenapa tidak menggunakan yang 5% saja??saya harus menjawab gmn ya pak?soalnya sampel dan tingkat signifikan sudah tidak mungkin dirubah lg karena sidang sudah selesai,tp dosen mnyuruh saya menjelaskan waktu konsul revisi hasil sidang,trimakasih pak,,,,,,,

    • Ya ubah dan analisis ulang. Artinya harus ke lapangan lagi menambah sampel. Itu sikap iimiah. Skripsinya akan jauh lebih ilmiah dan layak publish. memang rada aneh, populasi 72 kenapa harus disampel, kenapa tidak diteliti seluruhnya (karena di bawah 100).

  64. oy pak saya lupa ngasih tahu,,
    saya menggunakan simple random sampling pak, trimakasih skali lagi pak,,,,,

  65. maaf pak mau tanya, apabila taraf signifikansi yg kita pakai pada rumus slovin 10 % (d=0,01),, bagaimana dengan alpha atau taraf signifikansi yang harus dipakai pada saat melakukan analisis data dengan chi square??
    apa boleh tetap memakai alpha 5% dengan tingkat kepercayaan 95 % padasaat uji chi square??trimakasih

  66. salam kenal pak tatang, saya ingin menanyakn mngnai pngmbilan sampel utk skripsi saya. Populasi yang akan saia pakai adalah siswa-siswi SMA kelas XII di sekolah x. Nah spt yg kita tahu, kelas XII sndri terbgi atas jurusan IPA, IPS dan bhasa. bagaimanakah sebaiknya pemilihan sampel saia pak? terma kasih

    • JIka faktor ipa, ips, dan bahasa diduga ada pengaruh terhadap variabel dependen (Y) itu artinya ada kluster murid ipa, ips, bahasa. tiap kluster harus terwakili dalam sampel. untuk kehati-hatian, gunakan saja teknik itu, walau mungkin tak berpengaruh.

  67. met malem pak tatang,
    pak tatang kok lucu sekali, pintar sekali, dan baik sekali.ini memujinya tulus pak,kesimpulan dari membaca diskusi2 di atas.jadi bukannya memuji karena ingin bertanya.hehehe…
    begini pak,saya mahasiswa teknik transportasi.saat ini saya sedang akan meneliti perilaku siswa penyeberang jalan.populasinya 358 (saya dapat dari penghitungan volume penyeberang waktu pilot survey).kalau pake rumus slovin ini kok sampelnya banyak banget yaitu 189 orang.selain mbagiin kuesioner saya juga mengamati perilaku subjek penelitian yaitu interaksi mereka dengan pengendara kendaraan untuk melihat potensi kecelakaan yang mereka alami.kalau mengamati perilaku 189 orang saya khawatirnya saya nanti mblenger sendiri pak.mohon pencerahan, matur numun

    • Andai saya tahu kapan mencatat data penyeberang, mungkin mengasikkan juga, ya! Kan ada saat padat lalu lintas, ada saat padat orang nyeberang, ada saat padat orang nyeberang lalu lintas padat juga, ada saat padat penyeberang tapi lalu lintas agak senggang, dan seterusnya. amati saja pakai video, kan asik, dapat subjek penelitian banyak. Gunakan “timing” saat-saat berbeda itu. Eh, kalau di Jogja yakin hari Sabtu gak padat banget, kendaraan, sebab sebagian kantor libur (lima hari kerja). Tapi malam Minggu dan Minggu wah…….. jalan padat kendaraan dan pejalan kaki (yang juga mau menyeberang). Asik lho lihat perilaku penyeberang dan pengendara. Ada yang tyetap ngebut walau ada orang mau neyberang, ada yang . dst (lihat rekaman video, coba!). Pasti dengan video yang terkeam banyak penyeberangnya!

      • Makasih ya pak, masukannya… wah berarti subjeknya tetep harus banyak ya pak, gak boleh kurang ya.hehehe…

        oya pak, subjek penelitian saya adalah siswa sebuah smp.saya sudah pake metode tersebut, merekam dengan video saat mereka berangkat dan pulang sekolah.dan saat ini saya sudah ada rekamannya setelah dua hari merekam.

        nah habis ini kan saya ambil subjek dari rekaman tersebut untuk saya beri kuesioner mengenai pemahaman mereka terhadap risiko kecelakaan.subjek yang saya pakai adalah yang nyberang sendirian (karena pengendara akan cenderung lebih hati2 kalau yg nyebrang berombongan).nah kalau harus nemuin 189 siswa yang nyebrang sendirian,saya harus merekam sampai berkali-kali (mereka cenderung nyebrang rame2), khawatirnya nanti boros di surveyornya.hehehe…selain itu mungkin nanti juga kesulitan dalam penentuan subjek, dalam hal mengenali orang yang terekam untuk tahu nama dan kelasnya (saya minta bantuan siswa smp tersebut untuk mengenali siswa yang terekam).

        saat ini sudah ada 50 siswa terdeteksi sebagai subjek penelitian.tapi saya tidak menemukan alasan untuk hanya cukup memakai 50 siswa tersebut sebagai sampel penelitian saya.gimana ya pak, tetap harus nurut sama rumus slovin itukah?

        kok jadi kepikir, ternyata metode pengambilan data saya ribet banget ya pak.hehehe…

        mohon masukan, makasih sebelumnya…

      • Gak usah mikir penelitian kuantitatif, atuh! Teliti saja perilaku penyebrang sendirian dan pengguna jalan dari rekaman. Udah, ngomong aja yang banyak, ceritera, terus temukan pola (kesamaan). Itu tadi, misalnya, ternyata yang mengendarai kendaraan cenderung tak peduli jika yang nyeberang sendirian, tapi jadi hati-hati jika yang nyeberang berombongan. Nah, siapa saja tuh (dari profil wajah dan sosoknya) yang suka (berani) nyeberang sendirian. Dan sebagainya. Bagi dong hasil penelitiannya, ntar dimuat di blog ini. Itu hebat deh!

      • Hehe, penelitian “kualitatif” sering-sering berubah arah tujuan, karena temuan di lapangan “bicara” lain. Jangan bilang harus penelitian kuantitatif yang dilakukan seperti itu.

    • Boleh, tapi ya percaya benernya jadi hanya 85% aja. Jadi, “Saya yakin 85% hasil penelitian saya bener!, gitu. Hehehe (orang lain mah bilang yakin 100% deh, ini sih yakin 85% deh!).

  68. Pak Tatang, Saya cuma ingin meluruskan, takut kawan2 kita salah pengertian mengenai tingkat keyakinan dan taraf signifikansi, tidak berbanding terbalik dan tidak berhubungan langsung. Sedangkan rumus Slovin yang bapak Tulis di atas adalah rumus turunan untuk penentuan jumlah sampel dengan tingkat keyakinan 95%. tidak bisa langsung digunakan untuk yg tingkat keyakinannya 90% atau 99%.

    Untuk lebih jelasnya, saya lihat ada tulisan yg cukup baik mengenai ini, silahkan simak tulisan teman kita:

    http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/03/penentuan_ukuran_sampel_memakai_rumus_slovin.pdf

    • Terima kasih, mudah-mudahan bisa dibaca dengan cermat oleh semua pengguna rumus Slovin berbanding Morgan. Kapan-kapan dicari lagi ah sumber lain untuk meyakinkan bahwa derajat “taraf signifikansi” Slovin berlaku luwes, bukan hanya untuk 0,05 (taraf keyakinan 95%. Ini salinan salah satu tulisan tentangnya.
      Slovin’s Formula Sampling Techniques
      Stephanie Ellen

      Stephanie Ellen teaches mathematics and statistics at the university and college level. She coauthored a statistics textbook published by Houghton-Mifflin. She has been writing professionally since 2008. Ellen holds a Bachelor of Science in health science from State University New York, a master’s degree in math education from Jacksonville University and a Master of Arts in creative writing from National University.
      By Stephanie Ellen, eHow Contributor

      When it is not possible to study an entire population (such as the population of the United States), a smaller sample is taken using a random sampling technique. Slovin’s formula allows a researcher to sample the population with a desired degree of accuracy. It gives the researcher an idea of how large his sample size needs to be to ensure a reasonable accuracy of results.

      1. When to Use Slovin’s Formula
      If a sample is taken from a population, a formula must be used to take into account confidence levels and margins of error. When taking statistical samples, sometimes a lot is known about a population, sometimes a little and sometimes nothing at all. For example, we may know that a population is normally distributed (e.g., for heights, weights or IQs), we may know that there is a bimodal distribution (as often happens with class grades in mathematics classes) or we may have no idea about how a population is going to behave (such as polling college students to get their opinions about quality of student life). Slovin’s formula is used when nothing about the behavior of a population is known at all.
      2. How to Use Slovin’s Formula
      Slovin’s formula is written as:

      n = N / (1 + Ne^2)

      n = Number of samples
      N = Total population
      e = Error tolerance

      To use the formula, first figure out what you want your error of tolerance to be. For example, you may be happy with a confidence level of 95 percent (giving a margin error of 0.05), or you may require a tighter accuracy of a 98 percent confidence level (a margin of error of 0.02). Plug your population size and required margin of error into the formula. The result will be the number of samples you need to take.

      For example, suppose that you have a group of 1,000 city government employees and you want to survey them to find out which tools are best suited to their jobs. You decide that you are happy with a margin of error of 0.05. Using Slovin’s formula, you would be required to survey n = N / (1 + Ne^2) people:

      1,000 / (1 + 1000 * 0.05 * 0.05) = 286

  69. pak saya mau tanya, skripsi saya kan tentang “pengaruh sanksi dan kesadaran terhadap kepatuhan pelaporan pajak”..sample saya WP efektif di KPP tersebut. menurut anda dengan sample yg bgitu banyak (tetapi masih terhingga) apakah tepat menggunakan rumus slovin untuk menentukaan jumlah sampelnya, sedangkan saya menggunakan “purposive sampling”?
    maturnuwun pak

  70. Pak tatang, saya akan melakukan penelitian tentang SDM di sebuah gedung yang memiliki populasi keseluruhan -/+ 2500 dari total 10 lantai. sangat besar. untuk itu, saya hanya mengambil satu bagian saja, yaitu kantor distribusi yang terletak dari lantai 4-9 gedung tersebut. jika hanya kantor distribusi, total keseluruhan ada 250 karyawan dengan jumlah rata-rata tiap lantai 25-30 karyawan.

    setelah menghitung dengan rumus slovin & tk. signifikansi 95%, saya mendapatkan 154 sampel untuk penelitian saya.

    pertanyaan saya :
    Untuk penyebaran kuesioner, saya menggunakan teknik probability sampling dan simple random sampling. setelah saya baca, ternyata simple random sampling mengharuskan peneliti mengetahui siapa saja yang akan menjadi responden, setelah itu baru di urutkan secara acak tapi saya tidak mungkin mendapatkan data karyawan yang berada di sana.

    dengan kasus seperti itu, apa yang sebaiknya saya lakukan? menentukan jumlah karyawan yang ingin saya jadikan responden di tiap lantainya dan menyebarkannya secara acak, atau ada teknik lain yang sesuai dengan kasus saya?

    terakhir, penelitian tentang SDM termasuk dalam ilmu sosial tidak ya Pak?

    mohon pendapat Bapak.
    terima kasih.

    • SDM masuk mana tergantung topik penelitian, bisa biologi, bisa sport, bisa manajemen,bisa pendidikan, bisa sosial (umum). Boleh sebar sembarang, ikuti per lantai proporsional.

  71. Pak saya mau pake Metode Sovin untuk menentukan besaran sampel,
    yang saya mau tanyakan mengenai daftar pustaka nya seperti yang tertera d atas :
    (Steph Ellen, eHow Blog, 2010; dengan rujukan Principles and Methods of Research; Ariola et al. (eds.); 2006)
    Sekiranya Bapak bisa memperjelas lagi dengan mencantumkan penebit dan tahun terbit.
    Thanks, mohon bantuannya.

