SIGNIFIKANSI HASIL PENELITIAN

Tatang M. Amirin, 20 Maret 2010; 10 Mei 2010; 4 Januari 2011

Ada yang bertanya, apakah jika penelitian dilakukan terhadap populasi (seluruh “anggota populasi” diteliti, bukan studi sampling, penelitian terhadap sebagian anggota populasi) harus ada uji signifikansi? Pertanyaan itu muncul karena umumnya dalam buku-buku statistika dan metodologi penelitian uji signifikansi itu berkaitan dengan generalisasi (pemberlakukan secara umum) hasil penelitian dari sampel ke populasinya. Dalam kalimat lain disebut dari “statistik” (hasil penelitian terhadap sampel) ke “paramater” (keadaan populasinya).

STOP! Harus diulang dulu apa itu populasi dan sampel. Jika yang akan diteliti 100 orang murid, maka keseluruhan 100 orang murid itu disebut populasi. Tiap-tiap murid merupakan subjek penelitian dan disebut pula sebagai anggota populasi. Jadi, populasi murid itu beranggotakan 100 orang.  Jika keseratus orang itu semuanya diteliti (jika diangketi, ya semuanya dikirimi angket), maka disebutlah penelitiannya sebagai studi populasi. Jika yang akan diteliti (diangketi) hanya sebagian saja dari 100 orang itu, maka yang diteliti atau disebari angket itu disebut sampel. Penelitiannya disebut studi sampling.

Hasil penelitian terhadap sampel (misalnya dari 100 orang siswa yang diteliti 25 orang saja sebagai sampel) disebut sebagai “statistik.” Keadaan sebenarnya populasinya disebut sebagai “paramater.” “Statistik” (“data” dari sampel) itu kemudian digeneralisasikan (diberlaku-umumkan) kepada populasinya. Jadi, jika misalnya data dari 25 orang murid menunjukkan semuanya rajin, maka semua murid (100 orang itu) dianggap rajin semua. Ingat ceritera mencicipi sayur sepanci. Sayur sepanci itu dicicipi sesendok makan tak penuh. Sayur sesendok makan itu ternyata kurang asin. Lalu, disimpulkan bahwa seluruh sayur sepanci itu kurang asin. Itu namanya generalisasi. Sampel (25 orang murid, sayur sesendok makan) diteliti, datanya (“statistik”) dari sampel (cicipan) tadi dipakai untuk “menaksir” keadaan (parameter) populasinya. Contohnya: ditaksir 100 murid rajin semua, ditaksir sayur sepanci kurang asin semua.

Kembali ke pertanyaan semula. Pertanyaan itu sangat menarik dan menggelitik. Saya terpaksa harus buka-buka “literatur,” mengecek apakah memang itu hanya berkait dengan sampel dan populasinya, dalam hal ini berkait dengan menggeneralisasikan data dari sampel (statistik) ke populasinya (paramater)? Nah, untuk menjawabnya, akan lebih baik jika dibahas apa sih sebenarnya makna signifikansi itu.

Tunggu. Rasanya para pembaca perlu ada apersepsi (pengetahuan awal) terlebih dahulu, perlu dibawa ke dasar-dasarnya dulu. Nah, berikut dipaparkan dasar-dasar pengetahuan dimaksud.

Misalkan seseorang melakukan penelitian korelasi (mengkorelasikan variabel independen X dengan variabel dependen Y). Contohnya kerajinan kuliah dan prestasi belajarnya.  Penelitian (pengumpulan data) bersifat kuantitatif (mengukur, datanya berupa bilangan), yaitu mengukur kerajinan kuliah (dicatat presensi kuliahnya, misalnya) dan mengukur prestasi (hasil) belajar (dicatat nilai hasil ujiannya, misalnya). Data hasil mengukur tersebut, yang berupa bilangan, dianalisis dengan teknik analisis statistika. Salah satu yang harus “dilihat” dari hasil analisis itu adalah apakah hasilnya signifikan pada taraf tertentu. Signifikan itu arti mudahnya –nanti dijelaskan lebih panjang lebar–meyakinkan bahwa benar atau tidak benar.

Taraf signifikansi (t.s.) itu lazim dinyatakan dengan tanda .05 (diindonesiakan jadi 0,05) atau .01 (diindonesiakan jadi 0,01). Taraf signifikansi ini  sering diubah menjadi taraf kepercayaan (t.p.), dilambangkan dengan bilangan 95% atau 99%. Jadi, t.s. 0,05 = t.p. 95%, sedangkan t.s. 0,01 = t.p. 95%. Maksudnya apa, nanti dijelaskan.

Dalam buku-buku statistika tersedia daftar yang menunjukkan angka-angka (bilangan) tertentu pada taraf signifikansi tertentu. Lazimnya berkaitan pula dengan jumlah sampelnya ada berapa banyak. Angka-angka itu merupakan standar (patokan) untuk menentukan apakah hasil penelitian (data penelitian) signifikan atau tidak. Angka itu menunjukkan angka minimal yang harus dicapai oleh data dari penelitian agar disebut berkorelasi secara signifikan (meyakinkan). Dalam contoh korelasi di atas,  korelasi antara kerajinan kuliah dan prestasi belajar itu, signifikan (benar-benar meyakinkan bahwa benar) ataukah tidak.

Jika angka (hasil analisis komputer) yang didapat dari analisis statistik itu lebih besar dari angka standar pada taraf signifikansi .05 atau .01 (misalnya standarnya 1,5 sedangkan bilangan yang diperoleh dari analisis 1,9; jadi 1,9 > 1,5), maka dikatakanlah bahwa ada korelasi yang signifikan. Sebelum penjelasan lebih lanjut, dalam bahasa keseharian istilah itu dapat kita beri makna korelasi yang meyakinkan, tegasnya yakin benar-benar berkorelasi (berhubungan: bahwa X  “mempengaruhi” Y–Perhatikan: istilah “mempengaruhi” dalam tanda petik).

Keyakinan yang sepenuh-penuhnya dalam bahasa keseharian lazim dibahasakan dengan “yakin 100%.” Jadi, kalau yakin 99% ya sudah sangat dekat dengan 100%, begitu pula 95%. Tapi kalau “50% yakin,” itu artinya masih ragu-ragu, antara yakin dan tidak yakin. Jika hanya 25% saja yakinnya, ya jadinya tidak yakin, gitu.

Nah, apa itu maksudnya? Mari kita bahas dengan meminjam uraian Creative Reserch Systems (CRS)–online.

Istilah signifikan (significant) itu dalam bahasa Inggris umum (sehari-hari) artinya  penting. Dalam statistika, signifikan itu artinya berkemungkinan atau berpeluang betul-betul benar, bukan benar karena secara kebetulan). Bahasa Inggerisnya “probably true (not due to chance).”

Apa pula itu? Begini. Ambil contoh murid-murid yang mengerjakan ujian cekpoin. Si Anu bisa menjawab benar seluruh soal. Si B bisa menjawab benar seluruh soal juga. Demikian pula Si C dan Si D. Pertanyaannya, apakah “kebenaran” menjawab soal (bisa menjawab soal dengan benar) itu karena benar-benar tahu jawaban yang benar, ataukah hanya secara kebetulan menjawab (memilih dari pilihan ganda) jawaban yang benar? Itu kira-kira yang dimaksud “berkemungkinan benar” (benar-benar menjawab dengan benar–karena tahu jawaban yang benar) dan secara kebetulan benar (kebetulan menjawab atau memilih jawaban yang benar, padahal sejatinya tidak tahu mana jawaban yang benar dan mana yang salah). Soal cek poin kan bisa seperti itu!

Dalam penelitian pun, jawaban responden (yang ditanyai) itu bisa benar-benar (sungguh-sungguh) menjawab itu, bisa hanya kebetulan. Jelasnya asal menjawab, tetapi kebetulan pilihan jawaban yang “dihitami” dalam lembar jawaban justru yang benar.

Taraf signifikansi (significance levels) itu, menurut CRS,  menunjukkan kepada kita seberapa mungkin itu terjadi karena kebetulan saja. Jelasnya begini. Bilangan yang ditunjukkan untuk taraf signifikansi itu 0,05 atau 0,01. Itu artinya ada kemungkinan sebanyak 0,05 = 5% (atau 0,01 = 1%) responden (yang ditanyai dalam) penelitian secara kebetulan menjawab benar, begitu. Jadi, jika ada 100 orang responden, ada 5 orang (atau 1 orang) yang menjawab benar, tapi hanya secara kebetulan menjawab benar.

Taraf  kepercayaan yang umum digunakan dalam penelitian, seperti telah disinggung di muka, yang menunjukkan hasil penelitian itu seberapa dapat dipercaya kebenarannya adalah .95  (indonesianya 0,95). Itu artinya bahwa hasil penelitian itu kebenarannya 95% bisa diyakini (yakin 95%; dekat dengan bisa dipercaya 100%).

Dalam penulisan komputasi statistika  sebenarnya tidak ada penulisan taraf kepecayaan itu dengan angka .95 (atau 0,95)–Saya tuliskan dalam tanda kurung plus tulisan “atau,” sebab jika langsung dituliskan .95 (0,95) siapa tahu nanti ada yang membacanya menjadi .95 kali 0,95 (Hehehe)–Yang akan tertuliskan adalah bilangan .05 (atau 0,05). Bilangan tersebut, seperti telah disinggung di atas,  mengandung arti bahwa dalam hasil penelitian itu terkandung kemungkinan ada 5%-nya yang tidak betul-betul benar, yaitu yang hanya karena kebetulan saja benar. Ini sebenarnya “pembalikan”  dari kemungkinan benarnya 95%.  Jelasnya: kemungkinan yang benar 95%, kemungkinan yang tidak benar 5%–dari 100% jawaban responden.

Untuk mendapatkan persentase kemungkinan hasil penelitian benar, kurangkan bilangan 1,0 dengan bilangan “taraf signifikansi” tersebut. Jadi, bilangan 0,05 (atau .05) akan menjadi 1,0 – 0,05 = 0,95. Jika membacanya dengan cara lain, bukan dengan “nol koma …”, maka akan berbunyi:  satu (100 per 100 –> 100 dibagi 100 kan sama dengan 1) dikurangi 5 per seratus (100/100 – 5/100) = 95 per seratus (95/100), alias 95 per sen (sen = seratus). Maksudnya 95% hasil penelitian itu dapat diyakini benarnya.

