UNIT analisis (unit of analysis) dan unit amatan (unit of observation) dalam penelitian

Tatang M. Amirin

Edisi 27 Mei 2009; 28 Mei 2009

Istilah (konsep) unit analisis (unit of analysis), yang kemudian biasa diperjelas dengan memperlihatkan kesamaan dan perbedaannya dengan unit amatan (unit of observation) jarang muncul dalam pembahasan penelitian, padahal, khususnya mengenai unit analisis, merupakan sosok (hal, entitas) amat penting ketika melakukan analisis data penelitian.

Sebelum membicarakannya lebih lanjut, perlu dipertegas dan diperjelas terlebih dahulu apa makna “unit” dalam kedua istilah (sebutan) tersebut (unit analisis dan unit amatan).

Bahasa Indonesia kata unit (Inggeris) adalah satuan. Istilah satuan lazimnya tidak berdiri sendiri, terlepas dari sesuatu yang ditunjuk olehnya (lazimnya akan berbunyi “satuan . . .”). Maka selain kata (sebutan) unit (satuan) analisis dan unit (satuan) amatan seperti baru disebutkan di atas, kita kenal pula ada sebutan unit (satuan) organisasi. Istilah (sebutan) “satuan pendidikan” (misalnya dalam “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan” atau KTSP) sebenarnya merupakan pemendekan dari “satuan organisasi pendidikan.” Organisasi pendidikan (organisasi pelaksana pendidikan nasional) itu terdiri atas unit-unit (satuan-satuan, bagian-bagian kecil) organisasi. Dalam hal ini konkritnya berupa sekolah. Sekolah merupakan suatu unit organisasi dari organisasi pendidikan.

Kompleks perumahan, contoh lain, terdiri atas sekian banyak unit rumah. Oleh karena itu sering kita dengar perkataan semisal “Di lahan tersebut akan dibangun sebanyak tiga ratus unit rumah.” Jadi, jelasnya, dalam “menghitung” isi kompleks perumahan, maka yang menjadi satuan hitungannya adalah rumah. Berapa kamar tidur tersedia di dalam setiap rumah? “Satuan hitungannya” adalah kamar tidur. Berapa titik lampu (listrik) disediakan di setiap rumah, “satuan hitungannya” titik lampu.

Jika analisis data penelitian akan berupa menghitung juga seperti contoh “menghitung”rumah” di atas, maka sesuatu yang dijadikan “satuan hitungan” itu jadilah sebagai “unit analisis.” Misal, jika yang dianalisis (dihitung) berapa orang “ibu rumah tangga” yang bekerja dan tidak bekerja dari penghuni sesuatu kompleks perumahan, maka yang menjadi unit analisisnya adalah ibu rumah tangga. Jika yang dianalisis tingkat pendidikan yang sedang atau sudah ditempuh oleh warga perumahan tersebut, maka yang menjadi unit analisisnya adalah orang per orang (individu) penghuni perumahan. Objek (hal; suka disebut pula sebagai “variabel penelitian”) yang diteliti adalah tingkat pendidikan (dari orang-orang tersebut).

Ini akan berbeda jika yang dianalisis (masih di kompleks perumahan yang sama) adalah pemilikan kendaraan bermotor oleh sesuatu rumah tangga (keluarga). Dalam hal ini yang menjadi unit analisisnya adalah rumah tangga (keluarga), bukan orang per orang lagi, karena kendaraan bermotor itu merupakan “milik keluarga” (hitungannya berdasarkan sesuatu keluarga). Objek penelitiannya adalah pemilikan kendaraan bermotor oleh sesuatu keluarga (rumah tangga).

Summer2009169

Anda perlu berapa butir kristal untuk membuat gelang? Silakan beli, per butir kristal sekian rupiah. Satuan hitungan pembeliannya, jadinya, kristal, per kristal. Anggap tidak dijual kiloan, gitu.

Anda perlu gelang ini? Jangan beli per kristal, walau gelang ini dibuat dari beberapa butir kristal, tapi beli per gelang. Per gelang harganya sekian rupiah. Satuan hitungan jual-belinya gelang, bukan kristal lagi.

gelang

Jika seseorang peneliti akan menganalisis siapa yang lebih berprestasi, murid-murid Sekolah A ataukah murid-murid Sekolah B, yang menjadi satuan analisisnya bisa orang per orang murid, bisa kesatuan seluruh murid sesekolah (disingkat menjadi “sekolah”).