  72. pak saya masih bingung, penelitian saya kan berjudul persepes Pengaruh Persepsi tentang Sanksi Perpajakan & Kesadaran
    Wajib Pajak pada Kepatuhan Pelaporan SPT Masa di KPP Pratama se XX. padahal terdapat 5 KPP yang harus saya teliti semua, untuk setiap KPP kurang lebih ada 9000an WP..jadi totalnya bisa 35.000 orang..menurt bapak saya harus pake tenik pengambilan sample yang mana?apakah bisa menggunakan simple random?atau harus purposive.?kalau purposive meurut bapak berapa kuesioner yang saya sebarkan agar dianggap mewakili subyek..
    terimakasih pak

    • ambil populasi lebih sedikit, misalnya yang berasal dari daerah tertentu, dan yang bukan PNS (PNS itu paling rajin dipotong pajak, karena otomatis). Cari pengusaha-pengusaha.

  73. Selamat sore pak Tatang,

    ini ada pertanyaan sedikit:

    “Akan dilakukan penelitian tentang rata-rata penggunaan
    Pulsa telepon di suatu kota. Jika diketahui N=1500 orang,
    Dan peneliti menginginkan galat pendugaan tidak lebih dari
    5 pulsa. Taraf kepercayaan 95% dan ragamnya sekitar 225″.

    yang mjd pertanyaan: Galat pendugaan dalam simple random sampling, systematic random sampling, & stratified random sampling yang disimbolkan G lazimnya itu apakah sama dengan galat pendugaan dalam rumus slovin yang disimbolkan e? apakah galat pendugaan dalam kasus di atas itu merupakan galat dalam bentuk konkrit bukan dalam % (tingkat % kesalahan)?

    Terima Kasih sebelumnya

  74. Pak Tatang mohon maaf sebelumnya, saya menanyakan ttg deviasi standar di pembahasan sampel.Soalnya nggak tau cara lain untuk menanyakannya :)) Mohon maaf lagi ya Pak, saya jadi berlangganan bertanya setelah Bapak jawab pertanyaan2 saya tentang sampel yang lalu :))

    Begini Pak, saya sudah pendadaran. Ada beberapa hal yang perlu direvisi menurut dosen penguji.salah satunya adalah mengenai adanya nilai standar deviasi yang lebih tinggi daripada mean. Padahal kalau dilihat dari rumusnya sepertinya tidak mungkin demikian, seharusnya standar deviasi lebih kecil dibandingkan dengan mean. Tapi hasil perhitungan dengan SPSS seperti itu, saya coba hitung pakai excel juga sama aja. Kesalahan saya dimana ya Pak? Kalau pun memang mungkin standar deviasi lebih tinggi dari mean, itu artinya apa ya Pak?

    Mohon bantuan Pak, makasih banyak sebelumnya …

    • Kalau tingakt kesalahan 15% itu artinya yakin benarnya hasil penelitian 85% aja. Itu saja. Mau yakin benarnya hanya 85%, padahal biasanya sumpah deh 100% yakin!!! Hehehehe…..

  75. Mas saya butuh bantuan nya ya, saya sedang ujian akhir di salah satu kampus swasta khusus business….
    sebelumnya saya sudah submit thesis saya untuk sidang ….mungkin mas bisa bantu kaitan antara slovin-reliability -validity
    cuma saya baru sadar terdapat kejanggalan dimana saya takut akan ditanya pas sidang nanti……

    1) populasi saya total yakni 281 orang…
    2) untuk mencari sampling method saya menggunakan slovin…..sehingga didapatkan hasil yakni 166 orang sebagai sample

    nah kata dosen saya ,, cara yang benar untuk mencari reliability adalah 166 orang tadi dikurang 30 orang untuk reliability dan validity …jadi sample yang akan dihitung untuk rumus multiple regression adalah 166 – 30……

    namun yang saya lakukan adalah ,,, untuk multiple regression saya tetap ,,menggunakan 166 orang …dan saya mengambil 30 orang untuk tes validity dan reliability diluar sample 166 orang tersebut….

    bantu saya untuk bisa jawab ,apabila disidang mas,,,,,,makasi

    • Reliabilitas apa, validitas apa? Instrumen, kan? Dulukan uji validitas dan reliabilitas instrumen terhadap “sampel uji val & rel.” Sisanya menjadi “populasi real” diambil sampel daripadanya untuk diteliti (anggota populasi tetap jumlah semula). Jangan ambil sampel dulu baru uji val & rel instrumen! Terbalik! Nah, tambah bingung, kan?! Ya baca uji reliabilitas dan validitas instrumen dengan cermat!

      • mas tatang saya berfokus nya sama jumlah yang harus saya hitung sebagai sampel …jadi kalo populasi saya yakni sebanyak 281..bagaimana ya perhitungan yang tepat untuk
        1) diambil uji val & rel nya dan
        2)perhitungan sampel nya

        apa saya hitung seperti ini= 281(jumlah populasi) – 30 (tes validity and reliabilit) = 251(untuk digunakan sebagai slovin)
        atau saya bisa tetap gunakan = 281(jumlah populasi – untuk digunakan sebagai slovin

        bantu saya ya mas…biar kalo saya salah bisa ketahuan dan ada cara untuk menjawab ata mengakali nya….hehehe..

        makasi banyak mas…..
        maap banyak nanya….

  76. assalamualaikum,,,
    pak saya mau meneliti tentang pelaksanaan tugas Kepsek, seperti yang kita tau bahwa jam kerja per minggu kepsek adalah 24 jam. nah saya pengen tau dari 24 jam tsb, untuk melaksanakan tugasnya sebagai supervisor berapa jam, untuk pendidik berapa jam, untuk manajer dan leader berapa jam.
    saya menggunakan angket, rencana saya pengen angket saya bentuk chek list, dan pilihan chek listnya ialah, 4 jam, 3 jam, 2 jam , 1 jam,
    sehingga Kepsek tinggal memilih sesuai dengan berapa jam yang digunakannya dalam melaksanakan tugas tertentu, itu atas dasar saya sendiri pak, jadi tidak ada dasar atau sumber tertentu. nah sebaiknya saya pakai skala pengukuran yang bagaimana ya pak? saya bingung, semua skala pengukuran hanya ada, setuju tidak setuju, sangat baik, baik, cukup, tidak baik, dsb, sedangkan bentuk jam seperti yang saya inginkan tidak ada,,, saya benar benar kurang paham, mohon penjelasannya,,,terima kasih..,.,

    • Sayangnya pasti susah kepsek menjawabnya, sebab ada kala ia harus mengajar, ada kala ia harus ngurusi administrasi, ada kala memimpin rapat. Jadi, lebih baik kualitatif tanya apa yang dilakukannya sesuai dengan tugas “emaslim”-nya, gali sampai ceritera banyak, nanit ketahuan “beban” dia yang terutama pada bagian mana. Jangan-jangan keigatan yang banyak rapat dengan dinas! Hehehehe

  77. pak populas 20000 orang itu nanti eror toleransi itu bisa sampai 25% atau hanya mengunakan 5-10% pak

  78. pak sy mau neliti orang tua yang mempunyai remaja putri usia 12-15 tahun di surakarta
    sedangkan data dari kecamatan adanya dari usia 10-14 tahun…
    berati ini termasuk yang populasi yg tidak diketahui jumlahnya ya pak?
    ada tidak sampel minimal untuk populasi yang tidak diketahui?
    pembimbing saya bilangnya ada buku yang mengatakan sampel minimal 200 untuk yg populasi tdk dikettahui, tp beliau lupa bukunya apa…
    sy cari2 blum ketemu sampai sekarang pernyataan pembimbing saya…
    sebaiknya gimana y pak?krna pembimbing saya menghendaki menggunakan sampel minimal….
    terimakasih atas bantuannya

    • Gunakan interpolasi untuk dapatkan usia 12-15. Peroleh data 10-14 dan 15 -20. Bagi rentangan, mudahnya. 10-11-12-13-14 = 5 rentangan Seluruh anak usia 10-14 (= N) dibagi 5. Ambil usia 12 + 13+ 14 = N/5 x 3. Kalau yang ditanya orang tuanya, kenapa tidak dicari data orang tua? Cari di sekolah (SD), pasti ketemu!

  79. pak saya mau tanya…kalo polulasiny memiliki beberapa penggolongan jenis industri sepeti perusahaan yang terdaftar dalam bursa efek indonesia (BEI) itu apa bisa menggunakan rumus slovin???
    jika bisa dan telah mendapatkan jumlah sampelnya…bagimana pak cara mengambil sampel dari tiap2 jenis industri yang ada….apakah acak atau bagaimana pak??mohon petunjukknya ya pak…
    terimakasih banyak atas bantuan dan infonya…

  80. Assalamu’alaikum pak..

    Kalo kutip kata syahrini, tulisan bapak ini sesuatu banget heheh
    Gampang dicerna ,.
    Mau tanya pak, saya lagi skripsi tentang persepsi siswa SMA xxx terhadap fatwa rokok, rencananya dari kelas satu sampai kelas tiga diambil sampelnya, kalo pake rumus slovin ini bisa gak pak…terimakasih pak

  81. pak mau tanya?
    penelitian saya tentang persepsi mutu pelayanan jumlah populasinya 2421 (jamkesmas 587,non jamkesmas 1834) pake rumus slovan ngitung populasinya di pisah atau di gabung pak…? dngan nilai e=0,05/0,10
    teknik samplingnya pake yang apa ya pak..?
    trima kasih.

  82. assalamualaikum pak. sya mo tanya sya baca tesis penelitian disitu mengunaka rumus slovin degan taraf kesalahan 10 % ksalahan yang ditolerir populasiya 500 truz sampel yang diambil 50 itu kira cara penggunaan rumusy sperti apa y pak ko bisa dpat sampel 50 makasih pak atas jwabanya.

  83. selamat siang pak, terimakasih atas tulisannya yg sangat bermanfaat sekali,,
    kalau boleh saya mau tanya, saya sedang menyusun skripsi tentang kompetensi SDM di PIK pulogadung,
    objek penelitian saya pengusaha UKM. dan disana terdapat populasi UKM sekitar 495 UKM,bila saya memakai rumus slovin dgn tingkat kesalahan ditolerir 5%, hasilnya sekitar 221 UKM,, tapi karena terbatasnya waktu dan biaya saya tidak dapat mengambil semua sampel tersebut untuk menyebar kuesioner.
    apakah bisa saya mendapatkan sampel yg lebih sedikit dari itu(kurang dari 100,karena saya hanya mendapat 100 orang responden yang bersedia mengisi kuesioner saya). bagaimana caranya pak? mohon bantuannya,karena skripsi saya mandek disitu hingga sekarang belum bisa disetujui dosen. terimakasih banyak sebelumnya..

    • (1) Turunkan taraf signifikansi ke 0,10 (taraf kepercayaan 90%) tidak 0,05 (taraf 95% yakin); tentu dengan konsekuensi “ditolak” oleh kesepakatan umum penelitian sosial.
      (2) Usahakan sebar angket 221; soal yang bersedia hanya 100-an, ya sudah, bilang dari beberapa kali nyebar angket hanya ada sekian yang bersedia –> Lapoaran berdasarkan sampel yang ada itu saja!

      • maaf pak tanya lagi,, bgmn kalau saya pakai purposive lalu diambil UKM yang omzetnya lebih dari 50juta saja? apakah sebaiknya saya ambil sesuai kriteria dulu lalu jumlahnya dimasukkan ke rumus slovin atau saya masukkan ke rumus slovin dulu baru saya pisahkan lagi berdasarkan kriteria tersebut?.. terimakasih banyak pak sebelumnya,,jawaban bapak sangat berarti untuk saya..

      • Ya batasi saja, yang diteliti (jadi populasinya) yang 50jt ke atas, atau yang di bawah 50. Gitu. Tergantung yang penting dan menarik diteliti yang mana. Jadi tak ada sampelnya, semua diteliti aja.