Ini contoh hasil penelitian (dari CRS) yang mencoba mengetahui apakah ada perbedaan pembelian BBM jenis X menurut kota dan jenis kendaraan bermotor. Analisis menggunakan teknik chi square (baca “kay skwer” alias kay kuadrat).

significance table

Di bagian bawah, sejajar tulisan “Chi Square” ada bilangan 0.07 (indonesianya 0,07) dan 24.4 (indonesianya 24,4). Itu adalah bilangan hasil analisis statistika yang menunjukkan kay skwernya.

Di bawahnya ada bilangan .795 dan .001. Itu bilangan taraf signifikansinya. Maksudnya bilangan sebesar 0,07 itu hanya “signifikan” pada taraf signifikansi 0,795, dan bilangan 24,4 signifikan pada taraf signifikansi 0,001.

Lebih jelasnya, bilangan 0,07 sebagai hasil analisis data penelitian tentang perbedaan pembeli BBM X antara penduduk kota dan pinggiran kota itu kebenarannya (bahwa benar-benar ada perbedaan), yang ditunjukkan pada taraf 0,795 ( = 795/10 = 79,5/100 = 79,5%),  itu mengandung arti bahwa hanya bisa diyakini sebesar 100% – 79,5% = 20,5% saja. Jadi, jauh sekali dari yakin 100% benar ada perbedaan.

Bilangan 24,4 hasil analisis tentang adanya perbedaan pembeli BBM X antar pemilik berbagai kendaraan (beda mobil, beda beli) berada pada taraf signifikansi .001 (atau 0,001).  Itu berarti berada pada taraf kepercayaan 1,000 – 0,001 (= 1000/1000 – 1/1000 = 100/100 – 1/100 = 100% – 0,1%) = 99,9%. Artinya, yakin 99,9% bahwa ada perbedaan pembelian BBM X di antara pemilik berbagai mobil.

Nah, jadi jelaslah bahwa taraf signifikansi itu berkaitan dengan taraf “kemeyakinkanan” adanya korelasi (jika penelitian korelasi–misalnya antara kerajinan kuliah dan prestasi belajar) atau adanya perbedaan (jika perbandingan–misalnya perbandingan efektivitas teknik A berbanding teknik B, atau perbandingan “kesukaan membeli sesuatu” antara orang desa berbanding orang kota).

Tradisional (manual) uji signifikansi itu dilakukan dengan cara membandingkan bilangan yang diperoleh dari analisis data hasil penelitian (misal 0,07) dengan bilangan standar pada taraf signifikansi tertentu (misal pada taraf signifikansi 0,05 bilangannya 12,08). Bilangan 0,07 lebih kecil daripada 12,08 (lazim dituliskan 0,07 < 12,08). Itu maknanya korelasi (jika korelasi) antara X dan Y tidak signifikan (tidak meyakinkan), alias tidak ada korelasi.

Tampak dengan demikian bahwa uji signifikansi itu yang pokok bukan soal generalisasi hasil penelitian yang dilakukan terhadap sampel kepada populasinya, melainkan soal “kemeyakinkanan kebenaran” hasil penelitian (yakin ada korelasi atau tidak, yakin ada perbedaan atau tidak).

Selain taraf signifikansi .05 (atau 0,05), seperti telah disebutkan di muka, lazim pula digunakan taraf signifikansi .01 (atau 0,01). Akan tetapi dalam penelitian sosial yang disepakati (ingat, hanya berupa kesepakatan para ahli–di buku-buku statistik lazim diutarakan begitu) taraf signifikansi adalah taraf .05 (atau 0,05), alias taraf kepercayaannya 95% (yakin 95% benar; yang 5% diasumsikan secara kebetulan saja benar).

About these ads

236 thoughts on “SIGNIFIKANSI HASIL PENELITIAN

  1. Pak, berarti walaupun penelitian dilakukan terhadap populasi tetap perlu dilakukan uji signifikan (uji t) ya pak? . Kalo gitu … nanya lagi nh:

    1. hipotesisnya gimana pak… maksud saya, apa dapat dirumuskan hipotesisnya…. “ada pengaruh yang positif dan signifikan dari x1 thd y” … ????
    soalnya pernah saya baca kalo hipotesis seperti di atas (memakai kata ‘ signifikan’) jika dapat digeneralisasikan ke populasi…. makanya hipotesis saya hanya: ” ada pengaruh yang positif dr x ke y” ( tanpa ada kata signifikan) …. gimana ya pak … bingung deh…

    2. Setelah saya hitung nilai koefisien korelasi parsialnya, semuanya positif, namun ada variabel x3 yg r nya kecil, cuma 0,304 sehingga saat diuji signifikan (uji t) menjadi tdk memenuhi kriteria, atau thitung lebih kecil dari t tabel, alias tdk signifikan… trus interpretasinya gimana pak… apa saya boleh interpretasikan : karena hasilnya tdk signifikan maka hipotesisnya tetap dapat diterima yaitu ada pengaruh dari x3 thd y, namun pengaruhnya tdk berarti atau tdk signifikan……. kalo spt itu bisa gak….pak?

    • (1) Korelasi positif jika X tinggi – Y tinggi dan sebaliknya. Korelasi negatif jika X tinggi Y malah rendah, dan sebaliknya. Itu pokok. Jadi disebut (hipotetis) korelasi positif jika korelasinya “tinggi – tinggi/rendah – rendah.”
      (2) Signifikan itu hipotesis juga (“masih belum teruji faktual kebenarannya). Tanpa kata signifikan juga tak apa, jadinya. Toh baik hipotesis korelasi (ada atau tidak ada) dan signifikan (yakin tidak yakin benar) sama-sama masih hipotesis.
      (3) Jika tidak signifikan, maka berarti hipotesis nihil diterima (bahwa tidak ada korelasi), dan hipotesis alternatif (bahwa ada korelasi) ditolak PADA TARAF SIGNIFIKANSI TERTENTU.
      (4) Korelasi yang rendah ditunjukkan oleh taraf signifikansinya pada taraf berapa (misal 0,75, alias 25% saja benarnya). Mau percaya pada kebenaran yang hanya 25%? Jadi, ada korelasi, tapi sangat amat rendah sekali, alias TIDAK ADA KORELASI YANG SIGNIFIKAN (MEYAKINKAN). JADI, ADA KORELASI, TAPI TAK MEYAKINKAN, ALIAS “BOHONG” HEHEHE. Misal Pak Tatang ada HUBUNGAN dengan mahasiswinya. Yakin? 25% saja yakin itu benar. Ya udah, bohong tuh!!!!!

  2. ok deh pak tatang… makasih banyak ya infonya…. sangat membantu deh…..ntar kalo ada kesulitan boleh nanya lagi kan….. jangan bosan ama aku ya……. skali lagi maturnuwun pak… sukses terus….

    • Sama-sama. Semakin banyak orang tanya, semakin saya harus banyak belajar. Itulah lifelong education. Utlubul-‘ilma minal mahdi ilal-lahdi (tuntutlah ilmu itu semenjak engkau masih ada alam buaian sampai ketika liang lahat menjemput)–kata Nabi Muhammad saw. Jadi, bertanyalah jika ada kessulitan.. Insyaa-lLah saya bantu semampu saya.

  3. pak, atas dasar apa sih menentukan taraf signifiksai yg dpt dipakai, 1% ato 5% nya??? saya meneliti di bidang pendidikan. kalau boleh minta referensi buku yg mengandung pernyataan : dasar menentukan taraf signifikasi ini..
    terima kasih

    • Bidang sosial itu karena tidak sepasti IPA disepakati taraf signifikansinya 0,05 (atau 95% yakin benar), sementara IPA 0,01 (atau 99% benar). Semua sepakat (untuk hati-hati) tidak berani menyatakan 100% benar. Buku-buku metodologi penelitian dan statistik umumnya memberitahukan “kesepakatan ahli” itu (kecuali buku yang tak lengkap). Jadi, pendidikan, karena termasuk ilmu pengetahuan sosial, taraf signifikansinya 0,05 (atau taraf kepercayaannya 95%).

  4. Salam kenal Pak Tatang. Pak, saya mahasiswa tingkat 1 Statistika. Saya mau bertanya. Agak mengganggu pikiran saya soalnya, hehehe..
    1. Apa sih hubungan satu sama lain antara alpha, gamma dan beta?
    2. Kenapa dalam menyelesaikan harus ada alpha/taraf signifikan?

    • Wah, Mas, terus terang statistik murni bukan bidang keahlian saya, kalau saya jawab, nanti kuatir salah. Saya agak “kuper” dengan perkembangan ilmu ini. Hanya terapan saja yang masih suka “iku-ikut” nimbrung.
      Logika signifikansi itu dasarnya adalah “seberapa yakin kita mendapatkan jawaban yang benar” dari lapangan, bukan karena kebetulan benar. Andaikata ada cara untuk bisa “mengorek” perasaan atau pikiran seseorang yang sebenar-benarnya (dalam ilmu sosial), pasti orang statistik tak perlu repot-repot membuat rumus signifikansi dan perhitungannya. Tapi, itu pun, kan ada alat ada pula orang. Nah, orang yang menggunakan alat (cara) itu pun juga harus dapat diyakini seyakin-yakinnya bahwa ia mampu mengorek. Sayangnya tidak ada yang seperti itu. Ini namanya “postulat” keterbatasan manusia. Itu soal signifikansi. Statistik itu mengkuantifikasikan logika.

  5. bapak,
    saya melihat ada beberapa penelitian sosial menggunakan tingkat signifikansi 10% dalam penentuan sampelnya (menggunakan rumus slovin)..
    padahal yang saya baca dari beberapa referensi dikatakan bahwa tingkat signifikansi maksimal dalam penelitian sosial adalah 5%..
    jadi pertanyaan saya, sebenarnya apakah boleh klo dalam penelitian sosial kita menggunakan tingkat signifikansi sebesar 10% untuk penentuan sampel?
    sebenarnya alasan ilmiah penggunaan tingkat signifikasi 10% itu apa ya pak?
    mohon dijawab,,
    terimakasih.. ^^

    • Taraf signifikansi itu sederhananya kan seberapa besar kesalahan (error) terjadi dari hasil penelitian yang disebabkan karena “secara kebetulan” benar. Jadi jika taraf signifikansinya 0,05 itu artinya ada sebesar 5% kemungkinan tidak benar sungguh-sungguh karena “data yang benar” itu hanya kebetulan saja benar. Jika tarafnya 0,10 itu artinya ada kemungkinan 10% data benar itu secara kebetulan saja benar. Jika dibalik, dengan taraf signifikansi 0,05 itu artinya 95% data yakin betul-betul benar. Dengan taraf signifikansi 0,10 itu artinya 90% hasil penelitian benar karena betul-betul benar. Jadi, mau seberapa tinggi keyakinan kepercayaan kita akan hasil penelitian kita, itu yang kita sebut dengan taraf signifikansi.
      Jika penelitian dilakukan terhadap populasi (seluruh anggota populasi diteliti) peluang untuk mendapatkan tingkat kepercayaan yang tinggi jauh lebih besar dibandingkan jika dengan cara mengambil sampel yang sedikit, walaupun berkait dengan keyakinan kebenaran tetap dianggap tidak bisa mutlak 100%, karena kemungkinan “secara kebetulan” itu bisa terjadi walau dengan populasi sekalipun. Itu sebabnya jika taraf signifikansi yang tinggi yang kita pilih, jumlah sampel lazimnya dituntut lebih banyak.
      Jadi, tidak masalah mau menggunakan taraf signifikansi yang manapun, di bawah 0,05 atau 95%, tetapi keyakinan kita pun akan menyesuaikan dengannya.