Contoh kecil, perbandingkan (analisis) banyaknya murid yang lulus UAN dari kedua sekolah tersebut. Yang dihitung (satuannya) adalah (orang) murid. Misal dari Sekolah A lulus 90 orang murid dari 100 orang murid (lulus 90% murid). Dari Sekolah B lulus 87 orang murid dari 100 orang murid (87% murid). Jadi, satuan hitungan perbandingannya individu murid (jumlah orang murid berbanding jumlah orang murid), bukan “sekolah”

Jika yang diperbandingkan rerata hasil (skor) UAN Sekolah A dan Sekolah B, maka yang menjadi unit analisisnya sekolah, bukan individu murid, sebab rerata skor UAN itu bukan lagi “milik” orang per orang murid, melainkan milik “satu kesatuan murid se (satu) sekolah”. Contoh: Rerata skor UAN murid (satu kesatuan keseluruhan murid) Sekolah A 7,4, sedangkan rerata skor UAN murid (juga satu kesatuan keseluruhan murid) Sekolah B 6,2.

Perlu diketahui bahwa yang menjadi unit analisis dalam penelitian itu bisa berupa:

(1) “indvidu” (ujudnya dapat berupa orang atau “‘satuan-satuan” setara lainnya semisal ternak, kendaraan bermotor, alat peraga, media pendidikan, dan koleksi perpustakaan); yang menjadi objek penelitiannya misalnya mengenai umurnya (jika orang atau ternak, lama pemilikan jika kendaraan dan barang lainnya);

(2) kelompok (keluarga atau rumah tangga, kelas/murid sekelas, dsb); yang menjadi objek penelitiannya misalnya mengenai kekerapan terjadinya “kekerasan” terhadap anggota/warganya;

(3) organisasi (sekolah, perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi profesi, dsb); yang menjadi objek penelitiannya misalnya mengenai standar layanan minimalnya, efektivitasnya dsb;

(4) satuan geografis (kota, desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten, propinsi, negara); yang menjadi objek penelitiannya misalnya mengenai rerata penghasilan warganya, iklim politiknya dsb;

(4) interaksi sosial (perceraian, komunikasi layanan publik, pertukaran email, pengasuhan anak, dsb); yang menjadi objek penelitiannya misalnya polanya, intensitasnya dsb;

(5) artifak sosial (program tayangan tv, artikel majalah/koran, blog, dsb); yang menjadi objek penelitiannya misalnya mutunya, peminatnya dsb.

Apa perebedaan unit analisis (unit of analysis) dari unit amatan (unit of observation)? Observation sebenarnya mengandung arti “pengumpulan data”. Jadi, unit observasi dimaksudkan satuan-satuan (seperti dalam analisis) yang menjadi “sumber data dihimpun.” Dapat terjadi yang menjadi unit analisis sama dengan unit observasinya. Misalnya jika yang dianalisis itu prestasi belajar (hasil UAN) siswa berupa berapa orang yang lulus dan tidak lulus, seperti contoh di muka, yang menjadi unit observasi (sumber data digali) orang per orang siswa (siswa A lulus/tidak, siswa B lulus/tidak, siswa n lulus/tidak, dst), dan yang menjadi unit analisis (satuan hitungan) pun orang per orang siswa (dihitung berapa orang siswa yang lulus dan tidak lulus).

Ketika yang dianalisis rerata prestasi belajar (hasil UAN) siswa sekolah A dan Sekolah B, seperti contoh di muka, yang menjadi unit observasinya orang per orang siswa (tiap siswa “didata” skor UAN-nya berapa), tetapi yang dianalisis adalah keseluruhan siswa se (satu) sekolah, sehingga memunculkan simpulan: rerata skor hasil UAN siswa (seluruh siswa) Sekolah A sekian, sedangkan siswa Sekolah B sekian. Jadi, unit observasinya orang per orang (individual) siswa, tetapi unit analisisnya “kelompok siswa” sesekolah (gorup).

Samakah unit observasi dengan subjek penelitian? Ataukah samanya dengan responden penelitian, atau nara sumber (informan) penelitian? Cermati dan coba kaji sendiri dengan antara lain membaca tulisan Penulis tentang “subjek penelitian, responden penelitian, dan nara sumber penelitian” dalam blog ini.

About these ads

2 thoughts on “UNIT analisis (unit of analysis) dan unit amatan (unit of observation) dalam penelitian

  1. Assalamu’alaikum Wr. Wb., Semoga Bapak selalu dalam keadaan sehat, sejahtera lahir dan bathin, Dengan penuh rasa hormat, mohon kiranya keikhlasan Bapak yang dengan tulus ikhlas telas berbagi ilmu di bog ini agar kiranya semua ILMU yang telah bapak tulis dapat dikirim langsung ke email saya. Berikut alamat email saya pak: kaisayar@hotmail.com. Terimakasih atas segalanya pak. Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

    • Hehehe. Ya jadi repot kalau semua tulisan dikirim ke email. Nanti saja, dalam waktu dekat akan terbit dalam bentuk buku. Bisa beli bukunya. Hihihi. Promosi nih, ye….!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s