  84. asalamualaikum bpk… sungkem dulu ya, biar jd pinter,hehehehe..
    pak mohon bantuannya, sy lg nyusun skripsi, yg saya bingung adl populasinya jelas 672 org, sy ingin mengambil sample,, tp kemungkinan sy hny bisa mengambil 50 ato 60 org saja, sebab keadaan pabrik yg tidak memungkinkan.. kira2 itu memakai rumus apa ya pak???? apakah 60 org sudah bisa mewakili dr 672 org?? matur sembah nuwun jawabannya

    • Tanya kok gak njelasin neliti apa, kan susah jawabnya. Ni nebak aja: Tetapkan bagian-bagian yang ada di pabrik, ambil dari tiap bagian proporsional (sebanding, misalnya per bagian 10%-an); tak bisa pakai simple random sampling, karena tiap bagian urusan dan persyaratan kemampuannya beda-beda. Pekerja kasar (tukang sapu, taman, kebersihan dsb) kan beda dengan orang bagian ICT atau keuangan). Bagian bisa berdasarkan “kerja kasar” dan “kerja halus” dan intelektual (memerlukan kompetensi dari latar belakang pendidikan tertentu, misalnya akuntasnai dan IT).

  85. hehehe lupa,, meneliti mengenai MSDM pak,, pengaruh pengawasan thdp produktivitas,, jumlah seluruh karyawan +/- 672 org,, dalam hal ini kan saya meneliti produktivitas,, apakah boleh populasiny sy ambilkan hanya karyawan produksi saja??? bukan keseluruhan karyawan???

    • Semua karyawan punya produktivitas amsing-masing, tapi yang lebih mudah diukur ya yang bagian produksi (barang yang dihasilkan jelas). Hati-hati, supervisi bukan variabel, tak bisa dikorelasikan. Yang variabel intensitas yang dirasakan oleh bawahan, jadi bawahan merasa disupervisi sering apa tidak.

  86. assalammualaikum pak……
    saya mao nanyak,ini judul penelitian saya” analisis gambaran CT-Scan pada pasien cedera kepala ringan”pasien nya saya tunggu di IGD,ada penelitian kk leting tahun lalu,dia dapat pasien dalam sebulan 50 orang,apa saya bisa pake populasi dari hasil penelitian kk leting.saya bingung populasinya berapa?

  87. assalamualaikum pak..
    saya mau tanya,,saya lg nyusun skripsi tentang tingkat kepuasan siswa terhadap kualitas pelayanan RSBI di SMK..nah aku bgung pengambilan sampelnya pake apa? populasinya dari kelas X sampe XII ada 1762 siswa. kira2 aku ambil sampelnya brapa??yang mewakili dari kelas X sampe XII..bgung menggunakan teknik apa?? kasih saran ya pak,,makasih

  88. assalamualaikum pak,
    mau tanya nih pak, saya lagi melakukan kajian faktor penyebab kecelakaan dan fatalitas kecelakaan pada ruas jalan tertentu, saya mau pengambilan sampel minimum untuk queationer dengan rumus slovin terhadap jumlah lalu lintas (LHR) pada ruas itu, katanya penentuan jumlah sampel minimum bisa tidak menggunakan rumus slovin dan jumlah sampelnya lebih kecil, bagaimana penjelasan bapak, berapa jumlah sampelnya, terima kasih

  89. Pak tata, minta pendapat n solusi ya pak, Judul karya saya kn ttg “Pengaruh minat belajar siswa, persepsi siswa tentang ketrampilan guru dalam mengelola kelas dan pemanfaatan media pembelajaran terhadap hasil belajar matapelajaran ekonomi kelas X SMA” , saya menggunakan rumus solvin dengan model sampel -propotional, populasi saya 320, penjelasan diatas kn sudah dijelaskan, jika ttg sosial maka tingkat eror nya sebesar 0.05 kn???saya pkek lah yang 0,05 dengan alasan karena penelitian saya bidang sosial , jadi diperoleh sampel sebesar 177 siswa, tapi katanya dosennya terlalu banyak pak, trus menurut pak tata, sebaiknya saya pkek tingkat k eroran berapa persen pak????alasanya apa pk???trims pak sebelumnya :)

      • rumus pengambilan sampel yang sederhana itu “Jika di bawah seribu sekitar 25% saja” itu formula dari siapa pak ???bisa dipertanggungjawabkan g???,,,selain slovin,arikunto, bapak punya literatur yang lain gak pak???agar dapat mempermudah pengambilan sampel???,trims masukanya :)

      • Selamat malam pak ^_^
        Wuih…akhirnya saya memakai e=10% pak hehehe, karena dosen saya tetap meminta untuk menyederhanakan jumlah sampel namun tidak boleh memakai kaidahnya Prof. Arikunto. kalau saya memakai 5 % (sesuai standart baku) maka sampel saya 178, dan itu terlalu banyak untuk ukuran s1, jadi saya putuskan ngambil 10 % ja pk ^^a hehe gpp ya Pak???
        oya pak minta tolong dikoreksi ya..pak.., ad sdikit keganjilan ni pak :
        Saya memakai teknik propotional random sample
        – formula slovin :N= 320 / 1 + 320 (0,1)^2
        N= 320 / 1 + 320 (0,01)
        N= 76
        – Teknik pengambilan sampel secara propotional random sample
        kelas X1 ; 36 —-> (36/320)x76 = 8,55 = 9
        X2 ; 36 —-> (36/320)x76 = 8,55 = 9
        X3 ; 37 —-> (37/320)x76 = 8,78 = 9
        X4 ; 36 —-> (36/320)x76 = 8,55 = 9
        X5 ; 36 —-> (33/320)x76 = 7,83 = 8
        X6 ; 36 —-> (36/320)x76 = 8,55 = 9
        X7 ; 36 —-> (34/320)x76 = 8,07 = 8
        X8 ; 36 —-> (36/320)x76 = 8,55 = 9
        X9 ; 36 —-> (36/320)x76 = 8,55 = 9
        TOTAL= 79

        pERTANYAANYA: Pkek formula slovin N=76 , sedangkan di propotional random sample kn N=79,,,jadi memakai yang mn N nya??, 79 kh??Boleh kah jika demikian???atau kh saya yang salah langkah ???mohon sarannya serta masukannya pak tatang :( , terimakasih banyak…

      • Kalau mau pakai Slovin per sub populasi (per kelas) pasti pas. Hehehehe Rumus Slovin untuk simple random sampling dari total populasi (dari populasi homogin).

      • Wuah..pak kalau slovin pakek per kelas , sampelnya malah tambah banyak atuh..pak..,kn niatnya memakai taraf signifikan rendh 10% untuk menyederhanakan jumlah sampel pak… dan alias saya mengambil konsukensi “ditolak”dari penelitian sosial karn tdk memkai standart baku 5%…,hfus..saya harus bagaiman atuh pak..,katanya dosen saya tidak apa2 memakai sampel 79 (hasil dari propotional random sampling yang saya hitung), tapi saya kq gak srek ya pak..,kwatir nanti ditanyain di seminar hasil, bngung tuk menjawab..karena jelas terlihat tidak sama kn 76 dengan 79.. , gmn cara jelasinnya biar propotional (seimbang)??? T_T”

      • Ya memang gunakan stratified proportional sampling, bukan pakai rumus slovin, wong beda! Pakai persentase, atuh (25% dari anggota tiap subpopulsi), jadi jika 36 ya 9, jika 32 ya 8, 34 ya 8,5 = 8 (karena angka sebelum desimal 0,5 angka genap, jika ganjil, misal 9,5 jadi 10. Kan lebih enak!

      • Katanya menurut dosennya dah boleh pakai slovin, ya udah. Jika ada selisih, ya karena ada pembulatan. Gitu aja, atuh!Kan 76 sama 79 tak terlalu mencolok, bahkan lebih baik karena lebih banyak.

      • maaf pak sebelumnya, Perentase yang bapak maksud itu , Apakah memakai kaidahnya Prof.Arikunto ya pak???awalnya, langkah saya juga demikian pak…,tapi dosen saya tidak mengijinkan untuk menggunakan kaidahnya arikunto pak..,Tapi kalau bukan demikan maksud bapak, refrensi yang harus saya baca tentang pencerehan yang bapak berikan diatas, apa pak??biar saya juga bisa mencantumkan sumbernya ^_^ , terimakasih pak tatang…

  90. pak maaf sebelumnya, di atas kan dijelaskan jike e=0,01 (taraf keyakinan 99%) biasanya digunakan untuk ilmu alam , sedangkan e=0,05 (taraf keyakinan 95%) digunakan untuk ilmu sosial dan pendidikan.,, Lah 0,1 (taraf keyakinan 90%) biasanya digunakan penelitian untuk bidang apa pak???maaf di atas sepertinya belum dijelaskan ya pk??? ^_^a

    • Untuk bidang apa saja, tapi, ya itu, tarafnya jadi lebih rendah, di bawah standar. Mau?! Contoh: Arum suka pedas, cabainya minimal 15 buah sekali rendos. Dikasih cabai 5 aja. Pedas, gak? Passssti deh bilang gak pedas! Adik Arum sukanya 5 buah saja, itu standarnya! Eh, dikasih 1 buah. Ya juga nyebut… gak pedas!!!

  91. salam sejahtera pak..
    pak ada beberapa yang membuat saya bingung..
    saat ini sayang sedang nyusun skripsi.. sampel yang di pake adalah purposive sample dimana sampel diambil berdasarkan kriteria tertentu.. yang jadi pertanyaan apakah dalam penentuan jumlah sampel dg menggunakan teknik purposive, masih harus pakai rumus slovin atau lainnya..??
    mohon jawaban nya ya pak.
    terimakasih..

    • Weh, kan slovin itu jika populasinya terhingga (banyaknya anggota populasi bisa dihitung. dihingga). Purposive kan untuk yang populasinya tak terhingga, tak diketahui jumlah pastinya!

  92. Assalam.
    Pak kalo populasi yang akan saya teliti berjumlah 74 orang, apakah saya harus mengambil semuanya atau berapa orang yang akan saya jadikan sampel,
    trims atas jwaban bapak,

  93. pak saya mw tanya ni penggunaan random number pada simple random sampling itu seperti apa y ,,
    saya sedang menulis skripsi ttg hubungan tgkt pengtahuan masyrakat dgan pengendalian vektor penykit DBD ,,
    di dapat sampel sbnyak 96 sampel dari 2.958 populasi ..
    trust penggunaan random numberna bagaimana ?

    • letakkan daftar tabel bilangan random di meja, mendatar. ambil pensil. letakkan pensil sembarangan. lihat ujung pensil (lancip). mulai dari angka tertunjuk pensil ambil ke kanan atau ke kiri empat angka, temukan angka sampai dengan 2958, misal 1292, atau 0212. nomor-nomor itu yang jadi sampel (tapi harus punya daftar nama sampel sebanyak 2958 itu!)

  94. pak.. jumlah populasi dlm penelitian saya ada 136 populasi, sementara saya mengambil sampel purposive, berdasarkan pertimbangan tertentu dan dapat lah 38 sampel yang di jadikan penelitian..apakah itu sudah benar???

  95. Pak saya mau tanya, saya sedang mendesai study produktivitas di tempat kerja saya dengan work sampling, untuk pekerjaan yang satu jabatan ada lebih dari 3 posisi selama 2 bulan (kerja shift) maka cukup untuk uji kecukupan data yang menggunakan rumus : N’ = (k^2 (1-p))/(s^2(p)) . masalahnya ada satu jabatan yang cuma 2 posisi dan non shift sehingga ketika di uji kecukupan akan butuh sekitar 2.400 data, untuk waktu 60 hari tidak akan mungkin, apa bisa pakai rumus solvin? trus uji kecukupannya bagaimana? apa dengan rumus solvin bisa mewakili uji kecukupan data work sampling? ditunggu jawabannya pak, sudah mumet nyari jawaban

  96. asslmkum pak
    pak kas mau tanya tentng buku pedoman dgn judel ni pengaruh tingkat pendidikan dan penempatan karyawan terhadap kinerja karyawan di perusahaan
    trima kasi pak..