      • bapak,
        dari penjelasan bapak di atas saya mau bertanya
        kalau penelitian sosial menggunakan tingkat signifikansi 10% dalam penentuan sampelnya (menggunakan rumus slovin)
        apakah dalam pengolahan data selanjutnya harus menggunakan 10% juga?
        misalnya seperti uji-uji regresi linier berganda

        terimakasih sebelumnya pak.. ^^

  6. Terimakasih Pak…
    Tulisan bapak sangat membantu, karena sebagian besar pengetahuan yang saya terima dari membaca buku memiliki konsep yang berbeda-beda mengenai definisi “taraf signifikansi”.

    Penjelasan dari bapak bisa saya pahami dan saya SETUJU ,,,, tetapi bagaimana dengan banyak penjelasan yang diberikan oleh penulis dalam buku-buku yang banyak beredar?

    Terimakasih..

    • Menurut Imam Syafi’i bersentuhan lain jenis itu membatalkan wudu. Menurut Imam lain, tidak. Andaikata kita bisa “berlogika” (menalar–dengan punya ilmu cukup) mengenai “dalil” yang digunakan para imam tersebut membuat tafsiran, kita kan bisa mengikuti pandangan mana yang kita anggap lebih kuat. Analognya begitu.

  7. salam kenal pak Tatang..saya mahasiswa tingkat akhir yg lg nyusun skripsi..saya mau tanya pak..kan hasil penelitian saya ada yang tidak signifikan..itu nanti dalam pembahasan caranya menjelaskan penyebab tidak signifikannya gmn ya pak, dari segi apanya gitu? soalnya klu dari data yg std deviasi > dr mean tdk bisa jadi alasan saya krn punya saya std deviasi < dr mean…
    trmksh sebelumnya pak..

    • Lho, kenapa takut mengatakan bahwa tidak signifikan? Kenapa harus dibahas? Memang teori tak boleh salah? Dalam bahasa (filosofi) penelitian kan teori itu dianggap sesuatu yang kebenarannya “tentatif,” sementara, tidak mutlak abadi, harus bisa diuji. Jadi, jika setelah diuji ternyata tak benar, ya, sudah, bilang saja tak benar. Tapi, lalu dilanjutkan bahwa karena baru satu kali penelitian, perlu ada penelitian lain untuk cek-ricek, agar–jika tidak signifikan-ya tidak signifikannya itu reliabel. Jika hasil penelitiannya “salah,” ya biar ada penelitian lain yang menunjukkan salahnya.

  8. pa tatang yth,

    mengenai statistika ilmu-ilmu eksakta (termasuk kedokteran), bahkan banyak saya baca juga tingkat signifikansinya 0,05 bukannya 0,01, nyambung dengan pertanyaan bung fafa,

    1) mohon bocoran buku metodologi penelitian yang biasa anda jadikan referensi (untuk melengkapi daftar pustaka).

    2) juga nama ahli yang telah bersepakat (anda menyebutnya: kesepakatan ahli), ini penting guna melengkapi dasar teoritis.

    3) pencerahan ini semoga menjadi tabungan amal dan pahala anda, terima kasih.

    • (1) Wah. ketinggalan info dong saya. Dalam berbagai literatur “kuno” eksakta 1% (0,01) sosial 5% 0,05). Makasih infonya. Berarti saya harus lacak tuh literatur “baru”. Siip, deh!
      (2) Kesepakatan ahli itu dimaksudkan pendapat para penulis buku metodologi penelitian (plus statistik terkait). Jadi jika banyak yang megnatakan ebgitu, ya itulah kesepakatan, karena “kebenaran” itu kan relatif. Dalam buku-buku (artikel) itu umumnya mengatakan 0,01 dan 0.05. Artinya, tidak dituntut 0,00. Lebih “kecil” (“besar”) dari itu boleh saja, asal ada argumen yang kuat (atau memang hanya mau taraf rendah! Hehehe).
      (3) Amat banyak buku metodologi penelitian. Paling tidak silakan buka internet dengan kata kunci “research”, nanti kan akan muncul banyak sekali artikel tentangnya. Saya sekarang lebih suka baca internet daripada baca buku. Yang internet umumnya tulisan mutakhir (paling tidak tahunnya), walau isinya mungkin saja “kuno” juga. Hehe. Ya jadi tetap baca sambil selektif.

  9. pak mohon maaf sebelumnya,,,saya mau tanya,,sebenarnya kita menggunakan uji lanjut anava pakai uji scheffe alasannya apa pak? soalnya saya baca diliteratur bingung…besok saya amu ujian pendadaran pak,,,mohon bantuannya,,sebelumnya terimakasih…

  10. ass… pak tatang!!
    saat ini saya sdng melakukan penelitian yg menggunakan alat analisis regresi berganda (dngn SPSS 17),, hasil anova menunjukkan kalo uji F nya signifikan sedangkan dari uji t ada 3 variabel X (semuanya ada 5 variabel X) yg tdk signifikan (nilai sig lebih besar dari 0,05)… yang jd pertanyaan :
    1. apa ketiga variabel tersebut dianggap signifikan ato tidak (meskipun secara keseluruhan signifikan) ?
    2. apa yang menyebabkan variabel tersebut tdk signifikan?
    terimakasih sblmnya.

    • Semua itu sebenarnya signifikan, hanya taraf signifikansinya tidak sama. Yakin 100% (sungguh-sungguh ykain) benar dengan yakin 25% (seperempat sungguh-sungguh yakin) benar, itu tetap yakin. Tapi apakah yakin 25% (seperempat yakin 100%) itu benar-benar meyakinkan?! Itu saja. Ibarat kita akan memberikan tugas pekerjaan bernilai jutaan rupiah per orang kepada 100 orang. Jika kita yakin 100 orang tersebut benar-benar pintar mengerjakan pasti pinjam uang ke bank pun tenang, karena yakin pekerjaan akan selesai dengan baik. Lain jika yang diyakini pintar benar-benar itu 25% saja, 75% lainnya tidak diketahui pasti. Berani ambil resiko pinjam uang bank untuk jalankan proyek yang bisa jadi akan 75% gagal?

  11. ouwh,, gitu ya… brarti kalo mau yakin 100 % mesti penelitian ulang?? terimakasih sdh djawab.

  12. Pak,sy mw nanya ttg konstanta yg da di prsamaan regresi. Pnltian sy mnguji pngaruh dimensi prfesionalisme thd kpuasan krja. Konstanta dlm prsmn tu mksdna pa c pak? Di pnltian sy nilaina -5,361.. knp bisa negatif pak? klo negatif brti jika nilai var. indnpnden tetap maka gak da kpuasan krja? ato gmn y pak?
    mksh atas jwbnna pak,dtunggu..

    • Dalam rumus luas lingkaran, konstanta (“constant”) itu disimbulkan dengan “phi” yang harganya 22/7 atau 3,14. Jika lingkaran itu jari-jarinya 5m, maka karena rumus luas lingkaran itu phi kali jari-jari kali jari-jari, maka luasnya 22/7 x 5m x 5m. Jika 10m maka luasnya 22/7 x 10m x 10m, jika 25cm maka 22/7 x 25cm x 25cm. Jadi bilangan “phi” itu tetap aja 22/7 atau 3,14 tak berubah. Nah, coba cermati di persamaan reegresi yang Anda sebutkan itu, yang seperti “phi” lingkaran.

  13. maaf pak saya bisa minta email bapak karena saya ingiin konsultasi tentang skripsi saya mengenai analisis data uji t dan yg lain.trimakasih

  14. Assalamu’alaikum
    pak tatang.. saya lg skripsi. ada 2 variabel independent dan 1 variable dependent, jumlah sampel 22.
    cara menentukan df bgmn ya pak?

    terima kasih sebelumnya

    • Analisisnya pakai teknik apa. Baca seluruh penjelasan penggunaan teknik analisis tersebut, karena df terkait dengan masing-masing teknik. Jelasnya baca teknik-teknik analisis “korelasi” (regresi) untuk dua variabel independen dan satu variabel dependen.

  15. assalamu’alaikum
    mf, konsultasi pak, saya sedang tugas akhir, tentang preferensi pasien rawat inap.lokasi di 2 rumah sakit. rata-rata pasientiap setahun rsu A=2000, rsu B=3000, lama tinggal rata-rata pasien 5 hari. bagaimana jumlah sampelnya?bagaimana teknik pengambilan sampelnya terima kasih, 085291873735

  16. Apa ada cara untuk membuat agar hasil penelitian dengan data sekunder yg tdk signifikan jadi signifikan Pak?

    • Dan tetap dengan data yang asli Pak?
      Hasil signifikansi saya 0.062 dan menurut saya ini sedikit di atas 0.05, apakah ttp bisa dikatakan tdk berpengaruh Pak?

    • Hehe. Semua itu kan signifikan, hanya tarafnya saja yang berbeda: ada yang yakin seyakin-yakinnya, ada yang yakin sih tapi tak begitu yakin. Hehehe. Bagaimana mau diubah?!

