ILMU PENDIDIKAN 2: BELAJAR VERSUS MEMPELAJARI VERSUS PEMBELAJARAN

Tatang M. Amirin; 11 April 2011

Tanpa disadari, sehari-hari kita lazim menggunakan dua istilah yang relatif sama: belajar dan mempelajari. Kedua istilah ini lewat begitu saja dari amatan perhatian kita. Tidak pernah ada yang mencoba menganalisis mengkajinya lebih cermat. Samakah makna di balik kata belajar dan mempelajari? Cobalah perhatikan kalimat-kalimat berikut.

Tatik belajar bahasa Inggris.  Tatik sekarang sedang belajar bahasa Inggris. Ia sedang mempelajari pelajaran bahasa Inggris.

Coba pelajarilah bagaimana cara mengajar yang membuat murid-murid senang dan bahagia belajar.

Titik, adik Tatik, baru sedang belajar berjalan.Titik juga baru sedang belajar bicara.

Totok, sepupu Tatik, sedang belajar memperbaiki henpon yang rusak. Ia belajar sendiri dipandu buku petunjuk merakit dan memperbaiki henpon.

Belajar dari pengalaman, masyarakat sulit membedakan sosok penagih hutang (debt collector) dari preman.

Cobalah pelajari proposal yang masuk ini, apakah layak untuk didanai atau tidak!

Belajar kata dasarnya “ajar” (ber-ajar yang berubah menjadi belajar), sementara “mempelajari” kata dasarnya pelajar (mem-pelajar-i; kata “pelajar” sendiri kata dasarnya “ajar” : pe-ajar yang berubah menjadi pelajar).

Belajar, dengan demikian, bukan hanya pekerjaan (tugas) pelajar atau seperti yang lazim dikerjakan oleh pelajar saja, sementara mempelajari pasti merupakan kegiatan belajar yang khas pelajar atau seperti yang biasa dilakukan pelajar.

“Tatik mempelajari pelajaran bahasa Inggris” itu termasuk kegiatan khas pelajar. “Mempelajari proposal” juga merupakan kegiatan yang seperti tugas pekerjaan pelajar (menelaah, mencermati).

“Titik sedang belajar berjalan” itu merupakan kegiatan yang tidak sama nuansanya dengan kegiatan pelajar. Demikian juga dengan “belajar dari pengalaman.”

Berdasarkan adanya perbedaan hakiki antara belajar dan mempelajari itu, maka ada ahli pendidikan (berbahasa Inggris) yang mencoba membedakan istilah learning (belajar) yang umum itu menjadi dua: learning dan studenting. Mirip-mirip dengan bahasa Indonesia belajar dan mempelajari.

Sebagai catatan, perlu diketahui bahwa dalam bahasa Inggris (akademik) istilah learning itu mengandung dua makna. Pertama sebagai proses atau kegiatan belajar, dan kedua sebagai hasil dari perbuatan belajar. Dalam makna yang kedua ini “belajar” didefinisikan sebagai “perubahan perilaku (mencakup perilaku batiniah seperti tahu, paham dan sebagainya) sebagai akibat (hasil) dari berpengalaman atau berlatih.

Perbedaan antara learning dan studenting terletak pada ada atau tidak adanya pihak lain yang terlibat. Pak Tommy belajar cara membuat nasi goreng dari Tami, isterinya yang asli Indonesia. Pak Tommy sedang melakukan kegiatan studenting. Tami sendiri “studenting” senam aerobik dengan memirsa televisi yang menayangkan “pelajaran” senam aerobik. Diam-diam Pak Tommy “studenting” cara membuat soto ayam lewat buku resep masakan Indonesia yang dibawa Tami dari Indonesia.

Andi, anak Pak Tommy dan Bu Tami yang usia anak TK, sedang asik “belajar” menyusun balok-balok kayu menjadi bangunan. Sekali ia bisa membuat gerbang rumah yang megah anpa runtuh. Sekali ia membuat rumah susun, tapi runtuh lagi. Ia coba susun kembali, dan berhasil.  Andi tepuk tangan kegirangan. Hore, aku bisa! Ia sudah “learning” (berhasil belajar: memperoleh kemampuan baru).

Andi belajar (sendiri) menyusun balok-balok. Pak Tommy belajar (mempelajari) bagaimana cara membuat nasi goreng dari Ibu Tami, dan belajar (mempelajari) cara membuat soto ayam lewat buku resep masakan. Ibu Tami belajar (mempelajari) cara senam aerobik lewat tayangan televisi. Itulah padanan learning dan studenting. Tentu istilah studenting belum lazim digunakan dalam bahasa Inggris. Jadi, duluan kosa kata bahasa Indonesia.

Nah, kegiatan apa yang dilakukan Ibu Tami ketika “mengajari” Pak Tommy membuat nasi goreng? Konon, dalam bahasa sekarang ia sedang melakukan “pembelajaran.” Kata dasarnya “belajar.” Kata kerja aktifnya “membelajar” atau “membelajari” (Hehehe….). Ibu Tami sedang “membelajari”  Pak Tommi membuat nasi goreng. Lucu, ya! Bahasa Inggrisnya “pembelajaran” itu instruction, kalau mengajar teaching. Ibu Tami teachs Pak Tommy cooking nasi goreng. (Bukan “instructs” ya!).

Pak Dodi sedang melakukan pembelajaran di kelas (Dulu: Pak Dodi sedang mengajar di kelas–pendek ya!). Pak Dodi  sedang membelajarkan bahasa Inggris. Pak Dodi sedang membelajari murid-murid bisa bercakap-cakap dalam bahasa Inggris. Susah tidak sih membelajar bahasa Inggris itu? (Tahu, ah! Kenapa memaksakan diri pakai kata dasar belajar? Kenapa tidak kembali ke ajar saja?!)

Cag! (maksudnya to be continued, gitu)

Advertisements

One thought on “ILMU PENDIDIKAN 2: BELAJAR VERSUS MEMPELAJARI VERSUS PEMBELAJARAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s