  97. pak pengarangnya bukunya sapa tentang pengaruh tingkat pendidikan dan penempatan karyawan terhadap kinerja kaeryawan?
    oya pak mengapa kinerja,tingkat pendidikan,penempatan karyawan itu penting di perusahaan?

  98. asslm. wr.wb.

    selamat pagi pak. izinkan saya bertanya.

    saya sedang melakukan proyek penelitian sebagai tugas akhir program pendidikan Diploma 3 keuangan dan perbankan.
    tema yang saya ambil adalah tentang pemecahan saham (stock split).
    judulnya adaalah “analisis likuiditas saham go-public yang melakukan stocksplit pada periode 2007-2011 dengan pendekatan aktivitas volume perdagangan – TVA – (event windows 21 hari)”. skala data yang akan diperoleh adalah rasio karena diperoleh dari hasil penghitungan TVA= saham diperdangangkan pada waktu t / saham beredar pada waktu t .
    saya masih bingung dalam penentuan sampel dari sejumlah populasi yang ada pak.
    dalam alam pemikiran saya populasi itu berarti perusahaan yang melakukan stocksplit dari tahun 2007-2011 yaitu sebanyak 13 perusahaan. jika harus menggunakan Random sampling sederhana dengan rumus Slovin, maka angka yang didapat adalah sekitar 12,56 atau dibulatkan menjadi 13. itu berarti sama saja dengan jumlah populasi yang ada.
    alhasil saya ragu dengan pemikiran saya sendiri, apa mungkin jika sampel sama dengan populasi?
    (mohon dibenarkan jika ada kesalahan dalam pemikiran saya diatas.)

    kedepannya apa yang harus saya lakukan pak? apakah saya harus memperpanjang range yang semula dari tahun 2007-2011?
    atau saya harus memakai formula pengambilan sampel yang lain?

    • Saya tak bisa komentara karena saya tak memahami materi yang akan diteliti. Contoh: apa itu saham go public? Apa yang dianalisis liquiditasnya? Saham go public yang stocksplit saja? Apa itu stocksplit? Yang diteliti itu saham apa perusahaan? Tolong tanya pada ahli ekonomi saja. Maaf, tak bisa membantu.

  99. salam kenal pak ,,,,,,
    saya mw tanya pak, saya mahasiswa teknik, yg lg nysun skripsi,,, saya menggunakan rumus slovin dengan menggunakan standar error 10%, terus pembimbing saya nanya dapat 10% itu dari mana???????? saya jawab nya gimana yh pak???????balas ke email saya jha pak ,,,,makasih sebelumnya ,,,,,,,,,

  100. pak tatang yg terhormat,
    pak saya mau minta bantuannya, saya sedang menyusun skripsi tentang pengaruh bauran ritel terhadap loyalitas konsumen di supermarket.

    ukuran sampel yg harus saya ambil berapa ya pak?karena data pengunjung tidak ada, dan teknik sampling yg harus digunakan apa yg paling cocok untuk mengukur loyalitas? serta standar eror berapa persen yg harus dipakai?

    Terima kasih atas perhatiannya pak, saya mengharapkan balasan dari bapak.

      • Pak, di blog ini tidak ada search dan menu barnya pun tidak ada tentang metodologi, jadi saya kesulitan untuk mencari artikel tentang populasi dan sampel, kalau boleh tahu, dimanakah, atau kapan tanggal posting mengenai artikel tersebut?

        Dan satu pertanyaan lagi, untuk menguji loyalitas toko, menurut bapak siapakah yang lebih layak dijadikan populasi, apakah semua pengunjung toko, atau pemegang member toko, atau yang lainnya?

        Terima kasih atas perhatiaanya.

  101. hallo pak tatang…salam kenal
    saya mahasiswa di riau yang sedang penelitian….
    mau nanya nih, populasi penelitian saya sebesar 799 orang
    untuk menentukan jumlah besaran sampel saya gunakan rumus slovin dengan taraf signif 5% maka diperolehlah 256 orang sampel.
    dan untuk penarikan sampel saya gunakan teknik stratified random sampling, karena subjek penelitian berupa mahasiwa semester genap, yaitu 2,4 dan 6 (dengan karakteristik mahasiswa yang ada pakaet kelasnya). yang saya pertanyakan apakah cara yang saya lakukan diatas itu sudah benar? karena pada koment sebelumnya pak tatang ada mengatakan kalau rumus slovin itu untuk simple random sampling….mohon penjelasannya pak, karena saya lagi bingung setelah dosen pembimbing saya minta naikkan persentase menjadi 25%, karena kiranya taraf signifikan itu persentase sample, padahal ketika taraf signifikan sampel kecil maka jumlah sampel penelitian akan besar, begitu juga sebaliknya? bukankah begitu pak tatang……

    • 25% dari 799 kan 200?! Padahal dengan Slovin dah 256, lebih dari 25%, kan?! . . . . . Hehe, coba jangan bilang taraf signifikansi 5%, atuh. Bilang taraf signifikansi 0,05. Persen digunakan untuk taraf kepercayaan (95%, 99%). Beda, tapi isinya sama. Hehehe…. Rumus Slovin menggunakan taraf signifikansi (0,05 atau 0,01), ya kan?! Gak apa pakai stratifikasi juga, gunakan saja proporsional, walau mungkin agak bergeser sedikit karena ada pembulatan.

      • coba pak tatang koreksi gimana pak
        jumlah populasi 799
        yang terdiri dari 7 angkatan atau semester genap
        semester 2 =189
        semester 4 =199
        semester 6 =114
        semester 8 =100
        semester 10 =98
        semester12 =49
        semester14 =50
        total populasi =799

        untuk besaran sampel saya gunakan rumus slovin = 799 / 1 + 799 (0,05)^2
        N= 799 / 1 + 799 (0,0025)
        N= 267 orang

        sedangkan untuk subjek, saya hanya mengambil semester 2,4 dan 6 untuk dijadikan subjek karena menurut buku panduan akademik di fakultas saya, hanya semester tersebut yang memiliki paket mata kuliah
        sehingga
        Teknik pengambilan sampel secara starata random sample ( propotional )
        semester 2 =189 —-> (189/502)x267 = 100.52 = 100
        semester 4 =199 —-> (199/502)x267 = 105.84 = 106
        semester 6 =114 —-> (114/502)x267 = 60.63 = 61
        total 502 = 267 orang

        jadi pertanyaan saya
        1. apakah boleh saya mengambil sampel dengan karakteristik seperti diatas?
        (dari populasi 799, yang terdiri dari 7 angkatan, hanya 3 angkatan yang
        ambil dan jumlahnya jadi 502.
        2. jika boleh, jumlah yang 502 itu namanya SUB POPULASI kan?
        3. Rumus slovin apakah untuk populasi yang jumlahnya diatas 1000? atau jumlah ratusan boleh juga (soalnya dosen saya bilang kalau nggak salah rumus slovin hanya untuk populasi yang jumlah 1000an?
        Mohon penjelasannya pak Tatang ^_^

      • Lugas: SALAH. Populasinya hanya angkatan yang mengikuti mata kuliah itu saja: 189 + 199 + 144 = … Jadi, gunakan rumus slovin hanya untuk populasi itu saja. Contoh: Yang disuguhi nasi goreng hanya Eka, Dwi, dan Tri. Catur dan Sapta tidak. Eka,. Dwi, dan Tri ditanyai nasi gorengnya enak apa tidak. Mereka jawab enak. Simpulannya menurut Eka, Dwi, Tri, Catur dan Sapta nasi goreng yang disajikan enak. Lho, kok bisa? Kan Catur dan Sapta tidak diberi nasi goreng, kenapa disebut-sebut menyatakan enak?!!!!!

    • oh ya….pak…saya keliru, baru sadar juga kalo stratified random sampling merupakan probability sampling, jadi setiap unsur populasi mesti mendapat peluang yang sama untuk menjadi sample….hehe….matur nuwun pak, udah mau sharing ilmunya….:)

      • Enggak juga! Hehehe…. Kalau nonproportional ya tidak probability. Misal ada lima strata, dari setiap strata sama diambil sampelnya, yaitu 10 orang, peduli berapapun jumlah anggota subpopulasi yang ada dalam tiap strata (Padahal anggotanya 23, 37, 15, 24, 53). Kalau proportional misal diambil sama 25%-nya, kan akan lain. Kedua, probality (peluang) itu sama makna dengan random (acak). Random (kesempatan sama, adil) itu saat mengambil sampel terpilih dari tiap strata, tidak asal ambil, misalnya diambil urut nomopr dalam daftar, yang belakang jadi tak punya peluang, tak diberi keadilan peluang yang sama. Yang benar, misalnya “diundi.”
        Stratified sampling sebenarnya tak termasuk probability sampling. Oleh karenanya digabung menjadi stratified random sampling, seperti yang diocontohkan tadi. Probaility sampling hanya dua: simple random sampling dan systematic sampling (ordinal sampling), dengan ciri populasinya homogen (seragam). Berstrata itu tidak homogen, kan ada beda strata.

  102. Pagi pak. saya mahasiswi yang sedang menyusun tugas akhir. saya mau tanya bagaimana cara menghitung sample yang nantinya akan saya gunakan untuk menyebarkan kuisioner. kuisioner yang saya sebar dimaksudkan untuk mengetahui kepuasan konsumen terhadap pelayanan jasa di sebuah restoran. apa rumus penentuan sample yang harus saya gunakan? dan populasi yang saya ambil berdasar apa? terima kasih pak.

  103. pak sy saat ini sedang meneliti judulx pengaruh kualitas pelayanan thd tingkat kepuasan pasien. data kunjungan pasien rawat jalan tahun lalu 12151 orang; bisa tdk dr data tsb sy rata ratakan utk jumlah pasien tiap bulax. selanjutx utk penentuan sampel pake slovin bisa tdk pak? makasih bantuanx

  104. Pingback: Paradigma Penelitian Sosial « dianascyber

  105. Permisi pak, numpang tanya. Kalau untuk simulasi dimana datanya probabilistik dan berada dalam suatu interval, bagaimana menentukan jumlah sampel? Terimakasih.

  106. pak..
    saya mw nanya..
    buku tentang mencari brpa jumlah sampel menurut Slovin judul bukunya ap yah pak ??
    makasih..

  107. assalamualaikum pak..,
    sy mau nanya tentang mencari jumlah sampel dg slovin pak.
    penelitian saya tentang kepuasan layanan perpus kampus saya, populasinya semua mahasiswa seluruh fakultas di kampus sy pak. jumlahnya 14707, sebaiknya untuk tingkat kesalahannya milih yg 10% apa 5%. sy udah baca komen2 di atas tp tetep aja ga dong pak. saya uda nanya sama dosen saya malah jawabannya ga meyakinkan, mhon bantuannya pak? trims

    • Penelitian sosial tingkat kesalahan 5%. Populasinya terlampau banyak. Batasi aja pada yang aktif memanfaatkan perpustakaan, cari datanya di perpustakaan. Jangan semua mhs, wong sebagian suka tidak ke perpustakaan.

  108. pak, saya sdg tesis ttg efektifitas organisasi dg teori 7s mckinsey melalui pendekatan kuantitatif. Populasi berjumlah 23 org sehingga dg cara sensus, sampel diambil sesuai populasi n=23. Bgmkah menghitungnya dgn statistik non parametrik.??

    makasih

    • Lah, variabelnya apa saja, dan dalam jenis apa, baru gunakan teknik yang sesuai. Di buku saya (karena dibajak belum diterbitkan lagi oleh Penerbitnya) Menyusun Rencana Penelitian, ada tabel penggunaan teknik nonprametrik dengan kisi-kisi jenis variabel (nominal, ordinal, interval). Di buku lain juga ada, terutama di statitiks.