  17. Assalamualaikum Wr.Wb,
    Pak, saya mau tanya.. kalau kita melakukan uji homogenitas itu kan hubungannya sama Fhitung, nah konstanta F itu memang sudah dari rumusnya atau sebenarnya singkatan dari suatu kata? kata apa? (soalnya salah satu dosen penguji skripsi ada yang bertanya tentang apa maksudnya ‘F’ itu…
    Terima kasih sebelumya..
    Wassalamualaikum Wr.Wb

    • NAH INI SAYA KOPIKAN
      Uji Homogenitas Uji ini bertujuan untuk melihat apakah kedua sampel mempunyai varian yang homogen atau tidak, dengan langkah-langkah:
      a.Mencari varians masing-masing data kemudian dihitung harga F.
      S1^2
      F = ——–
      S2^2
      Keterangan:
      F = varians variable data
      S1 = varians hasil belajar kelas eksperimen
      S2 = varians hasil belajar kelas kontrol
      b. Jika ….

  18. oh gitu ya pak,,,,pak saya sedang meneliti pengaruh perputaran piutang terhada likuiditas perusahaan pak,,,,tapi pas current rationya hasil korelasi dan uji tnya negatif pak n=3 hasilnya -0,205 bagaimana nyimpulinnya ya pak.
    terus,,,ketika di perputaran piutang dengan acid test rationya hasil korelasinya 0,950 uji t nya 3,05 lebih besar t tabelnya n=3 gimana cara bacanya pak.. trimakasih pak……

  19. Pak Tatang…
    sy mw nanya dong…
    1. Apa arti regresi yg linier….??
    2. Apa arti koefisien regresi yg berarti dan signifikan pada persamaan regresi linier sederhana..??
    3. Koefisien Determinasi 75% apa artinya pak…??
    4. Apa arti koefisien regresi yg signifikan pada persamaan regresi linier sederhana..??

  20. bapak, ada yang ingin saya tanyakan..
    saya mahasiswa bahasa inggris akan melakukan penelitian ekspeimen terhadap hasil belajar tenses siswa dengan menggunakan songs, apakah dalam menyusun homogeinity test harus sesuai dengan tenses yang akan saya teliti atau grammar secara umum?

    • Ngukur hasil belajar yang valid itu ya ngukur apa yang diajarkan. Jadi kalau yang diajarkan tentant tenses, ya ngetes (ngukur keberhasilan belajar siswa)-nya tentang tenses, tidak yang lainnya.

  21. Asallamualaikum,
    maaf pak mau tanya…
    apakah boleh pada penelitian sosial jika pada uji signifikansinya menggunakan taraf signifikansi 5%, tetapi dalam penentuan sampelnya (menggunakan tabel issac n Michael) menggunakan taraf kesalahan 10%?
    mdon dijawab nggih pak,
    nuwun

      • Apabila mau di samakan menjadi 10% untuk taraf signifikansinya, apakah boleh untuk penelitian sosial menggunakan taraf signifikansi 10% pak, padahal yang saya baca dari beberapa referensi dikatakan bahwa tingkat signifikansi maksimal dalam penelitian sosial adalah 5%?
        nuuwun..

      • Kan mau percaya berapa persen pada hasil penelitian? 95 % (t.s. 0,05), 90% (t.s. 0,10). Jadi jika t.s. 0,10 artinya 90% saja hasil penelitian kita bisa diyakini benar-benar betulnya. Hanya, harus bisa jawab, kenapa hanya 90% (ts 0,10)?!

      • apabila mau terjun ke lapangan lagi dan mau menaikkan taraf kesalahannya pada pengambilan sampel menjadi 5% sepertinya tidak mungkin karena siswa yang kemarin saya teliti sekarang sudah naik kelas pak,
        trimakasih

  22. Selamat Pagi Bapak..
    saya Glo,salam kenal..
    Begini Pak,saat ini saya sedang mengolah data untuk tugas akhir.tapi ada satu analisis yang menurut saya masih kurang tetapi saya bingung bagaimana cara mencarinya lewat spss^^ dalam penelitian saya ada satu variabel tergantung (Z), dan ada 3 variabel bebas (A,B,C). Variabel A terdiri dari 2 kategori (A1,A2) variabel B&C terdiri dari 3 kategori (B1,B2,B3;C1,C2,C3) saya menggunakan teknik anova dua jalur Pak. Kesulitan saya adalah ketika saya ingin mencari tahu bagaimana interaksi antara A1,B1,dan C1 terhadap Z. saya bingung bagaimana cara menghitungnya lewat SPSS(versi 16). saya bingung akan langkah2 yang harus dilakukan,meskipun saya telah membaca bbrp buku petunjuk penggunaan spss.berbagai cara yang saya tahupun telah saya lakukan tetapi belum berhasil..
    mohon pencerahan dan petunjuknya Pak..
    maturnuwun..

  23. Maaf Bapak mengganggu waktunya sebentar,
    saya pungki dari semarang,
    Saya ingin bertanya beberapa hal:
    1. Apakah setiap penelitian harus signifikan? karena hasil regresi penelitian saya ada beberapa variabel yang tidak signifikan dan tanda konstanta nya tidak sesuai teori, saya bingung mencari alesan dari hasil regresi tersebut….
    2. Sejatinya makna signifikan itu apa sih Pak,…?
    Terima Kasih banyak Bapak sebelumnya atas bantuan Bapak,….

    • (1) Signifikan arti gampangya bisa diyakini kebenaran hasil penelitiannya.
      (2) Setiap penelitian ya tentu saja harus signifikan (bisa diyakini benar kebenarannya).
      (3) Kalau penelitian sudah betul (tepat) dari segala segi, tak sesuai teori ya bukan masalah, teori bisa “dikalahkan” oleh “fakta” baru! “Teori bumi datar” kan “dikalahkan” oleh teori ”
      baru” bumi itu bulat! Gak percaya? Tanya Galileo!

  24. judul skripsi saya pengaruh suku bunga, kurs, dan jumlah uang beredar terhadap kinerja reksadana. persamaan regresinya:
    Y= -0,025 -0,001 -0,001 +0,002
    yang mau saya tanyakan, nilai constant saya bernilai -0,025, apa boleh nilai constant bernilai negatif?
    trima kasih

  25. slmt siang pak, sy mau tnya tentang hasil pengujian, bahwa pnya sy itu bahwa variabel “kredit modal kerja berpengaruh positif terhadap omset penjualan” tp ktnya dgn klmat itu tdk boleh,,,nah yg betul itu gmn?mksh,,,,,,,

  26. pa saya opick, mau nanya nih..
    skripsi saya kan 3 variabel… x1, x2 dan Y
    pada saat uji F hasilnya signifikan..
    tpi pada saat uji T x1 tdk signifikan krna nilainya >0.05.. apakah penelitian sya bisa diterima???

  27. Terimakasih atas informasi bahwa signifikasi adalah tingakat kepercayaan berdasarkan angka (0.05 atau 0.01).
    Saya bertanya: Berdasarkan hasil analisis determinasi korelasi diperoleh angka 40%. dengan kata lain bahwa X berpengaruh terhadap Y sebesar 40%. Apakah angka tersebut dikatakan signifikan?

    • Konsultasi ke “taraf signifikansi”! Semua itu signifikan, tapi tarafnya yang beda = percaya 100%, 80% ,apa hanya 50%, atau bahkan 40% saja yakinnya penelitian kita benar!

  28. Saya agung mahasiswa tingkat akhir yg sedang mengerjakan skripsi…
    Saya mau tanya perbedaan berpengaruh signifikan dan berpengaruh tidak signifikan bagaimana pak???

  29. aslm, pa tatang maaf sy blm jelas dgn jwb bpk utk sdr Gerda, pertanyaan hampir sama:
    Bila menggunakan sampling jenuh 100 %, tipe data interval, utk hipotesis asosiatif pada korelasi pearson, kemudian dibuat regresi berganda, bagaimana menguji hipotesis ha atau ho diterima/tolak?. yg sy baca pada sampling jenuh tidak ada uji signifikansi, apa perlu uji parsial dan uji F?, atas bantuanya trima ksh

    • Itu bukan sampling, tapi studi populasi. Konsultasikan hasil hitung korelasi dengan tabel untuk Pearson, temukan pada taraf signifikansi berapa hasil dianggap meyakinkan benarnya!

  30. pak tatang, saya ingin tanya tentang penelitian saya. hasil penelitian saya antara pembelajaran menggunakan metode konvensional (biasa) dengan metode media pembelajaran interaktif 78.5 :94,4,lebih tinggi menggunakan metode pembelajaran interkti dengan selisih prosentase 15,9 %. apakah selisih tersebut dapat dikatakan signifikan? dan dari mana dasarnya? tlong di balas jg di email saya deni4z083@yahoo.co.id………………………….terima kasih pak

  31. pak tatang saya mau tanya dong,nama saya cika saya saat ini sedang skripsi mengenai pengaruh program CSR terhadap brand image radio swaragama pada pendengar di yogyakarta, apabila populasi pendengar di yogyakarta sebanyak 22.000 apakah boleh saya mengambil sampel dengan tarap signifikansi 10% dengan menggunakan rumus slovin sehingga sampel yang saya ambil hanya 100orang, karna apabila menggunakan tf 5% terlalu banyak dan memerlukan waktu yang cukup lama dalam penelitian,bagaiamana menurut bapak?sebelumnya terimakasih

    • Wah…… Mbak Cika ini kok ya lucu, tho! Siapa yang pernah menghitung pendengar swaragama ada 22.000? Gimana ngitungnya! Jelaslah itu populasi tak terhingga, tak bisa dihitung. Jadi tak bisa dihitung sampelnya dengan slovin. Dengan slovin hanya 100 dari 22.000 juga apa sudah benar! Gunakan teknik-teknik sampling bagi pop[ulasi tak terhingga. Lacak di blog ini! Mangga. Suwun….

  32. PAK,
    BISA JELASKAN 5 ARTI ATAU PENGERTIAN DARI VAR DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN 95% DARI 100%??

    • Dari 100 ada kemungkinan yang kebetulan benar — bukan betul-betul benar– ada 5; jadi yakinnya 95%! Misal: dari 100 soal yang dikerjakan seluruhnya benar, tapi, mungkin ada yang asal jawab, karena tak tahu, tapi jawabannya benar, sebanyak 5. Jadi tak bisa yakin 100% si penjawab itu benar-benar tahu jawaban yang benar.

  33. berarti penelitian yang tidak signifikan (nilai signifikansi > 0,05), bsa berarti penelitiannya tidak berguna ya pak? (soalnya tidak bsa dipercaya)

  34. pak mau tanya saya mau ujian skripsi,
    skripsi saya deskriptif kuantitatif, pakai analisis regresi dan semuanya pakai taraf signifikasi 5%, nah kata pengujiku keanapa bukan pakai 1% pak?? jelaskan yaa..

