ARSITEKTUR BELANDA DI MAJA

Tatang M. Amirin; 4 Februari 2015

Setidaknya ada dua bangunan arsitektur Belanda yang ada di Maja (maksudnya pada saat jadi Kabupaten Maja, 1819-1840), tetapi sekarang sudah hilang semua, yaitu pabrik teh di Argalingga dan Kantor Bupati Maja di Maja, yang kemudian disebut pasanggrahan (rumah peristirahatan). Disebut pasanggrahan, karena setelah perpindahan ibu kota Kabupaten Maja, yang berganti nama menjadi Kabupaten Majalengka, dari Maja ke Sindangkasih (yang kemudian diganti nama jadi Majalengka, 1840), kantor bupati itu tinggal menjadi tempat peristirahatan (pasanggrahan) saja.

Lama melacak bentuk bangunan pasanggrahan Maja itu seperti apa tidak pernah tertemukan. Baru malam ini, Rabu 4 Februai 2015, gedung pasanggrahan itu tertemukan dengan nama “Pasanggrahan te Nadja (denga n bukan m), residentie Cheribon. Foto dibuat antara tahun 1900-1960. Tersimpan di Tropenmuseum. Dalam bahasa Belanda pasanggrahan itu disebut dengan “gastenverblijf” yang dalam bahasa Inggris disebut “guesthouse.”

Gedung itu berada di sisi selatan alun-alun Maja, lurus hadap dengan jalan raya Majalengka-Maja, pertigaan ke kiri  ke arah timur (menghadap gunung Ciremay) berupa jalan raya arah ke Talaga Cikijing, ke barat jalan tanah arah ke Pasir Dogdog dan Pasir Kopo (dari nama pohon jambu kopo, jambu “air” besar biji) Nah, ini gambarnya.

MAJA-PASANGGRAHAN TE NADJA RESIDENTIE CHERIBON 1900-1960 TROPENMUSEUM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s