  109. pak, saya mau meneliti jumlah pedagang tionghoa di daerah glodok. jumlah populasi 786, cocoknya pakai metode apa pak untuk memperkecil sampel sehingga mempermudah penelitian? Terima kasih banyak pak

  110. pagi pak tatang… saya mau tanya nih. berapa jumlah minimum dari N (jumlah populasi)? kata teman saya jumlah minimum dari N adalah 100 orang, mengapa begitu ya pak? alasan mengapa jumlah 100 adalah jumlah minimal dari N? mohon di berikan sedikit pencerahan. terima kasih…

    • Enggak ada batasan, tergantung meneliti apa. Hanya saja lazimnya 30 ke bawah atau lebih, terkait dengan teknik analisis.PLB kadang kala populasinya (subjeknya) cuma satu orang saja, studi kasus.

  111. assalamu’alaikum, pak saya mau nanya. kan penelitiann saya gabungan antara instrumental dan observasional yaitu analisis kesadahan air dan mencari hubungan antara kesadahan air, umur dan lama konsumsi dengan kadar kalsium urin. terus populasinya kan air sumur yang dikonsumsi warga laki2 di desa X sedangkan sampelnya adl air sumur yang dikonsumsi Warga laki usia 30-60 tahun. saya pake teknik sampling nya adl quota sampling udah bener belum pak? trus menentukan jumlah sampelnya paling tepat pakai rumus apa y pak??? saya pengen sampelnya jgn terlalu banyak sekitar 30 an sampel karena pertimbangan biaya dimana untuk analisisnya tiap unsur nya sekitar 50 ribu trus nanti ada 3 unsur yang dianalisis. jadi semakin banyak sampelnya maka biaya untuk analisis juga besar. mohon saran ny ya pak, trimakasih,,,,,

    • wah pusing juga bacanya. jadi variabelnya SADAH AIR plus UMUR RESPONDEN plus MASA RESPONDEN MENGKONSUMSI plus KADAR KALSIUM URINE. Variabel dependennya KADAR KALSIUM dalam urine responden. Variabel independen utamanya KESADAHAN AIR.Variabel moderatornya UMUR dan MASA KONSUMSI RESPONDEN.
      Populasi responden lelaki umur 30-60 tahun yang mengkonsumsi air sumur (yang tidak mengkonsumsi tidak termasuk!).
      ==> PERTANYAAN: YANG MAU DIKORELASIKAN SEBENARNYA APA?
      ==> Apakah umur (bagi yang mengkonsumsi dalam waktu yang sama lamanya) akan menjadikan kadar kalsium berbeda?
      ==> Apakah banyaknya air yang dikonsumsi tidak ikut mempengaruhi?
      ==> Apakah air yang dikonsumsi hanya “minum”, ataukah juga masak nasi dan sayuran?
      LOGIKA: Semakin tinggi kadar kesadahan air plus semakin banyak mengkonsumsi akan semakin tinggi kalsium, bukan begitu?
      Nah, biar pusing dulu, hehehe!

  112. owh ya pak, ada yang lupa. kalau pengambilan datanya melalui wawancara secara langsung dengan bantuan daftar pertanyaan yang sudah disiapkan maka perlu atau tidak dilakukan uji validitas dan reliabilitas?? trimakasih,,,,

    • Kuat mana wawancara dengan tes (kadar kesadahan air dan kadar kalsium)? Wawancara apa? Umur dan lama minum air? Ngapain diuji validitas dan reliabilitasnya, wong faktual kok (baca “Angket mengungkap dan angket mengukur”! di blog ini!)

  113. pak permisi mau nanya soal. belajar buat ujian (–_–) :
    jika survey kepada 1040 responden dimana 593 di antara mereka lbh memilih utk naik kendaraan pribadi dibandingkan umum.
    pada taraf signifikasi 0,05, apakah ada bukti berdasarkan hasil survey tsb, bahwa proporsi penduduk lebih suka berpergian menggunakan kendaraan pribadi adalah lebih besar dibandingkan yg lebih memilih kendaraan umum??

  114. Pak saya sedang melakukan evaluasi penggunaan antibiotik di ruang ICU .. diketahui jumlah total pasien selama periode satu tahun sebanyak 573 pasien .. apakah penelitian di bidang rumah sakit bisa pakai slovin pak? apa benar sampel yg diambil hrus 10% mewakili populasi slama satu tahun???

  115. bapak, saya mau nanya, saya sedang membuat proposal penelitian dengan obyek penelitiannya pengunjung banjir kanal barat (bantaran sungai). bagaimana cara menentukan jumlah populasinya, saya menggunakan insidental sampling, bagaimana menurut bapak?

    terima kasih sebelumnya pak :)

    • Aslamualaikum pak. Saya lg nyusun proposal skripsi jurusan ekonomi judul kualitas pelayanan akta kelahiran pada dinas capil. Stlh mengunakan rumus slovin rata2 perbulan 608 buat akta klhrn jika e 5%=241, e10%=86 gmn mengunan e 5% agar sampelny dbwh 100. apakah masih harus uji validitas x dan y? Dari judul diatas mana yg variabel x dan y? Terus apakah saya bisa mengunakan rumus perhitungan kuesioner seperti jurusan ilmu administrasi negara tanpa pakai rumus regresi linear sederhana jurusan ekonomi. Sepertiny pakai ilmu administrasi lebih mudah gak ribet dibandingkan regresi sederhana. Thanks pak sblmnya.

      • Whe lha, tanya kok mbrudul aja kayak mitraliyur!
        (1) Yang diteliti, apa sih? Kok ada variabel-variabel X dan Y segala? Kan cuma kualitas layanan. Itu namanya penelitian evaluasi, bukan korelasi!
        (2) Yang mau ditanya siapa? Akta kelahiran? Jadi, populasinya siapa? Baik tidak baik layanan menurut siapa?
        (3) Kok ribet banget sih? Tanya aja di awal bulan, di tengah bulan dan di akhir bulan (ketika gaji pegawainya dah habis) kayak apa para peminta dilayani petugas!
        (4) Nggak ngamati aja bagaimana petugas memberikan layanan? Susah, ya!Ya udah, tanya aja yang datang memasukkan dan mengambil!

    • Populasinya semua pengunjung banjir kanal barat. Nah, tahu enggak, siapa saja dan berapa saja, pada bulan tahun kapan? Berdasarkan itu baru tetapkan sampling (teknik ngambil sampel)-nya!

    • thanks pak masukanya. Oh ya pak seandainya bulan febuari ini ada 50 orang yang buat akta kelahiran apakah gak perlu lagi pakai rumus slovin? Apa saya jadikan sampel langsung 50 orang. satu lg pak apakah judul kualitas pelayanan akta kelahiran pada dinas capil itu bisa masuk ke matakuliah M.PEMASARAN

      • (1) Bisa. Tapi bunyikan berdasarkan sampel bulan itu. Lainnya dianggap ceteris paribus (kenal kan istilah ekonomi ini!).
        (2) Tergantung kesepakatan ahli mansar, atuh. Layanan publik (andaikata disamakan dengan perusahaan) masuk enggak ke dalam mansar? Prinsip: Semakin baik layanan perusahaan, semakin baik kesan konsumen, dan akan semakin tinggi minat konsumsi (konsumen). Masuk enggak?!
        (3) Di London saya pernah masuk ke toko, gak terlalu besar sih, dekat pasar, yang lewat pengeras suara berkali-kali hanya meneriakkan “Looking around! Looking around!” Silakan lihat-lihat (gak perlu beli (sekarang)! Tak ada pramuniaga yang berjejer di dekat lemari barang. Adanya di dekat kasir aja. Dan tak ada yang mengamati pengunjung. Semua pura-pura gak peduli, baru melayani jika diperlukan! Hebat, kan. Seneng deh bisa keliling toko., lihat-lihat barang dan harganya. Minggu berikutnya masuk lagi, dan beli, karena tahu di situ ada barang itu dengan harga itu! Pemasaran yang hebat,kan!?

  116. Sblmnya saya sangat berterimakasih dg adanya blog ini saya tdk perlu memusingkan akan sampel populasi skripsi saya dan semoga bpk mau menjawab ptnyaan saya
    Begini pak,saya ingin meneliti remaja awal usia 13 – 14 tp bagaimana saya harus mencari sampelnya jika data di bps sendiri klasifikasi usia rangenya dr 10-14?

    • Pakai interpolasi. Mudahnya usia 10-14 itu artinya ada umur 10, 11, 12, 13, dan 14 (5 kelompok umur). Jika ada 1000 orang anak usia 10-14, artinya per usia kan 1000:5 = 200.

      • dimana y pak kira2 saya bisa mendapatkan info mengenai interpolasi?soalnya saya search interpolasi biasanya digunakan untuk menghitung pekerjaan anak2 sipil ( teknik ) dan bukan untuk ilmu sosial
        terimakasih

      • oia pak, saya agak sedikit bingung
        dg menggunakan rumus slovin ini, berarti berapapun populasi akan mendapat sampel yg sama
        mis, kmrn saya mencoba utk menggunakan populasi 200rb dg populasi 2jt akan mendapat sampel yg sama sekitar 400
        apa memang benar spt itu?

      • Ah, coba ulang perkalian N (populasinya). Di contoh aja kan sudah beda! Hehehehe….. Gunakan manual saja jika kalkulator tak muat angka jutaan!

      • sama pak,yg ngitung bukan cuma saya,tp juga tiga orang teman saya
        kami shock aja (T.T)
        soalnya skripsi temen saya itu populasi 2jt dan populasi saya 200rb,tp hitungannya sama, itu qt ud pake kalkulator, HP, manual bahkan kalkulator tkg cabe (T.T)

      • Saya jadi penasaran, ikut ngitung juga. Tampaknya ada titik jenuh bilangan, tertinggi 399 koma sekian, alias 400 sampel saja dari sekian “ribu.” Coba lacak dari 1rb, 2 rb, 5 rb, 6rb dst nanti akan ketemu terhenti pada angka sampel 400. Memang populasi apa sampai ratusan ribu dan jutaan? Jika populasi di bawah seribu, misal 500 coba cek juga, biar jelas bahwa ada yang beda dan ada yang jenuh, bukan berapapun populasi pasti sampelnya sama banyaknya.

      • benar pak, nampaknya memang ada titik jenuh
        oia pak ttg interpolasi saya sudah mencoba mencari di buku2 statistik, tapi belum ketemu
        ada buku statistik yang bisa direkomendasikan pak?yang kira2 ada informasi ttg interpolasi
        terimakasih

  117. Bapak, nggak sengaja buka blog bapak. Kebetulan saya tuh lg galau menentukan jumlah sampel untuk penelitian saya. rumus slovin ini boleh diguanakan untuk tataran disertasi tho pak? soalnya kalau sya cek pake rumusa yang lain kok populasinya membengkak? o, iya pak untuk rumus slovin ini ada jumlah minimal populasi yg dipersyaratkan ndak? mksih.

    • Untuk penelitian skripsi, tesis, disertasi, sama saja Neng, boleh. Jumlah populasi tak ada syarat, cuma tentu untuk yang relatif banyak. Tapi hati-hati, kalau terlampau banyak ya dibatasi lingkup populasinya aja, atuh!

  118. ok bapak terimakasih. karena saya populasi itu sebagian akan jadi subjek utk uji coba instrumen, mengingat kalau sekolah lain karakteristiknya sulit untuk cari yang mirip/sama. hatur nuhun bapak

  119. Assalamualaikum wr.wb
    Pak saat ini saya sedang menyusun skripsi tentang kesiapan berwirausaha siswa kelas XII di SMK…,
    kelas XII terbagi menjadi 5 kelas. jumlah total siswa kelas XI adalah 135 siswa. saya menggunakan teknik simple random sampling, setelah saya cari sampelnya menggunakan metode isaac michael didaptkan 97 siswa.
    Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana cara mengambil sampel dari tiap kelasnya?
    terima kasih bapak

    • Lho?! Kan sudah pakai simple random sampling? Itu artinya sudah ambil sampel tanpa memperhitungkan setiap kelas! Aha, paling salah itu. Jumlah sampel yang harus diambil 97. kenapa tak digenapin saja 100, lalu dari tiap kelas diambil sama rata @ 20 jika juml;ah siswa per kelas relatif sama.