    • Data gak jelas?! Lha, maunya signifikan pada taraf berapa? Itu saja. Bisa signifikan tapi pada taraf 0,50 (50% saja yakin benar), bisa 90% (0.1). T.s 0,05 artinya 95% yakin benar!

  35. Assalamualaikum pak tatang. Saya menggunakan rumus Slovin dlm menentukan jumlah sampel minimum yg diambil. jumlah populasinya ada 35 (25 pekerja+10 agen mitra), dgn sgnifikan 10% hasilnya (n) adalah 26 sampel. yg ingin saya tanyakan apakah saya harus menyebar 26 kuesioner untuk pekerja dan 26 untuk agen mitra (padahal agen mitra jumlahnya hanya 10)? atau 26 itu sudah untuk keduanya (pekerja+agen)? kalo sudah untuk keduanya bagaimana cara membaginya? terima kasih banyak pak

    • Jumlah populasi terlampau kecil. Harus diteliti semua (studi populasi). Persoalannya, apa yang diteliti dari pekerja dan apa dari agen mitra? Dua-duanya populasi yang berbeda.

      • Yang saya teliti adalah perumusan strategi pemasaran dengan metode SWOT pak. Sampel pekerja untuk mendapatkan informasi dr sisi internal dan sampel agen dr eksternal perusahaan. Dosen pembimbing saya menyarankan teknik purpossive sampling dlm pengambilan sampel, untuk agen saya hanya memilih sampel yg sekiranya dia dpt memberikan informasi yg saya perlukan, tetapi untuk pekerja saya ingin menggunakan rumus slovin dalam menentukan ukuran sampel minimal. menurut bpk bagaimana?

      • Gunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Yang dicari informan pokok atau key informan/men (bahasa lain sampel dipilih sengaja tertentu sesuai keperluan alias purposive).

  36. assalamu’alaikum,,pak tatang…. saya mw nanya,,smntara ini sy lgi mngolh data pnlitian sy,,kok tiba2 hasilnya tdk ada yg signifikan…smua parameter uji non signifikan..jadi bagiamn sy hrus menulisnya dlm krya ilmiah,smua data sy hasilnya noon signifikan, ada 5 parameter,mohon jwbnnya

    • Lha, penelitian itu untuk apa sih? Mau mengekalkan kebenaran, apa mau menguji kebenaran, apa mau menurut maunya peneliti?? Apa tidak boleh teori orang terbantahkan oleh penelitian baru? Nanti Galileo jadi tak ada dalam sejarah!!!!

    • Wah, wah, wah, makanya dalam judul skripsi atau tesis tidak boleh ada singkatan, karena tidak semua orang paham kepanjangan singkatan itu, dan lebih-lebih belum tentu paham maknanya. Jadi kaya lelucon orang titip dibeliin CD. Maunya untuk ganti daleman, eh dibeliin untuk rekam data. Kok ya yang dititipin gak tanya juga sebelum beli cd, mau cd bajakan apa asli? Makanya ia belikan cd kosongan aja!Hehehe….bingung tho dengan ceritera saya? Padahal hanya tentang CD? Makanya, kalau ceritera itu mbok yao tho yang cetho welo-welo, jelas jelus jelis, gitu!

  37. bagus banget pak artikelnya.,
    saya mau tanya…saya lagi skripsi tentang persepsi masyarakat yang jumlah populasinya 1,137,000 jiwa pak., dan sifatnya heterogen . kira-kira sampelnya berapa ya pak? .

    syukron mohon bantuannya .

  38. Ass,,,maaf pk mengganggu
    saya nur,,,saya mau penelitian tentang pengetahuan dan sikap wanita usia subur terhadap pemeriksaan IVA test untuk deteksi dini kanker rahim. populasi 11.432…pertanyaan saya ; berapa jumlah sampelnya ya pak?? mks

    • Pertanyaan: Apa mereka tahu? Pernan diberitahu? Jangan-jangan gak ada yang pernah memberi tahu, jadi mereka tak tahu. Tanyalah yang sudah diberi tahu, bagaimana sikapnya! Nanyain sikap orang yang gak pernah tahu, tak ada gunanya. Coba saya tanya: Anda suka ikan “bungkreung”? Nah, lu, gak bisa jawab, kan!???

  39. Pak saya ingin bertanya.. apakah ada dasar yang bisa menguatkan saya, jika saya ingin mengambil taraf signifikansi 90% dalam penelitian saya (kuantitatif kausal) dengan jumlah populasi saya skitar 147rb..sedangkan saya memiliki keterbatasan waktu dalam penelitian jika mengambil 95% (dikejar deadline pengumpulan skripsi)hehe.. makasih pak :)

  40. slmt malam, pak sya mau tanya, sayakan penelitian untuk KTI nya saya,,,,,,,,, pak gimana nanti klau hasil penelitiannya saya negatif semua??????? apa yang harus saya bahas nantinya??????????
    judul KTI saya : identifikasi salmonella pada susu,,,,,,,,,,,,,
    mohon penjelasannya pak.

  41. saya mau tanya pak…

    salah satu variabel penelitian saya hasilnya “negatif signifikan”
    (berpengaruh negatif dan signifikan) itu maksudnya gimana pak?

    feel (perasaan) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kepuasan pelanggan…

    maksudnya gimana pak?
    dan bagaimana penulisan kalimat untuk logikanya pak…?

    kalau menurut saya “semakin rendah feel (perasaan) semakin tinggi kepuasan pelanggan di KFC caabang veteran, Padang”.
    maksudnya: kalau seseorang mengabaikan (tidak terlalu meresapi) perasaannya ketika membeli dan menikmati produk KFC, maka seseorang tersebut akan merasakan kepuasan, dikarenakan perasaan itu hanya timbul pada saat merasakan pengalaman atas produk tersebut.

    sebaliknya: “semakin tinggi feel (perasaan) semakin rendah kepuasan pelanggan di KFC caabang veteran, Padang”
    maksudnya: kalau seseorang mendalami perasaannya ketika membeli dan menikmati produk KFC, maka seseorang tersebut tidak akan merasakan kepuasan, dikarenakan perasaan itu timbul pada saat merasakan pengalaman tersebut dan akan berlanjut menjadi pemikiran tentang kelemahan produk tersebut. Akibatnya, kepuasan akan menurun…

    Apa pendapat saya benar pak…?
    mohon bantuannya pak…
    tks..

    • Diemail sudah dijawab. Tapi di sini diulang, biar yang lain bisa tahu juga.
      (1) Korelasi negatif maksudnya terbalik hubungannya: jika X tinggi, Y rendah, jika X rendah, Y malah tinggi. Jika berhari-hari hujan turun terus, es krim tak laku banyak, jika tak hujan berhari-hari terik, es krim laku keras. Jika tidak merokok, paru-paru sehat sekali, jika banyak merokok paru-paru tidak sehat. Jika gas buangan knalpot banyak, paru-paru tidak sehat, jika gas buangan knalpot sedikit, paru-paru sangat sehat.
      (2) Hubungan feeling (jajan sambil pakai perasaan) tinggi, maka akan tak puas, jika tak peduli (perasaan rendah), maka akan puas. Itu tergantung teorinya, dda enggak teorinya mengatakan demikian, dan kuat enggak?!
      (3) Jangan-jangan bukan soal feeling, tapi soal rakus makan (enak gak enak, dimakan saja). Atau soal rasa makan: Orang perasa (sensitif) dengan rasa makanan akan sensitif, yang tidak perasa tidak akan sensitif, jadi puas-puas aja dengan makanan yang ada. silakan dicermati!

      • ini teorinya pak…

        Farida (2006:32) feel (perasaan) merupakan setiap kesadaran yang mapan atau berdasarkan pengalaman, yang meliputi perasaan dan emosi yang dimiliki/akan dimiliki oleh pelanggan. Feel marketing ditujukan untuk mengajak (penciptaan emosi dan mood) yang difokuskan pada perusahaan dan merek, perasaan positif dan negatif terhadap produk atau jasa akan mempengaruhi sejauh mana barang atau jasa itu dikonsumsi (Schmitt, 1999 dalam Surianto dan Aisyah 131).

        lalu bagaimana pak?

      • Nah, itu teori umum tentang feeling. Implikasinya, orang diajak punya perasaan (mood) terhadap suatu produk. Jika merasa positif, maka akan beli produk, jika negataif akan tak beli produk. Nah, bagaimana itu bisa diterapkan ke penelitian Ananda? Gak cocok,kan?!!
        Gini deh: Menurut teori jika seseorang suka (having positive feeling) pada sesuatu produk, ia (mau) beli produk, dan sebaliknya. Jadi jika orang punya feeling positif terhadap makanan siap saji tertentu, ia akan sukai makanan itu. Teori ini tak bisa diterapkan (dideduksi) ke jika tidak gunakan feeling akan puas, jika punya feeling (gunakan feeling) maka akan tidak puas terhadap sesuatu produk! Halnya (substansinya) beda. Yang satu punya feeling positif/negatif, yang satu gunakan/tidak gunakan feeling. Yang satu mengupayakan punya feeling positif, yang satu mengupayakan jangan pakai feeling. Gak sambung!

  42. pak mau tanya….
    1.kenapa didalam ilmu eksak taraf signifikan 5 % juga blh dgunakan???
    2. sebenarnya RAL dalam penelitlian itu buat apa n ada syarat2x g pak???
    terimakasih sblmnya pak..

  43. pak tatang, maaf saya mau tanya.setelah melakukan pengujian anava 2 arah apakah harus diadakan pengujian lanjut? terimakasih

  44. Pak Tatang, saya mau bertanya.
    penelitian saya terkait dengan obyek penumpang Kereta Api.
    Yg saya ingin tanyakan, karena jumlahnya tidak tetap & tidak pasti, bagaimana saya bisa mendapatkan jumlah sampel?
    klo pun saya menggunakan rumus slovin, apakah tingkat signifikasi 10% boleh saya ambil (dari data penumpang perminggu yg sudah di dapat dari PT.KAI), dan penelitian dengan tingkat signifikasi 10% itu biasanya untuk apa, karena setahu saya 5% itu untuk penelitian sosial?
    mohon pencerahannya pak, trima kasih

    • (1) Sampelnya pakai ancar-ancar saja, karena rumus slovin hanya cocok untuk yang populasi terhingga, jelas banyaknya.
      (2) Asal pembimhing setuju dan Ananda punya alasan logis kenapa 10%!