      • maaf pak ada yang salah, jumlah kelas ada 4 bukan 5.
        baik pak, perbedaan jumlah siswa tiap kelas cukup banyak ( 40, 38, 29 dan 28 siswa).
        kemarin pembagian sampel tiap kelasnya sempat saya hitung dengan rumus : jumlah siswa tiap kelas dibagi jumlah total siswa kemudian dikalikan sampel (97).
        contohnya: kelas A, jumlah siswa 40. ( 40/135*97)= 29 siswa.
        tapi pembimbing mengatakan perhitungan seperti ini tidak murni random sampling.
        Jadi harus bagaimana bapak? apa pembagian sample tiap kelas harus menggunakan rumus juga, seperti menggunakan alokasi proporsional sampel?
        maaf bapak banyak nanya, terima kasih>.

      • Kalau simple random sampling ya tak perhitungkan kelas, seluruhnya aja didaftar lalu dipilih. Kan gak ada beda apapun antar kelas, karena setingkat. kalau memperhitungkan kelas itu namanya cluster proportional sampling.

  120. Assalamualaikum. Wr.Wb
    pak mau nanya. sy sedang menyusun skripsi tingkat kecemasan anak2 yang jauh dari keluarga. yg saya teliti teman 1 angkatan saya yang jumlahnya 171 org. dihitung dengan slovin t.s 0,05 hasilnya 120 orang. yang saya takutkan jika yang jauh dari orang tua tidak memenuhi 120 orang. itu bagaimana pak? apa bisa t.s nya pakai 10%

    • Lho? Kan populasinya ada 171? Gimana sih? Maasak nyari 120 gak ketemu, kan semuanya jauh dari orang tua. Hehehehe… Cek lagi deh populasinya, yakinkan semuanya jauuuuuuh dari orang tua!

  121. assalamualaikum,pak mohon bantuan nya saya sedikit memiliki populasi ibu yang melahirkan dalam satu daerah sebanyak 638 orang pada tahun 2012, saya melakukan penelitian pada tahun 2013, kira kira berapa besar sample nya pak? yang menjadi populasi itu data pertahun atau ckup rata rata kunjungan perbulan?jika sampel terlalu besar takutnya sulit dipenuhi..tks sebelumnya

  122. Pingback: Dasar Penentuan jumlah Sample | Eddiestp's Blog

  123. Pak, saya mau tny. Judul skripsi saya hubungan antara persepsi konsumen terhadap kualitas produk dg minat beli kosmetik X. Jur psikologi. Populasinya kan tak terhingga pak. Sy diminta dosen pmbmbing saya untuk cari populasi dan sampelnya. Beliau jg minta teori dan metodenya. Saya benr bnr bingung. Apakah metod teori rao purba managemen bisa dipakai untuk penelitian psikologi ? Mohon bantuannya pak. Trmksh.

  124. permisi pa tatang , klo saya ambil judulnya pengaruh ewom terhadap minat beli konsumen website X (sejenis online shopping) dan karena ini websitenya sudah lama maka pelanggan yang sdah terdaftar mencapai jutaan..dosen pembimbing saya menyarankan pakai slovin,apa mungkin bisa pa?atau mungkin bisa memakai rumus lainnya?mohon bantuannya,trimakasih..

  125. Assalamualaikum, sampurasun pak tatang.
    Pak mau tanya, saya sedang nyusun skripsi dengan judul Analisis Penilaian Konsumen Terhadap Ekuitas Merek Coffee Shop Starbucks Coffee, Excelso Coffee, Dan Ngopi Doeloe Di Kota Bandung. Teknik sampling yang digunakan teknik non-probability sampling yaitu Insidental sampling, saya bingung pak kan kalo pake teknik itu jumlah sample nya gak harus ditentukan, nah kalo mau ditentukan jumlah samplenya harus bagaimana ya pak ? sedangkan karakteristik yang ditetapkan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini antara lain:

    1. Mengenal dan memiliki pengetahuan tentang coffee shop di kota Bandung
    2. Kunjungan minimal 3 kali pada salah satu dari ketiga coffee shop yang diteliti (Starbucks coffee, Excelso Coffee, dan Ngopi Doeloe) untuk mengukur kesan kualitas dan loyalitas merek.
    3. Berusia antara 20-40 tahun. Mengingat kebanyakan yang menjadi konsumen coffee shop adalah kalangan mahasiswa dan eksekutif muda.

    Hatur nuhun pak tatang, diantos pisan pencerahan nana hehehe

    • Rampes, alaykum salam. Temukan sampel sampai data dianggap cukup representatif meyakinkan persepsi responden hanya berkisar itu-itu saja, tidak ada perubahan signifikan meyakinkan. Jadi, boleh insidental sampling, boleh snowball kalau orang-orangnya padakenal. Kan cari yang semuanya pernah minimal tiga kali meminum tiga macam kopi itu!

  126. pak tatang,saya sangat tertarik dengan tulisan bapak,,,saya ingin bertanya pak saya akan meneliti pengaruh kompetensi SDM UKM dan lingkungan bisnis terhadap kinerja UKM, populasi UKM di daerah saya ada 150, dosen pembimbing saya menyuruh memakai rumus jacob cohen (suharsimi arikunto) tetapi saya sangat bingung pak,,saya lebih mengerti jika menggunkan rumus slovin, menurut bapak solusinya bagaimana ? dan rumus apa yang harus saya pakai ?terima kasih

  127. Pak tolong donk …. kalau populasi tidak diketahui dengan pasti jumlahnya misalnya pasien rawat inap dengan kriteria inklusi bagaimana cara menghitung atau menentukan jumlah sampel….

  128. jadi saya menggunakan rumus apa pak untuk mencari sampel?? apa tetap jacob cohen atau slovin? saya masih bingung sekali pak,,,terima kasih….

  129. Pak skripsi saya tentang pengaruh excitement, esteem, dan new product knowledge thdp impulse buying behavior.. PS saya menyuruh pakai rumus slovin. Apa bisa metodenya pakai accidental? karena yang saya bagikan kuesioner kan orang-orang yang kebetulan bertemu dengan saya di toko, sedangkan kata bapak slovin itu untuk simple random. bgaimana pak?

    • Jelaskan dengan cerdik sopan kepada pembimbing arti simbul N dalam rumus slovin, dan susahnya mencari N yang tegas jika populasinya tak terhingga (tak bisa dihitung dengan pasti), karena N itu angkanya pasti harus pasti!

  130. kata pembimbing saya, utk cari populasi saya disuruh observasi dulu di satu toko kemudian hitung berapa yang beli selama seminggu lalu dimasukkan ke N pakai rumus slovin, klo u/ populasi setahun berarti dikali 52minggu ya pak?

  131. Sampurasun Pak tatang punten abdi bingung keneh perkawis masalah penentuan jumlah sampel hehehe.
    populasi di dalam penelitian saya tidak diketahui pak, nah untuk menentukan populasinya itu dari mana ya pak ? terus untuk menentukan jumlah sampel nya bagaimana ? saya memakai convenience sampling dengan syarat orang-orangnya sering mengunjungi coffee shop sebanyak 3 kali. kebetulan skripsi saya membahas masalah brand equity tentang coffee shop di kota bandung.

    hatur nuhun pak, diantos pisan jawaban na

    • Sebut saja populasinya tak terhingga, sulit dihitung persis angkanya (baca buku Suharsimi Arikunto, a.l.). Dalam blog ini saya perjelas teknik-teknik yang tepat digunakan. Dalam buku lain hanya disebutkan teknik-teknik sampling tapi tak jelas untuk populasi seperti apa. Perkiraan populasi bisa dilakukan dengan mencatat (melihat catatan) setiap hari yang datang ke cafe, ketiga cafe. Ambil sampel beberapa, tanya termasuk pengunjung ketiga cafe atau bukan. Jika ditanya sepuluh orang ada tiga yang seperti itu, jadi ada sekitar 30% anggota populasid ari sekian banyak pengunjung dalam seminggu.

  132. pagi pak, saya lagi ambil penelitian tentang hubungan pola asuh orang tua terhadap motivasi belajar remaja di tingkat rw. nah populasi yang saya dapet itu sekittar 198 remaja di rw tersebut yg umurnya dr 12-18 tahun. saya mengambil sampel berapa ya pak. lalu untuk penghitungan val dan rel instrumen itu seperti apa pa? dan saya ambil berapa sampel untuk menguji val dan rel say? trim pak

  133. kalau memakai nilai kritis 7% boleh gag ya pak? trus bagaimana menulis daftar psutaka sumber Rumus Slovin ini pak??

      • ok pak trimakasih,,, saya sudah terlanjut memakai 7% dan skarang smakalah sudah direvisi,,,namun sumber rumus slovin ini darimana ya pak??? nulis sitasinya gmana?

        direvisi,,, namun sumber rumus slovin ini apa ya apak??

  134. assalamu’alaikum.. saya mau nanya, pada penelitian saya didapatkan populasi sebesar 50 orang. apakah saya bisa langsung menggunakan total sampling? atau hrus mencari besar sampel terlebih dulu. terimakasih pak..

  135. Pak saya mau tanya mohon dibalas pak. Jika ditanyakan mengenai ‘kenapa kamu memakai tingkat kesalah 10% ? Mengapa bukan 5% ?’ Alasannya apa ya pak ? Apakah ada teori khusus yang menyatakan alasan menggunakan tingkat kesalahan 10% ? Karena saya menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 10%.

    Terima Kasih Pak

      • Udah kan, asal paham saja bagaimana menyampelnya! Dalam penelitian biasanya yang disampel itu populasi subjek, bukan materi, yang materi tak pernah dikatakan walaupun selalu dilakukan!

  136. Assalamualaikum Pa’ Tatang….
    mau tanya pak,, sy ingin melkukan pnelitian pd mhasiswi dari tingkat 1-3,, jumlah populasinya 233 orang,, apakah sy langsung masukkan ke rumus slovin atau sy bagi perkelas?
    trma ksh sblumnya pak…

  137. pak saya mau tanya mengapa tingkat kesalahan boleh menggunakan 5% dan 10%? bila menggunakan 10 % itu penyebabnya apa ya? trimakasih

  138. Pak saya mau tanya,kalau untuk accidental sampling masih harus pake rumus juga ya untuk menentukan sampelnya?trimakasih

  139. Pak, saya mau tanya, semua ini bisa dilihat dimana referensinya?
    atau bapak bisa menunjukkan?

      • kalau untuk Slovin’s formula, kita boleh tetapkan Error tolrancenya 15 %, atau memang skalanya hanya 10%-15%?

      • Tergantung maunya peneliti, atuh, cuma logikanya aja yang harus benar! Rumus slovin itu hanya alat, bukan penentu, karenanya tidak ada ketentuan harus berapa persen. Itu soal signifikansi hasil penelitian dan itu adanya di kepala peneliti.

  140. pak, saya mau tanya..saya saat ini sdg nyusun skripsi judulnya Hub. konsumsi protein hewani dan status ekonomi dengan status gizi pada anak SD X , nah sampel yang saya ambil yaitu kelas 6 . Teknik sampling yang digunakan teknik non-probability sampling yaitu sampel jenuh, saya bingung pak kan kalo pake teknik itu jumlah populasi sama dengan jumlah sample nya..nanti pas mengolah data nya..pake rumus apa yaa pak..trmkasih pak

  141. Masih bingung ane bang,cara hitungnya yg hasil 286 itu,kasih tau ane dong bang cara hitungnya gimana nih ?
    Terima kasih.