      • Pembibing saya sih setuju pak Tatang, namun saya disuruh mencari alasan teoritis tentang penggunaan signifikasi 10%, namun hingga saat ini saja belum bisa menemukan alasannya. coba cari berbagai sumber untuk penelitian sosial saja toleransinya 5 %. mungkin bapak bisa memberi referensi sumber terkait?
        Matur suwon pak sebelumnya.

      • Taraf signifikansi itu kan menunjukkan seberapa peluang benar apa yang jadi simpulan. Jika 10% artinya hanya 90% saja kita yakin penelitian kita benar! Itu saja. Bagi ilmu sosial disepakati minimal 95% meyakinkan (alias ts 0,05)!

  45. pak, saya kan ditanya kenapa pake taraf kepercayaan pake 95% kok nggak pakai yg lain???
    jawaban nya apa ya pak?? trimakasih

  46. pak, mau tanya. dalam sebuah regresi, dari beberapa sampel signifikansinya berbeda-beda, misalnya x1 signifikan pada taraf 1%, sedangkan x2 signifikan pada taraf 5%, itu cara melihat signifikan pada taraf 1% atw 5% gimana pak, trus apa bedanya OLS dengan MLE pak? mohon di jwab ke email saya.. anjur_eriksaragih@yahoo.com

  47. Assalamualaikum pak, klo ada hsil olah data eviews yg hasilnya 9.74E-08 itu artinya apa ya pak,?trus angka yang sbenarnya itu berapa pak ? sy msh blm mngerti mohon bantuannya,, trimakasih

  48. Assalamualaikum pak, klo ada hsil olah data eviews yg hasilnya 9.74E-08 itu artinya apa ya pak,?trus angka yang sbenarnya itu berapa pak ? sy msh blm mngerti mohon bantuannya,, trimakasih Gadistegar774@yahoo.com

  49. maaf pak mau tanya. kalo misal kan jumlah populasi nya 98 orang, berarti nentuin sampelnya berapa?
    Trus kalo uji validitas caranya gimana? Mohon bantuannya.
    Trima kasih.

  50. Mau nanya, kalo misalnya ada salah satu variabel di tabel hasil regresi penulisannya seperti ini:

    Coef. -0.215
    (2.87)**

    itu cara bacanya gimana?
    yang di dalam kurung itu t statistic atau prob > t?

  51. selamat malam pak tatang..saya mau nanya :
    1. apakah penelitian tentang pasar modal termasuk penelitian bidang sosial yang menggunakan taraf signifikan 5%?
    2. apa beda t tabel dengan t hitung?
    3. apa beda two-tailed dengan one tailed?
    mohon bantuannya ya pak..terimakasih

  52. pak,,bagaimana hasil jika t hitung> t tabel , tapi sig 0,067 dengan alpa 5% , saya bingung apakah terima ha atau tolak ha,,makasi pak..

  53. Salam kenal pak tatang, saya mau nanyak
    hal yang sepele tetapi saya tidak bisa menyimpulkannya..
    saya mengolah data pakai regresi dan hasil outputnya
    salah satu adapengaruh negatif antara variabel dependen dan independen tetapi diuji signifikansinya diperoleh tidak signifikan. jadi jika hasilnya negatif tetapi tidak signifikan itu bagaimana ya pak?? terima kasih..

    • Ya tidak ada hubungan negatif yang signifikan! Hati-hati, negatif bukan minus……. Tapi jika X tinggi Y rendah, dan sebaliknya! Jika minus ya memang tak signifikan!

      • mau nanyak lg pak, heheh
        negatif bukan minus itu gimana ya pak?
        kalau hasil regresi saya didapat b = – 0.139 dan sig 0.311
        ini dapat disimpulkan memiliki pengaruh negatif tidak signifikan atau minus ya pak??

      • Itu munus, bukan korelasi negatif. Korelasi poisitif jika X tinggi Y tinggi (motivasi tinggi prestasi akan tinggi), negatif jika X tinggi Y rendah (banyak minum alkohol lambung tidak sehat).

  54. mohon bantuannya pak tatang, saya sedang menulis skripsi akuntansi. pada saat uji t, yang harus saya pakai untuk membuat analisisnya t hitung atau nilai signifikannya saja? karena dari 3 variabel independen yang saya gunakan hanya 1 yang mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,033 dan yang lainnya bernilai 0,251 dan 0,292. Dan saya masih belum jelas mengenai jenis – jenis hipotesa dalam penelitian (co:berpengaruh positif signifikan atau negattif signifikan atau berpengaruh postif tapi tidak signifikan). mohon bantuannya melalui e-mail. Terimakasih banyak

      • Selamat pagi pak. Saya mahasiswi tingkat akhir sedang tugas akhir mau bertanya pak. Variabel X saya ada 6 pak menggunakan regresi berganda. Setelah uji t, ternyata thitung lebih kecil dari t tabel. Berarti variabel X tidak berpengaruh yah pak? Namun jika diuji secara parsial hasilnya bagus bagus pak. Terima kasih pak

  55. pak, saya mau tanya,
    skripsi saya IPA tapi terkait kondisi alam pak, atau tidak pasti hasilnya, berarti saya harus pakai 0.05 ya pak?
    terima kasih

  56. apakah angka signifikansi berpengaruh thd pengolahan data?? misal utk pengambilan sampel dipakai angka signifikansi 10%. namun saat pengolahan data angka 5% dipakai sbg angka signifikansi. apakah hasilnya akan berpengaruh? terima kasih.

  57. msebelumnya maaf mengganggu pa,saya bahar dari makassar,saya motanya gimana caranya ya..ngisi tabel dibawa ini…. Tabel 6. Uji-F, Pengaruh Konpensasi Gaji (X1), Tunjangan (X2), Bonus (X3) terhadap kinerja karyawan (Y)
    ANOVA (b)
    Model Sum of Squares df Mean Squares F Sig
    1 Regresion (a)
    Residul
    Total

    a. Prodictor : (Constan), Bonus, Tunjangan, Gaji
    b. Depident VariabeL
    Sumber : Lampiran, Hasil olah data

    • Positif = jika X tinggi Y juga tinggi (motiasi tinggi, prestasi tinggi) dan sebaliknya, negatif jika X tinggi Y malah rendah (banyak bolos, prestasi rendah), dsblk.Signifikan meyakinkan pada tara keyakinan (kepercayaan) tertentu, misal t.p 95% (t.s 0,05).

      • Pak mengapa tarah 0,05 digunakan untuk uji normalitas dan taraf 0,1 digunakan untuk uji homogenitas?? Apa alasannya mengapa berbeda pak??

  58. malam pak tatang,
    saya mw tny:
    jumlah populasinya ad 115 orang, sy tentuin sampel nya dengan rumus slovin dan tingkat kesalahannya 10%,
    pemikiran awal sy tu cara tentuin tingkat kesalahan dilihat dari jumlah populasi kita yg tidak terlalu benar karena kmngkinan kurang dari 115 orang (responden sy mahasiswa (mahasiswa kmgkinan tiba2 pindah univ dll)). sy tetap menggunakn data lama (yaitu 115).

    pemikiran saya ini salah ga, pak?
    seharusnya sy ambil semuanya (115orang) atau mnggunakan tingkat kesalahan 5%?

  59. salam, pak tatang. saya nanya.
    apakah boleh jika pada saat penentuan sampel kita menggunakan tingkat kesalahan 10%, tapi pada analisa data kita gunakan taraf kesalahan 5% ?

  60. sore pak tatang.
    pak sy mw tanya lagi.

    apa yang dimaksud skala numerik? (ada skala ini kan?) sy tidak ketemu pengertiannya.
    apa bedanya skala numerik dengan skala diferensial semantik?

      • pak, sy ad dua kuesioner dalam 1 penelitian.
        yg pertama tu cara penilaiannya tu angka 1,2, dan 3. dimana 1 itu rendah, 2=sedang, dan 3= tinggi.
        yang kedua tu penilaiannya dari 1-10 dimana sy bedain jadi 1= rendah, 5= sedang, dan 9= tinggi, skalanya:
        1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
        rendah sedang tinggi

        dari dua itu apakah dua2 boleh termasuk skala numerik???mohon penjelasannya pak.

      • Kan dalam bentuk bilangan (numer, number = 1, 2, 3, 9, 10), jadi…………… Kecuali itu hanya simbol, yang pokok sebenarnya rendah, sedang, tinggi (ini kategorik cverbal).

  61. pak,
    untuk rendah, sedang, tinggi nya hanya untuk menjelaskan nilai arti dari 1,2,3,..10. agar responden bisa menjawabnya. berarti termasuk numerik kan? bukan likert atau semantik.

    sy perlu sebuah alasan atau penjelasan yang kuat untuk membedakan 3 skala tersebut (numerik, likert, dan semantik)?

  62. pak maaf ganggu …. saya mau nanya pak kalau disimpulan dituliskan : Terdapat perbedaan signifikan pengetahuan sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang tanda-tanda persalinan pada ibu hamil dpuskesmas,,,, signifikan dengan pvalue 0,000< 0,05…
    1. itu cara baca.a bagaimana pak??
    2. arti signifikan dari simpulan itu apa pak??
    terima kasih pak..

  63. Pak, maaf mengganggu.
    Saya mau tanya misalnya dari hasil uji t terdapat 2 variabel (dari 5 variabel) yang tidak berpengaruh secara positif dan signifikan, karena nilai signifikansi dari 2 variabel tersebut lebih besar dari 0,05, dimana signifikansi variabel 1 = 1.06 dan variabel 2 = 0.98.
    Misalkan varibel 1 adalah pengaruh faktor psikologi terhadap keputusan pembelian.
    Bagaimana saya memberikan jawaban logis, agar saya bisa menjelaskan mengapa tidak terdapat pengaruh yang signifikan? sedangkan hasil kuesioner saya mengenai pernyataan dari faktor psikologi tersebut rata2 menjawab setuju dan sangat setuju.

    Terima kasih pak atas penjelasannya.

  64. pak mau tanya, jika pada umumnya penelitian pendidikan menggunakan taraf sign 5%.
    kebetulan dosen pembimbing saya menanyakan knapa menggunakan sign 5%?
    trs alasannya knp memakai taraf sign 5% pak?
    terimakasih atas penjelasannya pak

    • Kesepatakan para ahli, sosial cukup dengan 5% (0,05 kesalahan = 95% kebenaran) karena sangat susah untuk mendapatkan 0% (0,00) kesalahan alias mutlak yakin benar 100% mengingat sifat-sifat gejala sosial berbeda dari gejala natural.