  142. Pak, saya sedang mengadakan penelitian guna tesis saya, variabel yang saya teliti adalah variabel institusi, populasi satu kecamatan 55 institusi, kalau saya pakai krecjie ketemunya 48 institusi dengan jumlah responden 336 orang, nah bolehkah saya pakai slovin? karena klo pke krecjie hampir seperti populasi, sementara kondisi geografis sangat bervariasi dengan medan yang lumayan berat.
    mohon bapak berkenan memberi sumber yg relevan tentang rumus slovin. terima kasih

  143. trim kasih kang tatang…baru ngerti saya sekarang..cuma mau tanya juga kang:
    1. kalau untuk kesehatan berapa taraf signifikan yang di izinkan…trim kasih..

  144. pak, saya mau tanya. saya sudah penelitian di universitas dg jmlah siswa 102 terdiri dari 7 kelas (a.3.1=16, a.3.2=13, a.3.3=20, a.3.4=20, b.3.1=10, c.3.1=16 dan d.3.1=6). saran dosen saya gunakan rumus slovin. jd saya dapt sample 80. yg saya mau tanyakan gimana cara saya ngmbil sample 80 dari 7 kelas itu. kata dosen biar semua mewakili. kalau saya ambil kelas a satu kelas dan b,c,d ambil smua, berarti utk kelas a tdk mewakili kesluruhan. mohon bantuan pnjelasnya pak. saya bingung

  145. pak, saya mau tanya. saya jurusan bhs inggris, mau penelitian di universitas smster 3. dg judul ingin mengetahui kemampuan siswa dalm memahmi materi tntang minimal pair pd mata plajaran pronunciation. dg jmlah siswa smster 3= 101 terdiri dari 7 kelas (a.3.1=16, a.3.2=13, a.3.3=20, a.3.4=20, b.3.1=10, c.3.1=16 dan d.3.1=6). saran dosen saya gunakan rumus slovin. jd dg rmus slovin dg taraf significant =0.05, n=N/1+N(e)^2 (101/1+101(0.05)^2= 80,63 (dibulatkan jd 81).(saya dapt sample 81. yg saya mau tanyakan gimana cara saya ngmbil sample (taking sampling yg digunakan) utk 80 sample yg sdh ditentuka dg slovin td, dari 7 kelas itu. kata dosen biar semua mewakili. kalau saya ambil kelas a satu kelas dan b,c,d ambil smua, berarti utk kelas a tdk mewakili kesluruhan. mohon bantuan pnjelasnya pak. saya bingung. trus bagaimana jg saya mau uji reliabel (try out) tesnya pak.

  146. pak, saya mau tanya pak , judul penelitian saya “Pengaruh game online terhadap Prestasi belajar (studi survei eksplanatif pada siswa SMP Al-Ihsan Kota Bambu Selatan Jakarta Barat)” dengan jumlah populasi sebanyak 328 siswa, saya menggunakan rumus slovin dalam pengambilan sample saya dengan ts 10%. jadi jumlah sample saya itu 77 siswa . lalu pada teknik analisis data, saya menggunakan analisis hubungan asosiasif, rumus Pearson’s correlation (product moment), dan regresi linier sederhana , itu masi perlu menggunakan metode spss juga gak si pak ? mohon masukannya untuk mahasiswa tingkat akhir

  147. Wilujeng enjing kang….

    punten naros sakedik yeuh.kebetulan lg susun tesis.
    saya lg penelitian di KPP 1 sampai KPP 6 (ada 6 kantor), dimana populasinya itu adalah Wajib pajak 6 KPP itu totalnya 4.646 Wp. nah…saya pake rumus slovin untuk menentukan sampel dengan tingkat keyakinan 95% maka sampelnya sekitar 367 responden.

    kuisioner sudah disebar dan sekarang sedang tahap tabulasi dan pengolahan data. pake SEM menggunakan AMOS, nah…kalo SEM kan menggunakan ML (Maximum Likehood). ketika sedang dioperasikan, kok outliernya banyak banget sekitar 170 responden (dari sampel 370), ketika aku coba utak-atik data kuisioner, ternyata outliernya masih 170 responden meski ada perubahan identitas outliernya.

    setelah saya baca-baca ternyata Maximum Likehood itu kan bagusnya sampel 100-200an karena jika diatas 200 maka akan lebih sensitif dan goodfitnya akan jelek. pantesan pas aku olah data pake 370 responden itu kok datanya jelek.

    nah ini yang mau minta pendapat akang (semoga bisa dibantu dengan ilmu statistiknya hehehe).
    1. kalo saya keukeuh pake data 370 itu, apakah ada cara lain selain Maximum Likehood itu, agar dataku bagus dan ada hasilnya ?
    2. atau saya rubah saja penentuan sampelnya? tingkat keyakinannya diturunkan dari 95% menjadi 94% atau 93% ? dimana perubahan sampelnya dari 370 (keyakinan 95%) menjadi 262 (keyakinan 94%) atau menjadi 195 (keyakinan 93%). apa alasan yang kuat jika penguji bertanya “kenapa menggunakan keyakinan 93%?”
    3. selain cara2 tersebut, apakah ada cara lain menurut akang supaya saya datanya dapat diolah ?

    hatur nuhun kang, diantos responna.

  148. assalamualaikum,,boleh minta saran nya.. Saya ingin meneliti model antrian kereta api yang terdiri dari 9 loket tapi saya hanya mau mengambil 2 sampel independen dengan uji normalitas kolmogorov smirnov… itu cocok ngga? trimakasih

  149. ass. pak mohon pendapat bapak, saya mau meneliti ttg kepuasan pasien berobat di puskesmas, kalo menggunakan rumus slovin sewajarnya berapa tingkat signifikansi yg hrs saya ambil apakah 0,01 , 0,05 , 0,10 , mengingat pasiennya jg banyak anak2 pra sekolah (dibawah umur). Mohon tanggapan bapak, trims.

  150. Assalam alaikum, bapak.. terimakasih telah berbagi ilmunya.. semoga berkah.. btw, Saya mau bertanya pak. Populasi peneletian saya kan terbagi menjadi 3 wilayah (KPP A, B, dan C). nah, per KPP didapat populasi sejumlah kurang lebih 800 populasi(sudah disempitkan lingkupnya). kira2 pakai metode apa ya pak, biar sampel yang saya dapat bisa 50’an sampel. karena, kalau lbh dari itu, saya kesulitan menjangkaunya. terimakasih banyak bapak untuk bantuannya… :)

  151. Malam pak. saya mahasiswa manajemen.
    saya mengambil populasi dri jumlah tamu hotel pertahun pak dan sayan dapat 65916 org buat mencari sample saya pakai rumus slovin dgn kesalahan 5% dan dapat hasil 397. Saya mau tanya pak kalau pakai 10% bisa nggak pak biar nggak terlau banyak kali samplenya?
    kalo bisa alasannya kenapa pak?

  152. maaf pak saya mau tanya
    dalam skripsi saya populasinya itu 85 responden trus saya pake slovin responden jadi 70 org
    alasan saya pake slovin karena yang bersedia mengisi angket cuman 70 org
    tapi kata pembimbing saya alasan itu tidak dapat diterima. kalo menurut bapa alasan apa yang terbaik untuk menjawab pertanyaan dosen tsb,,??? mohon bantuannya pa

    • Alasannya, ya populasinya 70 itu saja! Atau, ya populasinya tetap 85, tanpa sampel, diteliti (disebari angket) semua, tapi data yang bisa diolah hanya dari 70, karena hanya sebanyak itu angket yang kembali.

  153. maaf pak saya mau tanya,,,
    jika saya punya populasi petani 3461 orang
    lalu saya menggunakan d = 85 %,, apakah ini akan mempengaruhi tingkat kepercayaan (p=5%) atau berapakah baiknya tingkat kepercayaan yang saya gunakan jika saya menggunakan spss dalam uji x2??
    mohon bantuannya pak

  154. pak tlg saya dibantu saya sdg bingung menentukan metode sampling dan besaran sampel untuk penelitian tesis saya. saya akan menguji hormon (melalui serum darah) dari sapi BX yang dipotong di RPH dengan metode stunning. Dari beberapa RPH, yang bisa diambil sampel sapinya hanya dua saja krn berbagai kondisi. dari RPH yang bisa sy masuki ini pemotongan sapi per malamnya rata-rata 20 ekor. yang disebut populasi yang 20 ekor ini. atau seluruh sapi BX yang dipotong di RPH dengan metode stunning? apa metode sampling yang tepat ya pak?purposive kah?

    • Kasus saja, lah. Kasus di dua RPH. Kan tergantung hasilnya, kalau sapi-sapi itu “homogin” dak msalah untuk digeneralisasikan, seperti nyamuk DB itu di mana-mana kan sama aja, ikan lele itu di mana-mana kan sama saja.

  155. terimakasih pak..tapi yang dimaksud dengan kasus itu gmn ya pak,sy blm paham. tentang metode sampling cocoknya pakai apa dan untuk besaran sampelnya jika tiap RPH saya ambil 10 dari 20 pemotongan yang ada apakah sudah sahih? atau perlu menggunakan rumus apa ya pak.

    • Waduh ini kan objeknya di luar penguasaan saya. Nah, saya ambil contoh Anda mengumpulkan biji-bijian yang Anda tahu benar-benar pohonnya seperti apa. Katakanlah ada 22 macam biji. Anda perhatikan biji-biji itu ada yang bisa terbelah, ada yang tidak. Lalu Anda kelompokkan jadi dua jenis, berkeping dan tidak berkeping. Anda perhatikan pohonnya, lalu Anda tahu bahwa jika bijinya tidak berkeping umumnya pohonnya tidak bercabang, atau cabangnya cabang semu, sebaliknya yang bijinya berkeping, phonnya berdahan bercabang beranting. Selesai. Berapa sampel Anda ambil dan dari berapa banyak populasi? Anda belum cek itu biji-bijian dari Arab, Mesir, Turki, Inggris, Perancis, Kanada, New Zealand, Rwanda, Swaziland, Kongo, ddll. Tapi Anda yakin di seluruh dunia seperti itu. Coba bandingkan dengan sapi, sapi di seluruh dunia.

  156. ass. pa maaf saya mau tau saya sedang menulis tesis tentang kesehatan dan dalam pengambilan sampel saya menggunakan rumus slovin dengan 1% (0,1) skrng dipermasalahkan atas dasar apa saya mengambil itu? mohon bantuan untuk menjawabnya pa…dan mereka meminta sumber yang berbentuk buku pa,,,apa bapa punya rekomendasi untuk buku????tx

  157. assalamualaikum pak,
    saya sedang menyelesaikan skripsi saya yg judulnya “pengaruh pengetahuan tentang HIV/AIDS terhadap sikap siswa dalam upaya pencegahannya di SMA negeri kota banda aceh” saya menggunakan rumus slovin untuk mencari sampel, dengan populasi 5316 siswa dan t.s 0,1 jumlah sampel yang didapat 98. apakah itu bs mewakili banyaknya sampel pak? jika saya memakai t.s 0,05 hasilnya 372 ditakutkan pihak sekolah tidak mengizinkan krn terlalu banyak. dan apakah bisa pak untuk menghitung sampel masing-masing sekolah saya menggunakan rumus proposional spl (soepeno)?
    terima kasih

    • Sampel itu semuanya (kecuali yang tidak random) bisa mewakili, cuma dalam kadar rendah apa tinggi, itu saja. Tegasanya, semakin banyak sampel, semakin bisa dipercaya hasil penelitian.