  65. pak,, saya ,mau tanya,,bagaimana jika tidak signifikan,, dan tidak ada teori pndukung yang bisa saya peroleh untuk menentukan tidak adanya hubungan signifikan tersebut,,,saya bingung menjelaskannya dalam pembahsan dalam skripsi saya pak??? tolong bantuannya pak

  66. salamualekum pak, saya nurlela.sya ad tgs kul ni pak tentang taraf signifikans,,yang igin sya tanyakn adlh taraf signifikansi ada brpa macam dalam hipotesis? .hnya it sja pak mhn d jwb,trimakasih

  67. bismillah..bapa, ijin bertanya. dalam penelitian pengembangan (bid. pendidikan) saya tidak menggunakan pretest mengingt waktu yg terbatas, selain itu juga krn analisis pretest tidak tertera pada bab metodologi ketika seminar proposal. Namun, ketika skripsi, ternyata dibutuhkan data tersebut untuk mengetahui kemampuan awal yang sama pada dua kelas yang dibandingkan. Sedangkan, saya hanya punya data postest untuk melihat hasil akhir subjek penelitian.
    Pertanyaannya, data apa yang bisa saya analisis(uji parametrik) untuk menunjukkan bahwa kemampuan dua kelas sama selain diuji dari data pretest(krn sy sudah terlanjur tidak pake pretest). mohon jawabannya pak. hatur nuhun

  68. terima kasih pak atas posting bapak sangat membantu sekali,..
    pak saya ingin bertanya,saya sedang membuat skripsi, dengan judul pengaruh profitabilitas terhadap harga saham, namun variabel -variabel x menunjukan bahwa tidak ada pengaruh terhadap harga saham
    apa boleh jika hasil penelitain menunjukan hasil yang tidak berpengaruh antara variabel” x dan y?
    terima kasih atas ilmu nya pak, semoga sehat selalu

    • Penelitian kan bukan mau menunjukkan bukti bahwa sesuatu teori (hubungan X dengann Y) benar, tapi menguji (verifikasi) teori tersebut! Jangan-jangan teori yang digunakan salah!?

      • ooh begitu toh pak, tapi teori yang saya gunakan menerangkan bahwa, variabel X (ROE) itu mempunyai hubungan terhadap harga saham , namun pada hasil penelitian menujukan tidak berpengaruh pak, namun memilik hubungan yang kuat, , makasih yaa pak info nya :)

  69. pak nma sya ayu hesti skripsi sya ttg penurunan glukosa darah, hasil statistik sya antara kelompok positif dn negatif tidak berbeda signifikan padahal kenyatanya ada perbedaan antara kelompok positif dan negatif. klo dirata2 hasilny kel negatif 121 sdngkn kel positif 93. naah itu kira2 sebabny apa ya pak ? mohon djelaskan

    • Sebabnya hitungan statistik menunjukkan lebih akurat daripada amatan mata biasa. Tapi 121 : 93 itu pasti signifikan juga, tapi pada taraf yang rendah. Hehehehe…….

  70. klo spt itu ada hubungan dng variabel bebas, terkendai, dan tergantung apa tidak yaa pak ??

  71. kalau hasil uji t (signifikansi) adalah pas pada 0,05. apakah hasilnya berpengaruh atau tidak, kalau tingkat signifikansi nya 0,05

  72. mas mau tanya dong, saya lakuin uji t itu hasilnya signifikannya 0,050 sedangkan kalok mau berpengaruh kn katanya 0,05 lha ini kalok punya saya gmn mas? apa berpengaruh atau tidak? hasil signifikannya sama gitu?

  73. Salam kenal pak tatang
    Pak mau naya :

    Bahwa Z (total quality management) sebagai variabel moderating terbukti memperkuat pengaruh dari X2 (kepribadian) terhadap Y (kinerja karyawan) tetapi tidak signifikan.

    kenapa bisa gitu yah pak ?? apakah ada kesalahan pada hasil koesioner atau perhitungan hipotesisnya ?

    • Cek saja bagaimana Anda mengukur kepribadian (perorangan) dan TQM (satu kesatuan unit perusahaan/lembaga), sambung enggak. Debu Kelud (satu kesatuan menimpa semua orang) berbeda-beda enggak pengaruhnya pada setiap orang? Kenapa, kan barangnya sama, kok bisa beda? Sirup merah itu kalau dituangkan ke berbagai gelas air, ya semua merah. Kalau tidak merah karena airnya tidak semua putih.

      • pak mau tanya, maksud dari pernyataan “berpengaruh positif/negatif” itu apa ya?? kemudian suatu variabel dikatakan berpengaruh positif dapat dilihat pada output spss yang mana ya??
        terima kasih..

      • Positif jika X tinggi Y juga tinggi, jika X tinggi Y malah rendah itu negatif (negatif itu pengaruh terbalik, gitu, bukan tidk berpengaruh). Pelajari dulu statistiknya, baru hasil hitungannya.

  74. Salam Kenal Pak Tatang

    Saya maau bertanya kepada bapak,, apakah setiap penelitian yang dengan menggunakan metode kuantitatif hasilnya, harus di uji parsial lagi untuk melihat signifikan nya???

    Makasih pak, salam dari Asmar asal makassar

  75. pak mau tanya,, sya lagi ngolah data, dengan judul skripsi pengaruh pertumbuhan pendapatan asli daerah, belaja modal, tingkat investasi, dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi, pada awalnya data yang sy pakai itu dalam bentuk rupiah semua, dan hasilnya semua signifikan kecuali investasi, lalu setelah bimbingan ternyata yang pertumbuhan ekonomi disuruh ganti menggunakan prosentase dataya,, tp kok semuanya jd tidak berbentuk angka hasilnya yg di tabel coefisien, tulisannya begini ni
    7.143E-007
    -2.106E-007
    4.202E-007
    -5.843E-005
    nah kalo kya gitu apanya yg bermasalah pak? makasih sebelumnya ^_^

    • Saya gak bisa jawab, karena ukurannnya tak saya pahami (variabel Anda itu sebenarnya apa–maksudnya ujud variabelnya, rasio apa ordinal apa malah konstan). Misal pertumbuhan PAD itu dalam ujud apa, hanya satu bilangan naik sekian rupiah?. Itu maksudnya. Terus “subjeknya” ada berapa? Satu juga, satu daerah?! Cek lagi konsep variabelnya!

  76. Assalamualaikum pak Tatang, saya Eno mahasiswa UNY juga.
    Saya mau tanya pak, kebetulan hasil penelitian saya menunjukkan 2 dari 3 hipotesis saya tidak diterima karena nilai signifikansinya; (0,000; 0,156; 0,082), tetapi hubungan secara simultannya menunjukkan nilai signifikansi (0,000) dengan R square (52,5).
    Bagaimana saya harus mempertahankannya di depan penguji besok? (Kamis, 24 April 2014).
    Mengingat dosen pembimbing saya tidak terlalu perduli dengan hasil penelitian saya, dan saya juga belum mengetahui mengapa hasilnya bisa seperti itu?
    Padahal berdasarkan hasil uji validitas, realibilitas, asumsi klasik dan yang lainnya saya yakin sudah benar dan lolos uji.
    Bolehkan saya menggunakan standar signifikansi lebih dari 0,156 supaya semua hipotesis saya diterima?
    Jika iya, adakah alasan mengapa saya menentukan nilai tersebut? (lebih dari 0,156)

    Saya hanya merasa tidak percaya diri dan khawatir jika nantinya hasil penelitian saya tidak bisa diterima, meskipun saya mengerjakan dengan sejujur-jujurnya tanpa menggunakan jasa “olah data”.
    Saya khawatir karena sepengetahuan saya (kakak angkatan dan teman) belum ada yang berani mengujikan hasil penelitiannya jika hipotesisnya ditolak dan mereka lebih memilih untuk merekayasa data melalui jasa “olah data”.

    Catatan:
    *Jika dilihat dari arah hubungannya yang positif, hasil penelitian saya sudah sama dengan hipotesis saya.
    *Saya cuma ingin melakukan penelitian dengan sejujuur-jujurnya tanpa adanya rekayasa data.

    Wassalamualaikum.

    Semoga bapak berkenan membalas, terimakasih.

    • Tambahan pak,
      X1 : Iklan
      X2 : Persepsi Kemudahan
      X3 : Reputasi
      Y : Minat Beli

      Hipotesisnya;
      H1 : X1 berpengaruh positif terhadap Y. (sig. 0,000)
      H2 : X2 berpengaruh positif terhadap Y. (sig. 0,156)
      H3 : X1 berpengaruh positif terhadap Y. (sig. 0,082)
      H4 : X1, X2, dan X3 berpengaruh positif terhadap Y. (sig. 0,000)

      • Wah, ini harus mulai dari dasar: Bagaimana mengukur (apa indikator) agar dapat nilai (misal 1 – 10) dari X1, X2, X3 dan juga Y? Jangan-jangan itu bukan korelsi, tapi deskriptif: Saya lapar karena belum makan (makan bukan X dan lapar bukan Y).

  77. Terimakasih banyak pak Tatang atas jawabannya.

    Berarti kesimpulannya hipotesis saya tetap diterima kah? (dengan tingkat signifikansi yang lebih rendah) atau saya tulis tidak diterima/ditolak kemudian saya jelaskan di bagian berikutnya pak?

  78. Pak, mhon bantuannya, saya mw tanya tentang penelitian yg sedang saya kerjakan. Judul’y pengaruh biaya administrasi, biaya visite dokter, biaya penunggu pasien, biaya akomodasi, jasa rekam medik, jasa asuhan keperawatan terhadap pendapatan total di RSUD.
    Dari ke 6 variabel independen, hanya 1 variabel (jasa rekam medik) yg berpengaruh. Mksud berpengaruh itu t hitung> t tabel dan sig.<0,05. Dan secara simultan tdk brpengaruh dg F hitung<F tabel.

    Jika brdsarkan hipotesis, penelitian ini hasilnya tdk berpengaruh secara signifikan.
    Apakah penelitian saya bisa di terima pak?

    Saya tdk mnggunakan kuisioner, tetapi saya menggunakan data (jumlah rupiah) yg sudah ada dri RSUD.