      • Oh bgtu pak yaa, bagaimana pak jika dalam suatu penelitian kita memiliki 2 t.s. Krn dalam pnlitian skripsi saya pada pnentuan sampel mggunakan rumus slovin saya mnggunakan t.s 0,1 sedgkan olah data rumus korelasi product momen saya mggunakan t.s 0,05. Apakah boleh pak seperti itu?
        Terima kasih pak atas jawabannya :)

  158. permisi pak, saya mw nanya
    skripsi saya ttg kepuasan konsumen PO Bus
    untuk penentuan sampel saya harus pake rumus slovin atau pake rumus yg tidak diketahui populasinya? *mengingat rumus slovin itu kan kalo telah diketahui populasinya
    tambahan
    terima kasih pak

  159. selamat siang pak tatang,,sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada bapak atas artikel yang bapak tulis ini sangat bermanfaat bagi saya .semoga bapak seksus selalu.
    pertanyaan saya pak 1: penelitian saya terhingga jumlah populasi 60% saya menggunakan rumus slovin dengan nilai e=0,5% hasil sampel 52,17% dibulatkan menjadi 53…yang saya bigung teknik apa yang cocok dalam pengambilan sampel yang lebih praktis(saya menggunakan kuesioner)??
    pertanyaan 2: yang saya takutnya disini klau dalam pengambilan sampelnya tidak mencupi 53 sedangkan target yang uda di tulis 53 giman caranya agar bisa mencupi..teknik apa yang saya ambil pak??
    mohon dibantu pak,

    • Pak,sya mau tnya..penelitian sya jdul’a hubungan penerapan atraumatic care dalam mengurangi distres psikologis pada anak prasekolah yg dirawat di ruang x RSUD…sya mengambil populasi periode 3 bln jumlah’a 62org..krn target penelitian sya hanya 2 bln,sedangkan rata2 setiap bln ada 20 ank prasekolah yg dirawat di ruang tsb..kira2 teknik sampling apa yg bsa sya pakai,besar sampel’a bgaimna pak?terima kasih sblmnya

      • Alasannya krn waktu penelitian saya cma 2bln pak..sedangkan sampel tidak lagsung tersedia,krn sya hrus mnunggu ada ank usia prasekolah yg dirawat di ruang tsb..kalo sya mengambil total smpel maka perlu 3 bln utk mengumpulkan data..jd gmn pak,apa kira2 ada solusi lain terkait waktu penelitian yg bersisa hnya 2bln??

      • Terima ksh byk pak saran’a,itu sangat membantu sya..apakah itu disebut consecutive sampling?

      • Enggak, itu populasi, hasilnya ya berlakukan untuk pasien bulan itu saja (2 bulan). Soal generalisasi lebih luas itu tergantung logis apa tidak.

  160. Assallamualaikum
    Pak, saya melakukan penelitian dara rekam medis di rumah sakit
    Jumlah data yang diambil 677
    Sebaiknya saya mengambil sampelnya bagaimana pak? Metode apa yang sebaiknya digunakan?
    Terimakasi pak

    • Lha, ngapain harus disampel kalau semuanya bisa dianalisis? Memang jika nganalisis semua akan berapa tahun baru selesai? Yang jadi pertanyaan penelitiannya apa? Banyak apa sedikit? Kalau pertanyaannya cuma berapa persen parah, sangat parah, cukupan, ringan, kan semuanya bisa dianalisis. Jangan dibiasakan di kepala itu selalu harus ada sampel, sampel, sampel………….. Penyampelan itu dilakukan jika meneliti dan menganalisis seluruh populasi sulit. Aslinya: TELITI SEMUA!!!!!!!

  161. Assalamu’alaikum
    Pak, saya mau tanya. Saya ada penelitian ilmiah.objek penelitian yg digunakan adalah mahasiswa dr universitas X. Lalu saya gunakan area cluster sampling. Maka saya tentukan menjadi Fakultas Ekonomi → Jurusan Manajemen → Tingkat 3/Semester 6 yg terdiri dr 14 kelas..
    Nah untuk mahasiswa manajemen tingkat 3 saya hitung jumlahnya ada 700 org (50 org per kelasnya). Untuk penyebaran kuesionernya harus brp banyak ya pak?

  162. Pak, mau nanya nih… saya ada tugas untuk menarik sampel dari 150 populasi.
    Diminta untuk :
    a. gunakan metode proportional stratified random sampling berdasarkan pendidikan untuk mengambil 30% sampel. Tentukan sampel terpilih.
    b. Uji apakah jumlah sampel yang diperoleh sudah memenuhi dengan tingkat signifikansi (alpha) = 5% dan tingkat kesalahan (E) = 10%. Jika belum, ambil jumlah sampel sesuai dengan diprasyaratkan.

    Mohon bantuannya pak, untuk menghitung yang point a bagaimana ya? lalu bagaimana kita bisa melakukan pengujian sampel yang diambil apakah sudah memenuhi dengan tingkat signifikansi (apha)=5% dan tingkat kesalahan = 10% ,kalau pengertian saya, tingkat signifikansi dan tingkat kesalahan hampir sama….

    terima kasih pak

  163. Selamat siang pak.
    Saya sedang meneliti defect pada ban pak. Populasi dari ban saya anggap tidak diketahui sehingga saya mengunakan metode lemeshow dengan populasi tak hingga. Alhasil jumlah sampel nya adalah 384. Bisakah kita memakai metode itu? Selanjutnya, untuk pengambilan data saya menggunakan metode accidental sampling,, apakah bisa??
    Terimakasih pak, mohon bantuannya

      • Dari semua ban pak.
        Jadi pada intinya semua ban itu terdapat defect, tetapi ada yang kelihatan dan ada yang tidak kelihatan.
        Mohon pencerahannya. Apabila berkenan bisa didiskusikan melalui email: nurkholikkusuma@gmail.com.

        Terimakasih

      • Assalamualaikum pak..
        dalam penelitian saya,,untuk menentukan sampel menggunakan rumus slovin dengan taraf signifikansi 10% (0,10)..
        dari perhitungan didapatkan jumlah sampel 98,67 (dibulatkan menjadi 100) dari populasi jumlah karyawan sebuah perusahaan sebanyak 7453 yang tergolong kedalam beberapa sub-populasi (cluster) diantaranya yaitu:
        A = 1754
        B = 2367
        C = 215
        D = 2137
        E = 94
        F = 802
        G = 84
        nah,,apakah untuk penentuan sampel tiap clusternya bisa diperoleh dengan rumus proportional stratified sampling?
        Mohon pencerahannya pak..
        terima kasih.

  164. Assalamuallaikum wr.wb.
    Bapak skripsi saya meneliti tentang tempat hiburan di kota x.
    nah dalam meneliti tempat hiburan, karna tempat hiburan jenis ny bermacam-macam, apa bisa menggunakan rumus sloven ?
    dan berkas skripsi saya sudah masuk pa, mhon doa dan kelancara skripsinya.

  165. Assalamualaikum pak..
    dalam penelitian saya,,untuk menentukan sampel menggunakan rumus slovin dengan taraf signifikansi 10% (0,10)..
    dari perhitungan didapatkan jumlah sampel 98,67 (dibulatkan menjadi 100) dari populasi jumlah karyawan sebuah perusahaan sebanyak 7453 yang tergolong kedalam beberapa sub-populasi (cluster) diantaranya yaitu:
    A = 1754
    B = 2367
    C = 215
    D = 2137
    E = 94
    F = 802
    G = 84
    nah,,apakah untuk penentuan sampel tiap clusternya bisa diperoleh dengan rumus proportional stratified sampling?
    Mohon pencerahannya pak..
    terima kasih.

  166. assalamualaikum. sbelumnya terima kasih buat postingan bapak yang benar-benar mencerahkan ini.

    Pak, misalkan saya mau ngambil sampel dari 58.465 penduduk dengan taraf signifikan 10% apakah data saya masih dikatakan valid nantinya? Soalnya sewaktu seminar penguji saya bilang jumlah sampel saya tidak masuk akal. Mohon solusinya pak. Terima kasih.

  167. Saya sdg penelitian ttg logam berat pada kosmetik,, stlah d pilih2, calon smple yg masuk karakteristik dgn brbgai kriteria pda populasi, yg sya dptkan 16 calon smple, rmus yg d pkai utk mnjadi smple pnelitian sya apa ya pak? Thx.

    • Karakteristik itu karakteristik populasi apa sampel. Jika karakteristik sampel, maka harus sama identik dengan populasinya! Jika yang Ananda sebut sampel itu beda dari yang lain, ya itu populasinya (hanya 16)!

      • jadi kami sebelum mengambil sampel, sampel yg kami ambil nanti memenuhi syarat n kriteria. contoh. 1. Tidak adanya Registrasi BPOM, 2. Sample eyeshadow berwarna merah. 3.Kisaran harga 5rbu-25rbu. dll.. Nah dari tmpt pngambilan sampel yg bredar di pasar.X ini, kmi mnemukan 16 Eyeshadow yg memenuhi kriteria tsb, lalu untuk memperkecil sya mnggunakan rumus apa? sdgkan di pasar sebesar itu kami hnya menemukan 16 kriteria yg kami inginkan.. Mohon sharenya pak. THx

  168. pak maaf mau nanya populasi yang ingin saya teliti sebanyak 105 orang , teknik sampling yang digunakan itu probability atau non probability , dan jika probability teknik sampling nya simple random , proportionate , disproportionate apa area cluster?? dipilih teknik sampling itu dikarenakan apa ya pak? karena yang saya ingin tanya penumpang-penumpang yang mengakses sistem e-booking.. thanks

  169. Pak mau tanya apakah untuk responden konsumen bisa pake rumus slovin?
    tentang kepuasan pelanggan. Mkasih

  170. Referensi yang ok…
    Mohon pencerahan mas/pak tentang “menjalani/mengaplikasikan” rumus pencarian jumlah sampel dg populasi >10.000. Mohon contoh mengerjakannya pak (yg di buku Dr. Soekidjo Notoatmodjo, Metodologi Penelitian Kesehatan, halaman 91).
    Terima kasih sebelumnya.

  171. Saya mengambi peneitian tentang analisis produksi pada industri anyaman tikar, jika diketahui populasi 2.749 dengan menggunakan rumus slovin dengan tingkat keyakinan sebesar 85% atau standar error 15%, diperloeh sebesar 44 sampel… apakah itu sudah memenuhi syarat??

  172. Selamat siang Pak, saya sedang menyusun skripsi mengenai hubungan perhatian dengan pengetahuan warga terhadap program televisi, jumlah populasinya 120 orang dan saya ingin menggunakan rumus slovin dengan toleransi 5% sehingga didapat sample nya 92 orang, apakah sudah tepat? mohon pencerahannya Pak. Terimakasih..

  173. selamat pagi pak,saya sedang menyusun skripsi saya bingung menetukan sampel untuk penelitian saya,jumlah populasinya 108 pasien,ada caranya nga pak,kita bisa ambil sampel kurang dari 10 pasien.

  174. Selamat malam menjelang pagi pak tatang :)
    tulisan bapak menjadi pantengan saya seharian ini dan saya seperti yg lain yg telah membaca blog ini yaitu merasa beruntung dan terbantu dengan ulasan ini..tapi yang masih jd pertanyaan saya pak..sejauh saya membaca jawaban-jawaban bapak kepada para penanya bapak mengatakan bahwa rumus slovin itu untuk populasi yang homogen, untuk teknik simple random sampling..tapi di atas saat bapak menulis ulasan tentang Rumus Slovin ini di bagian akhir ada tulisan…
    “STOP!

    Rumus Slovin ini tentu mempersyaratkan anggota populasi (populasi) itu diketahui jumlahnya (simbulnya N). Dalam bahasa saya disebut populasi terhingga. Jika populasi tidak diketahui jumlah anggotanya (populasi tak terhingga), maka rumus ini tak bisa digunakan. Lebih-lebih jika populasinya tak jelas (tidak diketahui keberadaannya, apalagi jumlahnya, misalnya orang yang korupsi atau nikah siri). Teknik sampling yang digunakan pun tentu tak bisa teknik yang bersifat random (“probability sampling”), harus menggunakan teknik yang sesuai (quota, purposive, snowball, accidental dsb.)”

    jadi itu maksudnya tulisan itu terbalik ya?hehe
    Terimakasih sebelumnya pak, saya lagi revisi tentang sampel ni jd butuh reverensi..semoga bapak berkenan membalas :)

  175. selamat siang pak saya mau tanya untuk jumlah populasi 76orang dan bersifat homogen apakah bisa ditentukan sample nya menggunakan slovin?

  176. pak klo populasinya 242 gimana yaa ngitungnya …. saya masih belum mengerti…. karena sampelnya harus diatas 80an.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s