    Mhon penjelasannya pak, saya tunggu balasannya d email saya.
    Trimakasih pak,,

    • Kalau saya menjual melon (X1), pepaya (X2), pisang (X3), jambu (X4), dan rambutan (X5), pendapatan saya diperoleh dari penjualan buah yang mana? Dari salah satu atau semuanya? Pendapatan saya itu semua hasil penjualan (X1-5), atau pendapatan lain (Y) dan pendapatan lain (Y) itu dipengaruhi oleh penjualan buah-buahan (X1-5) itu atau tidak? Bagaimana X1-5 itu mempengaruhi pendapatan lain (Y) saya itu? Lalu, pendapatan Y diperoleh dari mana? Pahami dulu X – Y itu apa!

  79. Pak, mhon bantuannya, saya mw tanya tentang penelitian yg sedang saya kerjakan. Judul’y pengaruh biaya administrasi, biaya visite dokter, biaya penunggu pasien, biaya akomodasi, jasa rekam medik, jasa asuhan keperawatan terhadap pendapatan total di RSUD.
    Dari ke 6 variabel independen, hanya 1 variabel (jasa rekam medik) yg berpengaruh. Mksud berpengaruh itu t hitung> t tabel dan sig.<0,05. Dan secara simultan tdk brpengaruh dg F hitung<F tabel.

    Jika brdsarkan hipotesis, penelitian ini hasilnya tdk berpengaruh secara signifikan.
    Apakah penelitian saya bisa di terima pak?

    Saya tdk mnggunakan kuisioner, tetapi saya menggunakan data (jumlah rupiah) yg sudah ada dri RSUD.

    Mhon penjelasannya pak, saya tunggu balasannya d email saya.
    Trimakasih pak,,,

  80. Coba pelajari lagi variabel dan hubungan antar variabel itu maknanya apa. Misalnya apakah income per capita itu variabel mensifati (value) individual–tiap individu besda-beda atau bervariasi, ataukah itu rerata (value) populasi, jadi bilangan konstan, bukan variabel?

  81. Siang pak.. mau tanya. dosen pembimbing skripsi saya minta agar saya menggunakan derajat kemaknaan 10%. tp di spss pada hasil tabel risk estimatenya sudah diprogram 95% CI, bagaimana cara mengubahnya ya pak agar jadi 90% CI?
    sy menggunakan program spss 17.
    mohon bantuannya pak.. terima kasih sebelumnya

  82. Salam kenal Pak Tatang,
    Senang sekali menemukan blog Bapak di saat sulit ini,saya sedang membuat penelitian mengenai pengaruh perubahan budaya kerja terhadap kepuasan kerja,saya menghadapi beberapa kesulitan,diantaranya:
    1.regresi linear sederhana : y=74,038-316 x,apakah artinya pengaruhnya menjadi negatif?
    2.uji t : t hitung = -2,748,dgn n = 242, t tabel=1,956 sehingga tidak didapat -t tabel< t hitung < t tabel,maupun -t hitung t tabel, mengapa begitu ya Pak,namun sig = 0.006?
    3.korelasi pearson : hasilnya = -0,175,sehingga pengaruhnya menjadi kecil sekali
    Saya jd ragu dgn kualitas skripsi saya,mohon pencerahannya.
    Terima kasih sebelumnya Pak Tatang.

  83. apakah nilai kelonggaran dengan penelitian dengan taraf signifikansi berbeda??
    minta gambarannya pa…terima kasih banyak sblmnya

  84. mau tanya kalau hasil uji t menjelaskan tidak terdapat pengaruh yang signifikan karena nilai probabilitasnya > 0,05 tetapi koefisien regresinya hasilnya 0,105 (bernilai positif) berarti mempunyai pengaruh positif, nah yang say tanyakan nanti di kesimpulanya seperti apa y? terimaksih

  85. Bapak mau tanya , kalo populasi saya 48 mending pakai sampel atau tidak bapak ? Kalo pake sampel dapetnya 42 dr alfa 0, 05
    Saya baca dr atas katanya kalo populasi nya sedikit mending pakai uji populasi , tp dosen saya menyuruh pakai sampel pak
    Mohon dijawab terimakasih

  86. ,menurut dosen saya , taraf signifikan yang 0,05 atau 0,01 mempunyai alasan ilmiah bukan karena kesepakatan, jikalau pun kesepakatan mengapa tidak 0,4 atau 0,6 ?

  87. Selamat sore Pak, saya desi mau bertanya,
    mengenai hasil penelitian saya dengan uji t dan f . 1 diantara hasil uji t saya tidak sesuai atau sebesar 1. saya bingung dngan hal ini dan jujur saya bingung pada saat sidang saya takut ntinya hasil saya tidak dapat diterima.
    dan jika uji t bisa diterima, adakah teori yang dapat mendukung hal itu?
    trima kasih Pak.
    Salam.

    • assalamualaikum pak, saya sedang mengerjakan tugas akhir, pendapatan jasa dan biaya operasional saya tidak signifikan terhadap laba,,,penyebab dari hasil tidak signifikan itu kenapa ya pak? soalnya dipembahasan saya harus jelas mengapa tidak signifikan, saya bingung kata2 yg harus ditulis pak. teori sudah kuat tapi ketika diteliti hasilnya berbeda.terima kasih

  88. Pak saya mau bertanya,
    Bagaimana jika taraf kepercayaan itu 80% atau tingkat kesalahan 20%??
    Apakah masih bisa diterima? dan penjelasannya bagaimana ya pak? Adakah buku referensi yang bisa saya baca mengenai taraf kepercayaan yang lebih kecil dari 90%? (80-85%)
    Trimakasih pak, mohon bantuannya

  89. aslm’alaikim pak tatang… saya mahsiswa yg lg pnelitian, mau brtanya pak., dri skian buku2 kaitanya statistik pnelitian yg sy baca untuk tbel nilai2 RHO jmlah N hanya sampai pada 30 dengan nilai tertentu “0,36” (taraf keslahan 5 % ). yg menjdi prtanyaan sy pak adakah jumlah N yg lbih dri 30? dan berapa nilai yg ditentukan untuk signifikansi 5 % tsb?

  90. aslm’alaikum Pak Tatang, saya Isung mahasiswa yang lagi menyelesaikan skripsi… bagaimana cara saya menjelaskan bila nilai adjusted R square -0.042 dan nilai t hitung -0.632 dan nilai t tabel 2.145 mohon pencerahannya pak terima kasih

  91. pak tatang bagaimana pengertiannya apabila hipotesis saya itu di tolak, sehingga bunyi nya tidak terdapat pengaruh signifikan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru. artinya bagaimana apakah memang kinerja guru tidak dipengaruhi oleh seorang pemimpin atau bagaimana ya pak? mohon penjelasannya donk. trima kasih ya…

  92. salam sejahtera pak tatang…

    saya mau tanya, saya meneliti tentang pengaruh return on investment, earning per share, dan harga saham terhadap volume saham. Tapi setelah saya melakukan uji, ternyata hasilnya menunjukkan ketiga variabel x saya tidak ada yang memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel y (sig >0.05). Apakah penelitian itu tetap dapat saya lanjutkan? Dalam sebuah penelitian, apakah harus selalu ada variabel yang berpengaruh signifikan?
    Jika tidak harus selalu ada, alasannya kenapa pak?

    Terima kasih

    • Memang respondennya siapa yang punya variabel RoI, EpS, HS dan VS itu? Korelasi mempersyaratkan itu. Jadi misal IQ si A (X), prestasi belajarnya (Y) pun punya si A.

  93. Pak tatang,, saya mau bertanya, kalau sedang melakukan penelitian, anova jenis apa yang akan bapak gunakan?
    Kalau menurut saya si 3 way dgn ulangan,, karena semakin bnyk variabel dan juga interaksinya maka semakin bagus penelitian tsbt.. apakah jwban saya ini bisa dblg benar?

  94. mau bertanya tapi semua pertanyaan sudah ditanya dan dijawab lewat komentar2 sebelumnya. sangat membantu…trimakasi pak ^_^

  95. Salam kenal pak…
    pak saya ingin tanya pak…minsaly saya mlkukan pnlitian pak..jdi jumlah siswa yang saya teliti 94 orang….lalu saya mendapatkan hasil dari sluruh persenanya g4 % sesuai dengan jumlah muridy..tpi kata dosen saya hasilnya harus 100% jadi gimn tu pak..di mana ltk kslhnnya pak

  96. Pak mau tanya kalau penelitian saya itu hasilnya variabel x berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap variabel y,.itu interpretasi nya kudu gimana ya pak?

  97. pa saya mau bertanya, kebetulan saya saat ini sedang tugas akhir. Tugas akhir saya membahas ttg jasa yg diberikan oleh suatu ol shop (jasa pembuatan sepatu). Jumlah populasi sekitar 460an (jumlah pembeli dalam waktu 1 thn), setelah saya hitung dgn rumus slovin didapat jumlah sampel skitar 233 org. Namun, krn keterbatasan waktu, sshnya menghubungi responden , dan keterbatasan lainnya. Dosen saya menyarankan menggunakan taraf sign 10%, akhirnya didapat jumlah sampel 83 org. Yang ingin saya tanyakan faktor pendukung apa/literatus apa yang bisa mendukung sy bahwa dgn taraf sign 10% sdh dapat merepresentasikan konsumen scr umum. teman saya ada menyarankan utk menggunakan jasa ahli yg bisa manip data. tapi kalau di manip hasil riset saya percuma dong.

  98. pak…saya mau tanya…
    judul saya itu pemoderasi…
    partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran dengan motivasi sebagai pemoderasi.
    hipotesis saya arahnya itu negatif yaitu parisipasi anggaran akan meningkatkan swnjangan anggaran apabila motivasinya rendah dan menurunkan senjagan anggaran apabila motivasi tinggi.
    nah hasil saya t hitungnya negatif dan signifikan… itu artinya motivasinya itu sebagai pemoderasi apa tidak pak?

    terimakasih

  99. assalamual’aikum pak tatang, salam kenal dari saya..
    saya mau nanya ni pak, saya lagi bikin skripsi “pengaruh marketing mix jasa terhadap keputusan konsumen” dengan 7var X dan 2 diantaranya memiliki hasil t hitung negatif namun sig positif.. bagaimana solusi nya pak? var tsb adalah people dan phisical enviromen, namun teori yang terkait dengan itu blm bisa saya temukan..mohon pencerahan na ya pak.. terimakasih sebelumnya pakk..
    wassalam..

  100. Selamat pagi Pak. Saya mahasiswi yang sedang menyelesaikan tugas akhir. Saya ingin bertanya, apa perbedaan dari berpengaruh tapi tidak signifikan dan tidak berpengaruh? Soalnya saya masih kebingungan dengan perbedaan dari keduanya. Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s